Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 27 - Beraninya kau


__ADS_3

" Hai bby, bagaimana kabarmu? " tanya seorang wanita cantik dengan tersenyum bahagia sembari menatap lekat kearah Zayn, tatapan itu seperti menyiratkan banyak sekali kerinduan didalamnya.


" Devita! "


" Iya bby aku Devita, " ujar gadis itu senang, karena Zayn masih mengingatnya.


" Rupanya kamu masih mengingatku, aku merasa sangat senang sekali. " imbuhnya seraya tersenyum tulus.


" Beraninya kau menginjakkan kakimu kemari! " ujar Zayn , seketika ekspresinya berubah menjadi dingin.


Sebenarnya Zayn begitu enggan untuk bertemu dengan wanita yang ada dihadapannya saat ini, wanita dua tahun yang lalu, wanita yang pergi meninggalkan Zayn begitu saja, dan sekarang dia datang kembali. Seolah dia tidak mempunyai rasa bersalah sama sekali.


" Bby kenapa kamu jadi seperti ini, kamu sudah berubah, aku tidak mengenalmu jika kamu bersikap seperti ini, " Ujar Devita dengan suara khas manjanya, suara itupun juga tidak berubah, masih sama seperti suara dua tahun yang lalu, dimana Zayn pernah merasa nyaman dengan suara manja itu.


Zayn menatap tajam kearah wanita itu, wajahnya terlihat dingin, rahangnya mulai mengeras, dia sudah tidak mau lagi mendengarkan suara dari wanita itu.


" Sekarang aku memintamu pergi dari ruanganku!!! " seru Zayn geram. Tetapi wanita itu tidak mengindahakan ucapan Zayn malah dia berani mendekati Zayn.


" Kenapa kamu jadi seperti ini Zayn, dulu kamu memperlakukanku dengan lembut, kenapa sekarang kamu jadi kasar seperti ini, aku disini hanya ingin menemuimu Zayn, aku masih mencintaimu bby, aku sungguh masih mencintaimu, " ujar Devita dengan mata berkaca kaca.


Zayn berdecih. " Ck Cinta? setelah 2 tahun lamanya kau pergi meninggalkanku dengan laki laki itu dan sekarang kau masih berani bilang cinta kepadaku? omong kosong macam apa itu? " Ujar Zayn dengan senyum sinisnya, Devita yang mendengar ucapan Zayn itu menjadi terkejut.


" Ap-apa! kau tau Zay- "


" Ya aku sudah tahu semuanya, sebelum kau pergi meninggalkanku, aku sempat mempergokimu dengan laki laki itu, dan setelah itu kau hilang begitu saja dari kehidupanku! " Zayn tersenyum getir ketika mengingat kejadian dua tahun lalu itu.


" Aku-aku bisa jelasakan Zayn, dia tidak seperti yang kamu bayangkan, aku dan dia- "


" Stop! tutup mulutmu itu, aku sudah tidak mau mendengar ucapanmu lagi, aku mau kau pergi dari ruanganku sekarang juga! " seru Zayn dengan tegas, sambil menatap tajam Devita, sampai wanita itu tidak berani mengeluarkan suaranya lagi, rasanya nyalinya sedikit menciut ketika melihat Zayn seperti itu.


" Zayn dengarkan aku dulu, aku masih cinta sama kamu bby, aku minta maaf karena dulu aku terpaksa meninggalkanmu begitu saja, karena aku-- "


" Ku bilang Berhenti berbicara! simpan baik - baik omong kosongmu itu, aku sungguh tidak peduli lagi dengan rasa cintamu itu! " ujar Zayn dengan mengeraskan suaranya, membuat Devita sangat terkejut.


" Oh ya ku peringatkan lagi, silahka keluar dari ruanganku sekarang, atau satpam akan menyeretmu sekarang juga dengan cara kasar! " Zayn berbicara dengan nada tegas sebisa mungkin laki - laki itu menahan amarahnya agar tidak meledak.


