Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 1 - Prolog & Visual


__ADS_3

Seseorang tidak akan bisa mengubah takdir, tetapi takdir itulah yang bisa mengubah seseorang.


***


Pagi ini, dimana ada seorang gadis cantik yang sedang berusaha membenarkan tas jenjangnya sembari mengunci pintu rumah miliknya, keadaan pagi ini cukup baik dan membuat dirinya nampak bersemangat.


Setelah berhasil mengunci pintu, gadis cantik itu segera bergegas menuju rumah sakit. Rumah sakit itu berjarak cukup jauh dari rumahnya, sehingga membuat gadis itu harus menaiki angkot setiap hari, tetapi semua itu tidak membuat dirinya keberatan atau patah semangat, justru dari situ dia harus tetap semangat demi ibu dan adiknya tercinta.


Sesampainya dirumah sakit. Gadis itu bergegas menuju ruang rawat ibunya. Setelah sampai disana, ia bertanya kepada Dokter yang baru saja selesai memeriksa rutin keadaan ibunya.


" Dokter bagaimana dengan perkembangan ibu saya? " tanya gadis bermata biru itu seraya menatap lekat Dokter tersebut.


" Begini nona, " ucapan Dokter kala itu menggantung. Dokter yang kerap dipanggil dengan sebutan Dokter Ryan itu sempat beradu pandang dengan suster yang ada disebelahnya.


" Ada apa Dokter Riyan? " Tanya gadis itu lagi, karena ia semakin dibuat penasaran oleh Dokter tersebut.


" Keadaan ibu anda semakin hari semakin melemah, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, ibu anda harus segera di operasi pengangkatan tumor otak. Jika tidak, kemungkinan besar nyawa beliau tidak bisa terselamatkan. " ucapan Dokter Ryan berhasil membuat gadis itu membungkam, tiba-tiba saja bibirnya terasa kelu dan sedikit bergetar.


" Tidak Dokter Ryan! itu tidak boleh terjadi, ibuku harus sembuh dia harus dioperasi, memang berapa biaya operasi ibuku Dokter? " Gadis itu bertanya lirih, suaranya sedikit serak. Matanya mulai berkaca - kaca sebisa mungkin dia menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipinya.


" Kemungkinan besar sekitar 200 jutaan nona. "


Deggg!!


Gadis itu langsung terdiam, jantungnya berdetak kencang, dia mulai takut, kalimat tersebut berhasil membuat tubuhnya melemas, padahal hari ini dia sudah berusaha mengumpulkan moodnya agar terlihat lebih bersemangat. Namun ketika mendengar ucapan yang dilontarakan oleh Dokter tersebut membuat hatinya kembali bersedih, dengan perlahan dia menintikkan air matanya, lalu menjatuhkan tubuhnya diatas lantai.


Bagaimana bisa dia mendapatkan uang sebanyak itu? sementara pekerjaan saja gadis itu belum punya bahkan sekolah SMA nya juga belum lulus, gadis itu harus bisa mendapatkan uang dalam jangka waktu yang singkat.


Jasmeen Chalondra nama dari gadis cantik bermata biru itu, dia adalah gadis yatim. Gadis berumur 18 tahun itu seharusnya bisa menikmati masa sekolahnya kini harus menghadapi kenyataan yang pahit, dia harus menjadi tulang punggung keluarga setelah ibunya mengalami sakit parah bahkan harus melakukan operasi dengan biaya yang besar, beliau bernama Andini Chalondra, sementara adik perempuan Jasmeen, dia tidak bersifat seperti kakaknya, justru sifat adik Jasmeen itu sangat bertolak belakang dengannya.


Bellvania Chalondra nama adik kandung Jasmeen, dia adalah gadis kecil yang manis, wajahnya hampir mirip dengan kakaknya, namun sifatnya sangat berbeda, dia mempunyai sifat yang sok kaya dan sering hura- hura, terkadang membuat Jasmeen dan ibunya sampai terheran-heran.


Sampai saat ini Bellva masih memiliki rasa gengsi yang tinggi, meskipun keluarganya sedang berada dihambang kehancuran dan ibunya mengalami sakit yang cukup parah Bellva tetap tidak peduli. Dia hanya peduli dengan dunianya saat ini yaitu bersenang-senang bersama teman-temannya.


Dulu keluarga Jasmeen dan Bellva adalah keluarga orang kaya dan terpandang, tetapi suatu hari ayah Jasmeen meninggal dunia waktu Jasmeen masih kelas 10 SMA, setelah itu keluarganya mengalami kebangkrutan karena tidak ada yang berani menggerakkan perusahan besar milik ayahnya, sehingga membuat perusahaan tersebut berhenti secara tiba-tiba. Chalo Chompany ialah perusahan milik Alm Aiden Chalondra ayah kandung Jasmeen dan Bellvania.


.


.


.

