Liona Penakluk Hati Tuan Es

Liona Penakluk Hati Tuan Es
Percobaan Gantung Diri


__ADS_3

“Bima gua boleh minta tolong?” tanya Lion yang duduk di halaman rumah bersama Bima.


“Kamu mau minta tolong apa?” tanya Bima.


“Sahabat terbaik gua terkena masalah. Nih lu liat aja,” ucap Lion sembari memperlihatkan video tersebut kepada Bima.


Bima pun melihat video tersebut, Bima beberapa kali memalingkan wajahnya saat melihat video itu.


“Lalu apa yang bisa aku bantu?” tanya Bima.


“Cari tahu siapa yang nyebarin video ini, dan ini nomor terakhir yang mengirim video tersebut,” Lion memberikan nomor yang mengirimkan video itu ke ponsel Chandra.


“Apa yang bisa aku dapat?” tanya Bima.


“Dinner, kita berdua. Tuan yang traktir,” ucap Lion.


“Oke setuju.”


Bima pun mengambil video tersebut beserta nomor ponsel yang di berika oleh Lion.


Lion pun kembali ke rumahnya dan memberitahukan hal tersebut di grub chat mereka.


“Guys! Gua udah ngomong langsung sama Bima,” tulis Lion di chat.


Pesan itu rupanya langsung di balas oleh Candra dan juga Azlan.


“Terus gimana? Dia mau gak?” tanya Candra.


“Mau tapi gua harus kasih reward ke dia kalau berhasil,” balas Lion.


“Reward apaan?” balas Azlan.


“Dinner bareng dia dan gua yang traktir. Itu gua sendiri yang ngajuin,” balas Lion.


“Gak bisa sama cara yang lain apa?” tanya Azlan.


“Cie ... ada yang gak Terima nih,” balas Candra.


“Udah ah, udah malam nih gua ngantuk sampai ketemu besok. Bye!”


Lion pun menutup chatnya dan membaringkan tubuhnya ke kasur.


*** 


Keesokan paginya Lion berencana menjemput Mala di rumahnya, pagi itu Lion sengaja berangkat lebih awal dari biasanya.


Lion memacu motor matinya itu menuju kediaman Mala.


Hingga ia sampai di depan rumah Mala. Rumah itu tampak sepi halamannya pun banyak dedaunan kering yang belum di bersihkan.


“Mala! Mala!” panggil Lion.


“Mala ini gua Lion Mala!” panggil Lion.

__ADS_1


Beberapa kali Lion memanggil hingga Lion memutuskan untuk menghubungi Mala. 


Ia mencoba menelepon nomor Mala, namun sepertinya Mala mematikan data internetnya. Lion pun menelepon Mala denga telepon biasa dan terhubung.


Beberapa kali Lion mencoba menelepon ke nomor Mala namun tidak ada jawaban.


Lion mencoba membuka pintu rumahnya, rupanya pintu itu tidak terkunci.


Lion pun curiga karena dalam rumah Mala sangat gelap.


“Mala? Lu dimana?” ucap Lion.


“Mala?”


Lion pun berjalan se sebuah ruangan ya g ia pikir itu adalah kamar Mala namun tidak ada orang disana.


Hingga Lion mencari Mala ke kamar mandi rumah itu, Lion perlahan membuka pintu namun kamar mandi itu juga kosong.


“Mala ini gua Lion, lu dimana?”


Lion kembali mencoba menghubungi Mala dan terdengar suara ponsel berdering di sebuah ruangan.


Lion pun mencari sumber suara itu, hingga ia menemukan sebuah ruangan di dekat dapur.


“Mala? Lu di dalam?” ucap Lion.


Lion pun membuka pintu tersebut, karena ruangan itu sangat gelap Lion pun menyalakan senter yang ada di ponselnya.


“Mala!” teriak Lion.


Dengan cepat Lion berlari ke dapur untuk mencari sebilah pisau. 


Sambil menangis Lion terus mencari hingga ia menemukan sebuah pisau dapur yang terselip di dinding kayu dapur rumah Mala.