Sementara Devita, wanita itu masih kekeuh tidak mau kalah, dia malah tersenyum sembari mengusap air matanya yang sempat berlinang tadi.


" Ck, jadi kau mengisurku bby. " ucap Devita dengan melipat tangannya diatas dada, wanita itu tersenyum sinis.

__ADS_1


Zayn yang melihat Devita tersenyum seperti itu langsung berubah menjadi sangat geram, darahnya mendidih, rahangnya terlihat mengeras, kali ini kesabarannya mulai habis, ketika berulang kali mendengar ucapan tak berguna dari wanita itu, wanita yang sudah dianggap Zayn lenyap dari muka bumi, wanita yang dianggap Zayn enyah, entah kemana, wanita brengsek yang Zayn temui dulu sekarang muncul lagi dengan entengnya bicara masih cinta dirinya.


***


Sepulang dari sekolah, Bellva memutuskan untuk bertemu dengan Rangga di Brand Cafe XX, ketika mereka asing mengobrol tiba - tiba terdengar suara perempuan memanggil nama Bellva.


" Bellva! " seru Lecya dengan setengah berteriak,


lagi - lagi gadis itu mengganggu acara kencan Bellva dengan Rangga.


" Lecya! " jawab Bellva dengan berdecak sebal.


" Ada apa? " tanya Bellva sedikit cetus kepada sahabatnya itu.


Kali ini Lecya menghampiri Bellva tidak sendiri lagi, dia bersama dengan Galen kekasihnya.


" Tumben tuh anak bareng sama Galen, kayaknya mereka udah balikan deh. " Ujar Bellva dalam hati.


" Hey gue dari tadi nyariin lo tau gak, eh taunya malah enak - enakan makan disini, kencan lagi. " cetus gadis itu kemudian duduk disebelah Bellva dan diikuti Galen duduk disamping Lecya.


" Ya kali lo gak faham gue, " ujar lirih gadis itu dengan kekehan kecil.


" Ck lo itu kebiasaan deh Bell, kenapa gak pulang dulu terus ganti baju sih, masih pakai seragam bawahan doang lagi, ntar kakak lo nyariin gimana? lo tuh ga ada -- "


Ucapan Lecya kala itu terputus karena Bellva berhasil menyumbat mulut sahabatnya itu dengan makanan.


Memang benar, saat ini Bellva bertemu Rangga dengan masih memakai seragam sekolah. Namun hanya rok bawahnya saja, sementara baju seragamnya, sudah berganti menjadi kaos berwarna merah muda yang ada didalam tasnya, karena Bellva tak pernah lupa membawa baju ganti didalam tasnya untuk berjaga - jaga bila ada kepentingan sepulang sekolah seperti ini.


" Nah loh mending makan aja nih enak, dari pada nerocos kayak kereta api gitu, " ujar Bellva, kemudian membuat Lecya langsung mengecutkan bibirnya.


Sedari tadi kedua pria disekitar mereka menahan tawa, apalagi Galen kali ini ia sangat gemas dengan tingkah kekasihnya itu ketika sedang ngambek dengan mengecutkan bibirnya.


Hari ini Bellva sengaja tidak menemui ibunya lantaran gadis itu sangat malas, biarpun nanti kakaknya memarahinya. Bellva tak peduli, karena kalau sudah membahas soal ibunya Bellva merasa sakit hati, entah apa yang membuat gadis itu begitu.


" Oh ya gue kesini cuma mau bilang, em makasih karena bantuan elo kemarin sekarang gue sama Galen udah baikan, " ujar gadis itu dengan berbisik kepada Bellva.


" Nah gitu dong akur lagi, siapa dulu lah yang bikin balikan kalian lagi" Jawab Bellva dengan sedikit menggoda sahabatnya itu.


