Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 31 - Dua Lawan Satu


__ADS_3

Malam telah berganti senja. Langit sudah berwarna biru cerah, matahari mulai memunculkan dirinya dari ufuk timur dan mulai menyinari seluruh dunia.


Hari ini adalah hari yang paling membingungkan bagi seorang gadis, iya gadis berambut Ash Gray itu terlihat sangat bimbang, antara dirinya harus bahagia ataukah sedih?


Seharusnya dihari seperti ini gadis itu merasa bahagia, entahlah kali ini ia merasakan keanehan didalam dirinya, mulai dari denyup jantungnya berjalan dengan cepat, keringat dingin mulai membasahi tangannya yang terkepal rapat sambil menggenggam ponselnya.


Pernikahan yang selalu didambakan oleh setiap gadis - gadis diluar sana, tetapi pernikahan seperti ini sama sekali tidak didambakan oleh Jasmeen, justru gadis itu tidak menginginkan pernikahaan ini, dan Jasmeen terpaksa melakukannya demi kesembuhan ibu tercinta.


" Apakah aku sudah melakukan keputusan yang benar? " gadis itu bergumam sendiri dihatinya, didalam hatinya ingin sekali dia menolaknya, namun raganya justru tidak, raga Jasmeen tetap ingin melakukan semua ini, apakah demi ibunya atau lainnya, entahlah sepertinya sulit ditebak oleh Jasmeen.


Ketika clakson mobil berulang kali bunyi didepan rumahnya, Jasmeen tetap tak menyadarinya, gadis itu masih dalam posisi sama, melamun dan bergelud dengan pikirannya, duduk sendirian diranjang kesayangannya.


Akhirnya gadis itu tersadar juga ketika mendengar suara ketukan pintu keras didepan rumahnya, membuat lamunan Jasmeen buyar seketika, dan gadis itu kembali tersadar lalu beranjak berdiri dari tempat nyaman itu.


Tok tok tok.. Tok tok tok...


Suara ketukan pintu berulang kali terdengar lebih keras lagi. Jasmeen yang kala itu menganggap jika utusan dari Zayn telah tiba, segera berlari untuk membukakkan pintu rumahnya, beruntung Bellva sudah berangkat sekolah dari tadi, jadi gadis kecil itu tidak akan mengetahui acara kakaknya hari ini.


Ceklek... Pintu berhasil dibuka oleh Jasmeen dan ternyata gadis itu terkejut melihat siapa yang datang dirumahnya pagi - pagi sekali.


Bukan dari utusan Zayn, bukan juga saudaranya, melainkan seorang wanita yang sangat cantik dan anggun, saat ini sedang berdiri dihadapan Jasmeen, bersama dengan seorang wanita paruh baya mirip sekali dengannya, wanita itu juga tak kalah cantiknya, dan ternyata Jasmeen mengenal salah satu dari wanita itu.


" Jadi dia calon istri Zayn, terlihat sangat kampungan sekali! " Tiba - tiba wanita paruh baya itu langsung mencibir ketika melihat Jasmeen, menatap Jasmeen dengan tatapan intens, dan terlihat sangat tidak menyukainya.


" Maaf ada perlu apa anda - anda kemari? " Jasmeen bertanya dengan berdiri didepan pintu, gadis itu menatap ke arah dua wanita didepannya tanpa merasa takut sama sekali, ia tahu kalau kedua wanita didepannya itu akan menjatuhkan harga dirinya.

__ADS_1


Jasmeen kenal dengan wanita yang saat ini berada didepannya itu, siapa lagi jika bukan wanita yang mengaku sebagai calon tunangan Zayn Jakson yaitu Vannya.


" Heh gadis sialan, gak usah sok belagu deh lo, mentang - mentang mau menikah dengan Zayn aja nada bicaramu sudah mulai sedikit Sombong! " ucap Vannya geram kepada Jasmeen.


" Inget ya, kau wanita sialan sudah beraninya merebut calon suamiku, aku tidak terima, meskipun Zayn ingin menikahimu tapi dia tidak akan mencintaimu sampai kapan-pun, karena Zayn hanya mencintai aku! " sambung Vannya dengan percaya dirinya, Jasmeen menghela nafas pelan, kali ini ia tidah boleh lemah dihadapan mereka.


