Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 18 - Menolong Nenek


__ADS_3

Jasmeen kini keluar dari rumahnya untuk pergi ke rumah sakit, Jasmeen segera menutup pintu dan menguncinya.


Setelah Bellva berangkat sekolah, Jasmeen kembali melangkahkan kakinya menuju rumah sakit untuk menemui ibu Andini, Jasmeen berjalan melewati jalan raya yang sedikit sepi dan sekaligus mencari sebuah angkot yang melintas.


Namun saat Jasmeen menoleh ke arah kiri jalan, tiba-tiba Jasmeen melihat ada seorang nenek berjalan pelan dan sendirian dengan menggunakan bantuan tongkat kayu untuk membantu menyangga berjalan, sepertinya nenek itu ingin menyebrangi jalan, namun tepat ketika Jasmeen menoleh ke arah kanan, tiba-tiba ia terfokuskan dengan mobil Honda Jazz hitam yang melaju dengan kecapatan tinggi ke arah nenek, seketika itu pula Jasmeen langsung tersentak dan segera berlari kearah nenek tersebut untuk membantunya.


" Nenek awassss!!!! " Jasmeen berteriak kemudian gadis itu segera memeluk dan melindungi si nenek yang berhenti tepat di tengah jalan, dan beruntungnya si pengemudi mobil tersebut juga berhasil menginjak rem pedalnya dengan cepat.


Citttttt... Suara decitan rem mobil terdengar nyaring kala itu. Jasmeen yang sedikit ketakutan hanya bisa memejamkan mata dan berdoa agar selamat, gadis itu berdiri melindungi nenek menggunakan tubuhnya.


Saat dirasa mobil itu tidak menyentuh Jasmeen dan nenek, Jasmeen segera membuka matanya pelan, ia mengejapkan matanya untuk memastikan dirinya dan nenek baik-baik saja.


Jasmeen merasa begitu lega dan menghembuskan nafasnya pelan ketika ia tahu jika mobil itu tidak jadi melukai dirinya dan nenek.


" Cu, terimakasih sudah menolong nenek ya cu, " ucap lirih nenek itu kepada Jasmeen, sebelum Jasmeen menjawab ucapan nenek itu, tiba-tiba terlihat seorang wanita cantik dan elegan keluar dari dalam mobil menghampiri Jasmeen dan nenek, wanita itu memasang ekspresi cemas juga merasa bersalah.


" Ya tuhan mbak, mbak tidak apa-apa kah? maaf ya mbak maafkan saya, saya tidak sengaja mbak, mbak dan nenek ada yang luka? " wanita itu bertanya kepada Jasmeen sembari meminta maaf.


" Ah, aku dan nenek tidak apa-apa kok mbak, mbak ini yang mengemudi mobil itu ya? " Jasmeen bertanya dengan sedikit terkejut akibat kedatangan wanita cantik didepannya ini dengan tiba-tiba.


" Mbak maaf ya mbk, saya beneran tidak sengaja mbak, karena kecerobohan saya yang terburu-buru berangkat ke kampus, sampai saya hampir menabrak mbak sama nenek ini, saya mau tanggung jawab kok mbak, kalau memang mbak dan nenek ini ada yang terluka, " wanita cantik itu berujar kepada Jasmeen dengan tulus dan bersungguh-sungguh.


Jasmeen menghela nafas pelan dan tersenyum saat mendengar permohonan maaf yang begitu tulus dari wanita cantik yang berada didepannya sekarang.


" Sudah mbak tidak apa-apa, saya dan nenek ini baik-baik saja kok, lain kali mbak harus berhati-hati lagi ya menyetir mobilnya, " tutur Jasmeen lembut kepada wanita itu.


" Iya mbak, saya minta maaf sekali lagi, " wanita itu menjawab dengan tulus.


" Iya mbak tidak apa-apa yang penting nenek ini selamat. " Ucap Jasmeen sembari memapah nenek untuk membantu mengantarkannya ketepi jalan.


Akhirnya wanita cantik itu bisa menghela nafas lega, kemudian ia juga membantu Jasmeen mengantarkan nenek, selesai membantu mengantarkan nenek. Jasmeen segera berpamitan kepada wanita itu untuk pergi menuju ke rumah sakit.


" Mbak kalau begitu saya pamit pergi dulu ya, saya harus kerumah sakit sekarang, " ujar Jasmeen yang akan melangkahkan kakinya meninggalkan wanita cantik yang berada didepannya.

__ADS_1


" Eh mbak tunggu! " panggil wanita itu kepada Jasmeen, seketika Jasmeen segera menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya.


" Mbak mau kerumah sakit mana? " tanyanya sembari menatap Jasmeen.


