Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 25 - Dingin Sekali


__ADS_3

" Terima kasih banyak tuan muda Zayn, sudah mau mampir dan membeli salah satu gaun ditempat Boutique saya, sungguh kehormatan besar bagi saya, " ujarnya tersenyum tulus dan ramah menatap ke arah Zayn, Jasmeen dan sekertaris Vano, tak lupa dengan semua pelayan disana ikut memberi penghormatan kepada ketiga orang didepannya.


Zayn menjawab dengan deheman saja, kemudian lelaki itu segera membawa Jasmeen pergi meninggalkan tempat itu dan diikuti oleh Vano dari belakang.


Sejak Zayn meninggalkan butik itu, Ny.Meike langsung bisa bernafas lega. Dia takut, sedari tadi wanita berumur 28 tahun itu gemetaran, namun ia menahannya sekuat tenaga agar dia tetap terlihat baik-baik saja.


" Ny? apa ada masalah, sampai Ny mengeluarkan keringan dingin? " ucap salah satu pelayannya dengan khawatir.


Ny.Meike tak bergeming, beberapa saat dia membuka suaranya.


" Kamu tahu siapa gadis yang dibawa tuan Zayn itu kesini? " tanyanya langsung menoleh ke arah pelayannya itu.


Pelayan itu segera menggelengkan kepalanya cepat.


" Saya tidak pernah bertemu dengannya Ny, tapi saya merasa jika saya pernah bertemu, ntah itu dimana saya tidak tahu pasti, mungkin hanya feeling saya saja. "


" Huftttt, " Ny.Meike mengeluarkan nafasnya panjang.


" Itu dia! Dia gadis yang pernah melamar disalah satu cabang butikku yang ada dikota XX, " ujarnya dengan berganti menatap ke arah pintu Boutique-nya.


Semua pelayan disitu tercengang ketika mendengar ucapan yang dilontarkan bosnya, mereka segera mengantupkan kedua tangannya untuk menutupi mulutnya yang sempat menganga karena tak percaya.


" Jadi dia itu.... " saut salah satu pelayan yang pernah menjumpai Jasmeen.


" Ya, dia Jasmeen! aku pernah sempat melihat biodata dirinya, dia gadis biasa, gadis yang pernah melamar disalah satu butikku, tapi dia tidak aku terima lantaran dia hanya menggunakan ijazah SMP, dan sekarang dia malah menjadi calon istri dari cucu Matja Jakson penerus perusahan Matja Group, " ujarnya dengan posisi sama.


Mereka langsung terkejut dan membulatkan matanya sempura, " Calon istri dan seorang gadis yang hanya mempunyai ijazah SMP? " kata-kata itulah yang terinang-inang dikepala mereka semua.


" Maka dari itu, ketika aku mendengar cucu dari Matja Jakson membeli gaun disini, aku sangat senang. Namun ketika aku mengetahui siapa gadis yang akan dibelikan gaun olehnya, aku langsung gemetaran, pada saat aku memunculkan diriku dihadapannya tadi, dia langsung terkejut ketika melihatku, tapi sebisa mungkin aku mengalihkan pembicaraan agar dia tidak bertanya tentangku, " imbuhnya dengan menghela nafas.


" Tapi kenapa justru Ny.Meike yang ketakutan? " tanyanya tanpa berpikir lagi.


Ny.Meike langsung menoleh dan menatap tajam ke arah salah satu pelayannya tersebut.


" Apakah kau bodoh! " tudungnya setengah berteriak.


" Eh maaf Ny, " menundukkan kepalanya takut, kemudian Ny.Meike menghela nafas lagi.


" Dia kan calon istri tuan muda Zayn, jika aku ataupun salah satu diantara kalian melakukan kesalahan fatal, bisa - bisa kita habis ditangannya! dia itu punya kekuasaan tinggi dimana - mana, jadi kita bukan apa- apa baginya, dia bisa menghancurkan kita dalam sekejap mata. " Ujarnya menjelaskan, kemudian pergi meninggalkan para pelayannya yang masih mematung dengan pikiran mereka sendiri.

__ADS_1


" Enak banget ya jadi gadis itu, " ujar salah satu pelayan itu kepada temannya.


" Iya tuh bener, aku juga mau jadi dia, menikah dengan orang kaya. "


" Hey kenapa kalian semua masih berkumpul disitu, ayo kembali bekerja! " seru Ny.Meike kepada semua pelayan butiknya.


" Siyap Ny, " semua pelayan menjawab serempak.


Gadis itu! kenapa nasibnya baik sekali sampai bisa mendapatkan hati tuan muda Zayn. Ucapnya salah satu pelayan tersebut dalam hati, dia begitu iri kepada Jasmeen.


***


Jasmeen menghentikan langkahnya setelah mereka keluar dari Butik itu, sedari tadi gadis itu tak banyak bicara, menuruti semua permintaan orang-orang yang ada disekitarnya, Jasmeen menghentikan langkahnya, gadis itu bermaksud ingin pamit pulang sendiri untuk bergegas pergi ke rumah sakit.


" Kenapa berhenti? " Zayn bertanya sembari ikut menghentikan langkahnya didepan Jasmeen, lelaki itu juga sedari tadi tak mengajak bicara ataupun hanya sekedar menegur Jasmeen.