" Oh iya? jadi kalo tuan Zayn lebih mencintaimu dari pada aku kenapa dia sekarang jadi memilih menikahiku bukan menikahimu? apakah benar itu yang dinamakan cinta nona??? " balas Jasmeen dengan tersenyum, kali ini nada bicara Jasmeen seperti sedang merendahkan wanita didepannya itu, iya Jasmeen terpaksa seperti itu agar dia tidak lagi direndahkan seenaknya, yah meskipun perkataaan dari wanita itu ada benarnya juga, Dia akan menikah tanpa adanya rasa cinta sedikit pun.


" Tutup mulutmu itu gadis kampung, " sahut mama Vannya dengan nada tinggi, namun tak membuat Jasmeen terkejut.


" Kau, beraninya merendahkanku ya! " seru Vannya geram, kali ini wanita itu mulai tidak bisa menahan amarahnya.


Vannya segera meraih rambut cantik yang berwarna Ash Gray milik Jasmeen itu lalu menariknya dengan kasar, dan Jasmeen-pun juga tak terima jika rambutnya ditarik seenaknya begitu, Jasmeen ingin membalasnya sama.


Ketika Jasmeen ingin membalas menarik rambut Vannya, Namun tangan gadis itu segera ditepis oleh mama Mireya, dan dicakar karena Jasmeen sempat berhasil meraih sebagian rambut lurus Vannya.


" Lepaskan tanganmu, sakitt sekali, lepaskan! " rintih Jasmeen ketika Vannya lebih keras menarik rambut Jasmeen.


" Hahaha rasakan semua ini dariku gadis sialan, rasakan ini balasannya karena kau merebut calon tunanganku! " serunya dengan tertawa seperti orang gila.


" Seseorang tolong aku, ini sakit sekali! " teriak Jasmeen minta tolong.


" Silahkan berteriaklah sekencang mungkin tidak lah ada yang akan menolongmu dipagi seperti ini, " sahut wanita paruh baya tersebut.


Benar sekali, mereka sekarang sedang berada diwaktu semua orang bekerja dan apalagi kawasan rumah Jasmeen itu sedikit jauh dari para tetangga yang suka mengosip.

__ADS_1


Prok Prok Prok... suara tepuk tangan keras berasal dari seseorang dengan tiba - tiba muncul dibelakang mereka.


Sontak membuat perhatian ibu dan anak yang sedang menyiksa seorang gadis itu menoleh ke arahnya.


" Bagus sekali dua orang lawan satu! " ujarnya dengan suara berat dan datar.


***


Pov Vannya dan mama Mireya.


" Mam bagimana tante Inne sudah tidak bisa berbuat apa - apa, apalagi Grandpa Matja sangat menyetujui pernikahan Zayn dan gadis sialan itu, aku gak mau mam, kalau Zayn menikah dengan perempuan lain, Zayn harus menjadi milikku mam. " Ujar Vannya mengadu kepada mamanya.


Ketika Vannya baru selesai telfonan dengan mama Inne, ternyata wanita paruh baya itu sudah tidak bisa melakukan apapun selain menuruti permintaan putranya dan juga suaminya, apalagi mereka sudah mendapat restu dari kakek besar dari keluarga besar Matja Jakson, mama Inne semakin tidak bisa berbuat apa - apa lagi.


" Tenanglah dulu Vannya, mama juga masih berusaha memikirkan cara ini, " balas mama Mireya kepada putrinya itu.


Hening sejenak, kemudian Vannya berteriak senang kala itu dan mengagetkan mama Mireya yang sedang memikirkan sebuah cara, kelihatannya putrinya itu sudah mendapatkan sebuah ide bagus.


" Ah mam, sepertinya aku punya rencana yang cukup bagus, " ujar Vannya dengan seringai tipis dibibirnya, membuat mama Mireya penasaran akan ide putri semata wayangnya itu.


" Apa rencanamu? " tanya mama Mireya, kemudian Vannya mendekati mamanya dan membisikkan sesuatu, mama Mireya kelihatanan setuju, wanita itu juga ikut tersenyum.


" Bagus kalo begitu ayo kita berangkat kesana sekarang, " ajaknya kepada sang putri.


" Ayo mam, lets go.. " ujar Vannya kegirangan kemudian mereka berdua melajukan mobilnya mencari rumah Jasmeen, meskipun mereka sebenarnya tidak tahu lokasi rumah Jasmeen, namun Vannya mempunyai banyak cara agar menemukan rumah gadis itu.

__ADS_1


Dan pada akhirnya Vannya dan mama Mireya menemukan kediaman tempat Jasmeen dari orang - orang yang mengenal gadis itu, karena Vannya menggunakan foto Jasmeen untuk mencari tempat tinggalnya.


***


__ADS_2