Dengan cepat Lion naik ke atas bangku yang terjatuh di lantai dan memotong tali tersebut.


Hingga tali itu putus dan tubuh Mala terjatuh cukup keras ke lantai.


“Mala! Mala bangun Mala! Tolong!” teriak Lion.


Mendengar teriakan Lion beberapa orang pun berdatangan dan terkejut melihat kondisi Mala dengan wajah sedikit membiru dan nafas yang tersengal-sengal.


Seseorang berinisiatif menggunakan mobilnya untuk mengantar Mala ke rumah sakit.


Di dalam perjalanan Lion terus menangis dan masih berusaha untuk menyadarkan Mala.


“Mala lu kenapa begini sih Mala,” ucap Lion sesegukan.


“Lu masih ada kita, kenapa.lu mau akhirin hidup lu begini sih Mala!”


Hingga mobil pun sampai di depan rumah sakit, Lion langsung turun dan meminta bantuan kepada para perawat untuk segera menolong Mala.


“Suster tolong teman saya Sus!” teriak Lion.

__ADS_1


Denga  sigap para perawat itu menurunkan ranjang daruratnya dan mengantar Mala menuju UGD.


“Maaf kamu tunggu di luar ya,” ucap suster itu menahan langkah Lion untuk ikut masuk ke dalam ruangan.


Lion pun menghubungi Candra lewat sambungan telepon.


Telepon tersambung beberapa detik dan langsung di angkat oleh Candra.


“Can Mala!” ucap Lion sembari menangis di telepon.


“Lu kenapa?  Terus Mala kenapa?” tanya Candra.


“Mala memcoba bunuh diri Can, dan sekarang lagi di rumah sakit,” sahut Lion.


“Kirim gua alamat rumah sakitnya sekarang.”


Lion pun mematikan telepon dan mengirim alamat rumah sakit itu lewat grub chat.


Azan yang tidak tahu-menahu tentang masalah ini pun jadi bertanya-tanya.


“Eh kok alamat rumah sakit? Apaan nih?” tanya Azlan dalam chat.


“Mala. Cepetan lu ke sini!” balas Lion.


Alan pun  langsung offline tanpa membalas chat di grub.


Beberapa menit kemudian, dokter beserta perawat pun ke luar dari ruangan.


“Dok gimana teman saya dok?”


“Ada cidera di bagian lehernya, dan sepertinya ia sesak nafas. Kami sudah memasang oksigen untuknya. Namun kami akan memeriksanya lebih intens lagi karena saat saya cek denyut nadinya cukup lemah,” pungkas dokter itu.


Dokter itu keluar namun tidak dengan para perawat, sementara Lion dan orang yang mengantarnya itu belum di perbolehkan untuk masuk ke dalam ruangan.


Setengah jam berlalu, Azlan, Candra beserta bu Sarah pun datang ke rumah sakit dan menghampiri Lion.


“Liona bagaimana keadaan Mala?” tanya bu Sarah.


“Kata dokter denyut nadinya melemah. Tapi nanti bakalan di periksa lagi bu,” ucap Lion dengan menitikkan  air mata.


“Kita berdoa saja semoga Mala akan baik-baik saja,” ucap Bu Sarah.


“Gua gak habis pikir kenapa Mala bisa nekat seperti ini,” ucap Candra.


“Gua tahu alasannya,” ucap Lion.


Lion mengeluarkan sebuah ponsel, dan ponsel iti adalah milik Mala.


Beruntung ponsel itu tidak di kunci, membuat Lion dengan mudah mengetahui apa yang terjadi.


Dalam chat yang ada di ponsel Mala terdapat chat dari Sandra, dan yang membuat mereka semua terkejut adalah isi chat Mala dan Sandra.


Dalam Chat itu Mala berkata jika Sandra yang telah menyebarkan video tersebut, dan Sandra menyangkalnya dengan berbagai alibi.

__ADS_1


Bukan hal itu yang membuat mereka terkejut, melainkan hubungan Sandra dan Mala. 


Rupanya Sandra adalah saudara tiri Mala.


__ADS_2