" A-aku... ingin pulang sendiri, " ujar gadis itu ragu.


Tanpa menjawab ucapan Jasmeen. Zayn melanjutkan langkahnya menuju mobil miliknya. Vano dengan sigap berlari melewati Jasmeen untuk membukakkan pintu mobil milik Zayn, Jasmeen hanya bisa menatap punggung mereka dengan menghembuskan nafasnya pelan, sejujurnya ia kesal dengan sikap lelaki yang akan menjadi suaminya itu.


" Ishh dingin sekali, menyebalkan " gerutunya dengan nada malas.


Sebelum mobil Zayn pergi meninggalkan tempat itu, Jasmeen tak bergeming, ia tetap berdiri ditempat, beberapa saat kemudian ketika mobil milik Zayn sudah berjalan meninggalkan dirinya, gadis itu hanya menatapnya dengan begitu heran.


" Jasmeen! " tiba - tiba terdengar suara seorang laki - laki memanggil nama Jasmeen, seketika gadis itu terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara.


" Daven! " seru gadis itu terkejut.


Saat mobil milik Zayn belum menjauh dari tempat itu, Zayn sengaja mengawasi Jasmeen dari kaca sepion, dan ternyata dia juga tahu jika Jasmeen dihampiri oleh seorang lelaki seumuran dengan gadisnya, Zayn sedikit kesal.


" Jadi ini alasannya dia ingin pulang sendiri, " gumam Zayn dalam hati, lalu laki - laki itu sedikit tersenyum sinis.


" Vano jalan! " seru lelaki itu kepada Vano.


" Siap tuan, " balas lelaki itu dengan cepat. Vano juga tahu jika Jasmeen dihampiri oleh laki - laki.


***


" Ada apa Daven? " tanya Jasmeen ramah, Jasmeen dan Daven sudah akrab semenjak makan siang di resto dekat rumah sakit, gadis itu tidak keberatan jika hanya berteman dengan Daven, toh Daven itu ternyata orang yang baik dan humoris. Jasmeen pernah salah sangka kepada laki - laki itu.

__ADS_1


Sempat terblesit dipikiran Jasmeen jika dia akan mendekatkan Daven dengan Bellva lagi, sepertinya Bellva suka dengan laki - laki yang saat ini didepannya.


" Kamu mau kemana? " tanya Daven dengan melebarkan senyum ramah.


" Kerumah sakit, " ujarnya membalas senyum Daven.


Cantik sekali kamu Jasmeen. Ujar lelaki itu dalam hati, Daven tak berhenti menatap raut wajah cantik milik Jasmeen, Jasmeen yang mendapat tatapan seperti itu dari Daven merasa tidak nyaman.


" Oh ya Dav, kamu sendiri lagi ngapain kesini? " gadis itu bertanya seraya mengalihkan pembicaraan.


Daven yang mendapat pertanyaan dari Jasmeen langsung tersadar.


" Ah aku? aku tadi hanya jalan - jalan dan kebetulan aku tidak sengaja melihatmu berdiri disini. " ujar Daven menjelaskan.


Jasmeen mengerti ia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Ya sudah ayo bareng sama aku saja, kebetulan aku juga mau kesana! " ajak Daven kepada Jasmeen, lelaki itu sebenarnya ingin pergi ke rumah temannya, dan kebetulan ketika dia melewati jalan ini, dia tidak sengaja melihat Jasmeen, lalu lelaki itu lebih memilih menghampiri Jasmeen.


" Em tidak usah, aku berangkat mencari angkot saja Dav, " balas Jasmeen, dia ingin menolak dengan halus.


" Ayolah Jass tidak apa - apa lagian kita searah kan? "


Jasmeen menghela nafas pelan, sejujurnya ia hanya tak ingin merepotkan laki - laki itu.


" Ayolah Jas, ya bareng sama aku, kita searah? " imbuh lelaki itu, Daven tetap memaksa Jasmeen agar mau ikut dengannya.


" Apa aku tidak akan merepotkanmu? " ujar Jasmeen dengan nada polosnya, kemudian Daven terkekeh geli ketika mendengar ucapan Jasmeen, membuat gadis itu langsung mengernyitkan dahinya.


" Kenapa malah tertawa! " serunya kesal lalu gadis itu mengecutkan bibirnya.


Daven langsung tersadar dengan tawanya, kemudian lelaki itu kembali membujuk Jasmeen.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu, kamu itu lucu sekali Jass, " ujarnya dengan tersenyum manis.


Jasmeen semakin tidak mengerti dengan pikiran laki - laki didepannya itu.


" Lucunya dari mana coba? " celutuknya kesal.


" Kamu ini sudah seperti sama siapa saja, jelas kamu nggk akan merepotkanku lah, malah aku senang bisa seperti ini denganmu, " tutur Daven menjelaskan, tak lupa juga lelaki itu melebarkan senyumnya.

__ADS_1


" Sudahlah tidak perlu dibahas lagi, ayo kita berangkat! " imbuh Daven seraya memegang tangan Jasmeen dan membawanya masuk ke dalam mobilnya, Jasmeen tak bergeming ia hanya menuruti laki - laki didepannya itu.


***


__ADS_2