__ADS_1


***


Jasmeen harus mencari pekerjaan dengan statusnya yang ia punya, dia hanya mempunyai ijazah lulusan SMP. Jasmeen akan mencari uang apapun caranya, agar ibunya cepat dioperasi dan segera sembuh dari sakitnya.


Jasmeen sudah bersiap memakai pakaian formal. Dia sudah memutuskan untuk mencari pekerjaan, bahkan gadis itu rela memutuskan sekolah SMA-nya yang menginjak semester kedua kelas 12, karena biaya ujiannya sangat mahal, membuat gadis itu lebih milih mengalah dengan adiknya yang masih sekolah kelas 11 SMA.


Jasmeen memakai pakaian kemeja berwarna putih lengan pendek di padu dengan rok selutut dan sepatu fantoval hitam yang pas dengan kakinya.


Jasmeen mengambil sebuah map yang berisi surat lamaran pekerjaan di meja yang sudah ia siapkan sejak semalam, kini map tersebut dimasukkan kedalam tasnya, meskipun hanya menggunakan ijazah SMP, namun Jasmeen harus tetap yakin dan harus mencobanya. Jasmeen segera pegi menuju rumah sakit Graha Medika terlebih dahulu karena ingun bertemu dan meminta izin dengan ibunya.


Ceklek..!


Pintu ruang rawat ibu Andini terbuka. Jasmeen melangkahkan kakinya mendekati ibunya yang masih terbaring lemah.


" Ibu, ibu sudah makan? " Jasmeen bertanya sembari meletakkan tas diatas nakas sebelah ranjang ibunya. Ibu Andini yang melihat Jasmeen sudah rapi hanya bisa tersenyum dan mengangguk.


" Iya nak, ibu sudah makan, " Ibu Andini berbicara lirih, bibirnya nampak pucat. " Kamu mau kemana, kok tidak pakai seragam nak, kamu gak sekolah? " sambungnya kemudian setelah berhasil mengamati pakaian yang telah dipakai oleh putrinya tersebut.


" Hari ini Jasmeen ada urusan tugas sekolah bu, nanti Jasmeen segera pulang kok, ibu harus banyak istirahat ya biar cepat pulihnya." Jasmeen membalas dengan tersenyum, dia terpaksa berbohong karena tak mau membuat ibunya bertambah sakit akibat memikirkan dirinya. Ibu Andini mengangguk seraya tersenyum hangat tanpa bersuara.


" Maafin Jasmeen ibu, Jasmeen sudah berbohong, ini semua Jasmeen lakukan hanya demi ibu. " ujar Jasmeen didalam hati.


" Bellva, apakah dia sudah berangkat nak? "


" Ya sudah Jasmeen berangkat dulu ya ibu, " pamit Jasmeen sembari mencium tangan dan kening ibunya. Jasmeen segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan rawat ibunya tersebut.


" Ya tuhan lindungilah putriku Jasmeen dimanapun dia berada, aku tahu saat ini dia sedang berbohong kepadaku agar aku tidak memikirkannya, andai saja aku tidak sakit, mungkin saat ini kedua putriku akan seperti dulu. " gumam ibu Andini seraya berdoa didalam hatinya. Ibu Andini mulai meneteskan air matanya setelah melihat tubuh Jasmeen berhasil menghilang dari balik ruangannya.


***


.


.


.


Hay hay manteman, terimakasih sudah mau mampir di cerita pertama saya, jika ada Typo, atau ketidakpuasan dengan alurnya mohon di maklumi, karena Author kentang ini baru belajar menulis🙏


Sekalian Author minta dukungannya ya❤ tinggalin Like, komen, dan vote ya, karena dari sini Author akan lebih bersemangat lagi.


Terimakasih💕

__ADS_1


Dan pesan sedikit dari saya. Berpintar-pintarlah sebagai pembaca, jangan asal ngejudge dulu, dicerna alurnya, kalau memang ada kesamaan dari segi apapun tolong dengan bijak dibaca ulang dan di cermati!!!!!! apakah sama persis atau tidak🙏🙏, karena saya membuat cerita ini murni dengan pemikiran saya sendiri !!!


***


Cast Visual para pemain.


Inget ya gayss, visual pemain cerita ini hanyalah haluan semata, sementara jika ada yang tidak suka atau puas dengan visual yang saya berikan ini kalian bisa pakai visual sesuai imajinasi masing-masing, karena saya yakin para pembaca disini tidak semua pembaca suka dengan visual yang telah saya berikan.😚


***


JASMEEN CHALONDRA



BELLVANIA CHALONDRA.



ZAYN JAKSON



RENA JAKSON.



VANNYA ARSINTA.



DEVITA REXIVA.



DAVEN STEVE



VANO ORLANDO.


__ADS_1


**RANGGA ERICKLE


Masih dicari ilang Rangganya gys, sementara pakai imajinasi masing² ya huhu😂😭**


__ADS_2