" Em rumah sakit Graha medika mbak, ada apa ya? " Jasmeen menjawab dengan heran.


" Oh Graha medika ya? kalau begitu mbak berangkat dengan saya saja bagaimana? kebetulan kita searah kalau saya mau berangkat ke kampus mbak. "


" Ah tidak usah mbak nanti saya malah merepotkan mbak, lagian mbaknya kan mau berangkat ke kampus, " tolak Jasmeen dengan halus, namun wanita itu tetap memaksa Jasmeen agar mau ikut dengannya.


" Ayolah mbk gak papa kok, saya gak merasa direpotkan sama sekali, anggap saja ini sebagai rasa bersalah saya dan sekaligus permintaan maaf saya soal tadi bagaimana? " ujarnya dengan sedikit memelas berharap agar Jasmeen mau menerima bantuannya.


Jasmeen menghela nafas pelan, kebetulan waktunya juga semakin siang dan angkot pun belum ada yang melintas jadi Jasmeen terpaksa menerima tawaran dari wanita cantik itu.


" Ya sudah mbak kalau memang mbak tidak merasa direpotkan oleh saya, saya mau mbak, " balas Jasmeen dengan tersenyum kemudian wanita itu pun juga tersenyum senang setelah berhasil membujuk Jasmeen.


" Ya sudah kalau begitu ayo mbk, " ajak wanita cantik itu dengan sangat antusias, kemudian Jasmeen mengangguk dan mereka berdua berjalan memasuki mobil.


***


" Terima kasih banyak ya mbak atas tumpangannya sampai kesini, " ujar Jasmeen dengan sopan.


" Ah iya mbak sama-sama, " balasnya dengan tersenyum tulus.


Ketika Jasmeen keluar dari mobil milik wanita itu dan melangkahkan kakinya yang akan memasuki rumah sakit, namun tiba-tiba wanita itu memanggil Jasmeen lagi.


" Eh mbak! " wanita itu memanggil Jasmeen seraya juga ikut turun dari mobilnya dan ketika itu pula Jasmeen langsung menoleh kearahnya.


" Iya mbak ada apa? " tanya Jasmeen dengan heran karena wanita itu menghampirinya.


" Saya belum mengenal nama mbak, kalau boleh tahu nama mbak ini siapa ya? " tanya wanita itu dengan tersenyum.


" Oh iya mbak, maaf saya sampai lupa untuk memperkenalkan diri, kenalin nama saya Jasmeen mbak, " ujar Jasmeen sembari mengulurkan tangan, lalu wanita itu pun membalasnya.

__ADS_1


" Kalau nama saya Rena mbk, " jawab wanita itu dengan sangat antusias.


" Senang berkenal dengan mbak Jasmeen, semoga kita bisa terus berteman ya, " ujar Rena dengan melepaskan uluran tangan Jasmeen.


Jasmeen yang dipanggil dengan sebutan mbak merasa tidak nyaman.


" Em maaf mbak, sebaiknya mbak jangan tidak usah panggil saya dengan sebutan mbak begitu terlalu formal lebih baik panggil saja saya dengan sebutan nama saja ya, " ujar Jasmeen menatap Rena hangat.


Rena tersenyum kemudian membalas ucapan Jasmeen.


" Its okey lah Jasmeen, kau juga boleh panggil aku dengan sebutan Rena saja ya Jasmeen, oke Jasmeen kalau begitu aku berangkat dulu ya, see you tomorrow Jasmeen, " pamit Rena sembari memasuki mobilnya dan melanjukan mobilnya dengan kecepatan sedang tak lupa ia juga melambaikkan tangan kepada Jasmeen.


Jasmeen tersenyum membalas lambaian tangan dari Rena dengan antusias kemudian Jasmeen kembali menuju rumah sakit.


***


" Maaf bos nona Jasmeen tidak ada dirumahnya, sepertinya dia sudah keluar, " ujar salah satu bodyguard Zayn yang bernama Hans.


Zayn mendengus pelan.


" Oke, mungkin dia pergi kerumah sakit, biar aku dan Vano saja yang pergi kesana, kau jalankan tugas lain yang sudah ku perintahkan kepadamu! " balas Zayn dengan tegas.


" Siap bos, " Hans membalas cepat.


" Vano! " seru Zayn bergantian menatap ke arah Vano.


" Iya tuan? " Vano menjawab dengan sopan dan menunduk hormat.


" Segera siapkan mobil sekarang, kita akan berangkat menuju rumah sakit! " perintah Zayn.


Vano pun mengangguk dan segera menyiapkan mobil untuk menuju kesana.


***

__ADS_1


__ADS_2