" Ya ya gue tahu lo tuh sahabat gue paling top deh, ya udah gue cuma mau bilang itu ke elo, oh ya gue mau cabut nih sekalian mau kencan kayak elo, " ujar Lecya sembari berdiri berpamitan kepada Rangga dan Bellva diikuti oleh Galen setelahnya.

__ADS_1


Ketika Lecya sudah meninggalkan cafe tersebut, tiba - tiba Galen penasaran kepada lelaki yang saat ini sedang bersama Bellva.


" Eh yang, siapa lelaki sama Bellva itu, bukannya Bellva saat ini deket sama Daven ya? " tanya Galen kepada kekasihnya Lecya.


" Tau tuh anak, ganti - ganti cowok mulu yang, tau gak yang dari kemarin tuh anak kencan sama itu cowok, katanya sih namanya kak Rangga, " ujar Lacya menjelaskan, kemudian Galen pun mengerti ia mengangguk sebagai jawaban.


" Ya udah lah yang biarin aja, yuk cabut kita jangan gangguin kencan mereka, lebih baik kita kencan sendiri aja, " ujar Lecya dengan antusias kemudian dibalas anggukan oleh kekasihnya itu, lalu mereka segera memasuki mobil milik Galen.


***


" Kak Rangga ayo lanjutin makan gak usah ngehiraukan mereka berdua, emang suka gitu, " ujar Bellva membuka percakapan dengan Rangga, karena setelah kepergian kedua pasangan kekasih tadi. Bellva sama Rangga menjadi agak canggung untuk mulai mengobrol kembali.


" Oh iya Bell, " Jawab lelaki itu dengan tersenyum, kemudian dibalas senyum manis juga oleh Bellva


" By the way, bener kata temenmu tadi kenapa kamu gak pulang dulu? " tanya Rangga disela mereka makan, karena Rangga mendadak ingat dengan omongan sahabat Bellva tadi.


Seketika tubuh Bellva menegang, kenapa Rangga tiba - tiba bertanya hal itu, ia saja sedari tadi mengalihkan pembicaraan ketika Lecya membicarakan itu.


" Eh itu kak, tadi aku sudah pulang tapi rumahku masih dikunci, karena kuncinya dibawa sama kakak entah dia pergi kemana dari pagi, Jadi terpaksa aku balik lagi dan bertemu dengan kakak, masih pakai seragam begini lagi, untung hanya pakai seragam sekolah bawahannya aja, maaf ya kak " ujar gadis itu berbohong kepada Rangga.


Rangga menggeleng cepat.


" Kenapa jadi kamu yang minta maaf gadis manis, kamu gak salah, kalau memang itu alasannya tidak apa - apa, lagian meskipun kamu berpakaian seperti ini masih kelihatan manis tau gak, " ujar Rangga dengan nada menggoda Bellva.


Bellva tersipu malu, setelah mendengar pujian yang barusan dilontarkan lelaki didepannya itu.


" Ih kak Rangga bisa aja, " ujar lirih gadis itu, kemudian disambut dengan senyuman oleh Rangga.


***


Jasmeen kini pulang sendiri dari rumah sakit, karena tadi Daven sempat menawari tumpangan untuknya tapi gadis itu menolak, dia tetap bersikeras untuk pulang sendiri, tanpa ditemani oleh siapapun.


Kali ini Jasmeen benar - benar tidak habis pikir dengan adiknya Bellva, gadis kecil itu sudah berbohong lagi kepadanya. Jasmeen sedari tadi hanya bisa menahan amarahnya saat masih berada dirumah sakit.


Ketika sampai didepan rumahnya. Jasmeen segera membuka pintu rumahnya, dan ternyata pintunya masih terkunci rapat, pertanda adiknya itu belum pulang ke rumah.


" His dasar anak itu, kemana lagi dia, belum pulang juga, " ujar Jasmeen dengan menahan amarah.


Jasmeen langsung mengambil kunci rumahnya lalu membukanya, kemudian gadis itu segera masuk kedalam rumah.

__ADS_1


***


__ADS_2