
“Wah ternyata lu pinter juga, gua kita lu blo'on,” ledek Candra pada Lion.
“Makanya jangan lihat dari tampilan luar doang!” sahut Lion.
“Eh lu kenapa gak mau gabung sama Mia?” tanya Lion.
“Dih males banget gua, Azlan aja gak mau apa lagi gua,” sahut Candra.
“Lah emang kenapa?” tanya Lion seraya menumpu wajahnya dengan tangannya di atas meja.
“Lu kemana aja sih masa gak tahu sama Mia dan geng gak jelas itu,” ucap Candra.
“ Lah, lu yang kemana aja gua murid baru mana gua tahu,” sahut Lion.
“Ohh pantesan gua gak kenal lu,” sahut Candra.
Terlihat Azlan terkekeh mendengar ucapan siswa berkulit putih dengan anting kecil terselip di daun telinganya itu.
Tiba-tiba Mala berdiri dan beranjak dari bangkunya.
“Mala mau kemana?” tanya Lion.
“Aku mau ke toilet sebentar,” sahutnya.
“Ya udah bareng kalo gitu.”
“Gua heran kenapa cewek kalo ke toilet suka rame-rame. Emangnya ada apaan sih di toilet cewek?” ucap Chandra kepada Azlan.
“Mana gua tahu,” sahut Azlan singkat.
Lion dan Mala pun masuk ke dalam toilet masing-masing, dan Lion keluar terlebih dulu sedangkan Mala masih berada di dalam.
tiba-tiba, Mia dan Sasa datang menghampiri Lion, terlihat Mia dan Sasa seperti tengah berbisik-bisik namun Lion tidak mendengarnya.
“Lion kamu kamu temenin aku sebentar gak?” pinta Sasa.
“Kemana?”
__ADS_1
“Udah temenin aku bentar aja ayo!” ucap Sasa seraya menarik tangan Lion untuk keluar dari toilet.
Di toilet Mia mulai mengendap-endap dan mencari tahu posisi Mala, saat ia mengetahuinya Mia menumpahkan air dari atas pintu toilet.
“Aaaaaa!” teriak Mala.
Dengan cepat Mia menahan gagang pintu toilet itu dengan tingkat pel dan bergegas berlari ke kelas.
Disisi lain Sasa tengan menerima pesan chat dari Mia dan memutuskan untuk kembali ke kelas.
“Eh Lion aku tiba-tiba sakit perut nih. Gak jadi deh,” ucap Sasa sambil berlari meninggalkan Lion.
Di Toilet Mala tengah berusaha membuka pintu toilet namun tidak bisa terbuka.
“Bukain! Tolong!” ucap Mala yang tiba-tiba terkunci di toilet.
Sambil menggedor-gedor pintu Mala berteriak meminta pertolongan, tapi saat itu tidak ada satu pun orang yang datang ke toilet.
Beruntung Lion masih teringat dengan Mala, ia berjalan menuju toilet terlebih dulu untuk memastikan kalau Mala masih berada di sana atau tidak.
“Siapa nih yang naruh tongkat pel di sini,” ucap Lion.
Lion pun mengambil tongkat pel itu dan Mala pun berhasil keluar.
“Astaga Mala, lu kok basah gini?” ucap Lion.
“Lu dikerjain ya?”
“E-enggak kok Lion tadi airnya bocor,” ucap Mala berdalih.
“Terus tadi ada yang ngunci lu?”
Mala pun menganggukan kepalanya, Lion menghela nafasnya karena ia tidak bisa mengulangi kesalahannya saat di sekolah yang dulu.
gara-gara membantu orang ia menjadi kena masalah, itu lah yang di pikirkan Lion saat ini.
Lion pun membuka kancing bajunya dan melepas seragamnya dan hanya mengenakan kaos lengan pendek putih yang ia jadikan lapisan baju seragamnya.
__ADS_1
“Lu pakai punya gua aja nih soalnya baju lu basah jadi dalamnya kelihatan tuh,” ucap Lion menunjuk ke arah cermin yang ada di toilet itu.
“Tapi kamu gimana?”
“Gua kan pakai baju nih,” sahut Lion.
“Tapi kan itu buka baju seragam.”
“Tapi kan sama-sama putih. Udah pakai aja cepetan!” pinta Lion.
Mala pun kembali masuk ke dalam dan mengganti seragamnya dengan seragam Lion. Setelah selesai mereka pun masuk ke dalam kelas, saat masuk rupanya tidak ada yang sadar kalau Lion tidak mengenakan seragam karena baju kaos putihnya itu.
“Kalian lama banget ngapain aja sih?” tanya Candra.
“Boker! Puas lu,” ucap Lion.
“Dih jorok banget lu,” sahut Candra.
“Jorok apanya, itukan sikap alamiah manusia,” sahut Lion.
“Eh kok lu gak pakai seragam sih perasaan tadi pakai,” ucap Candra lagi.
“Jangan-cangan lu cepirit lagi jadi kena baju lu,” sambung Candra sambil terkekeh tertawa.
“Lu pikir dong pakai logika mana ada orang cepirit di atas, lu kira gua boker dari mulut!”
Mendengar ucapan Lion sebagian teman sekelasnya tertawa terbahak, Azlan pun terlihat menahan tawanya sedari tadi.
“Eh lu kalo mau ketawa, ya ketawa aja gak usah di tahan-tahan,” ucap Candra.
“Apaan siapa yang ketawa,” sahutnya.
“Halah sok cool banget lu!” ucap Candra lagi.
“Sebenarnya tadi Lion-”
tiba-tiba Lion menutup mulut Mala dengan tangannya, “udah biarin jangan diceritain,” bisik Lion dan Mala pun menganggukan kepalanya.
__ADS_1