Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 19 - Ibu Sudah Sadar


__ADS_3

Jasmeen melangkahkan kakinya menuju ke ruangan ibunya dengan penuh semangat.


Setibanya didepan ruangan ibu Andini. Jasmeen segera memasuki ruang VIP yang ditempati oleh ibunya, ketika gadis itu menutup pintu dengan pelan, tiba-tiba ia dikejutkan oleh ibunya yang memanggil lirih namanya.


" Jasmeen? " suara ibu Andini sangat lembut dan lirih memanggil namanya dengan tiba-tiba membuat Jasmeen begitu terkejut.


Jasmeen segera menoleh kearah ibunya yang berada diatas ranjang rawatnya, dimana Jasmeen begitu terkejut sekaligus senang lalu beberapa saat gadis itupun tersenyum, senyum Jasmeen langsung mengembang, setelah ia benar-benar mengetahui jika ibunya sudah sadarkan diri.


" Ya tuhan ibuku sudah sadar, terima kasih banyak tuhan engkau sudah mau mengabulkan do'aku, " gumam Jasmeen didalam hati, ia begitu bahagia sekarang, dengan sangat antusias Jasmeen berlari mendekati ibunya yang masih terbaring diatas ranjang.


Seketika Jasmeen segera memeluk erat wanita paruh baya yang sudah melahirkannya itu, hati Jasmeen sangat senang dan bahagia, pengorbanannya saat ini tak sia-sia. Akhirnya ia bisa melihat ibu tercintanya sudah sadarkan diri bahkan kondisinya juga membaik, dan sekarang Jasmeen benar-benar sangat bersyukur kepada tuhan.


Wanita paruh baya itu membalas pelukan putrinya tak kalah eratnya, pelukan mereka begitu hangat. Sampai tak terasa air mata Jasmeen menetes dengan sendirinya membasahi punggung milik ibunya, mereka berdua sama-sama saling melepas rindu, sampai Jasmeen seperti tak mau lagi ditinggalkan oleh wanita yang sudah melahirkannya itu.


" Ibu aku sungguh rindu ibu, Hiks! " Jasmeen berujar dengan terisak, ia menangis tersendu-sendu dibalik pelukkannya dengan ibu Andini.


" Hey putri cantik ibu, kenapa jadi menangis sayang jangan khawatirkan ibu lagi ya, ibu sudah sehat nak, " ibu Andini menjawab sembari melepaskan pelukannya dengan putri sulungnya, kemudian wanita paruh baya itu memandangi raut wajah cantik putrinya dengan tersenyum, lalu ibu Andini perlahan menyeka air mata yang membasahi pipi Jasmeen dengan lembut.


" Ah ibu, ini air mata bahagiaku bu, Jasmeen sangat senang dan bahagia akhirnya tuhan mau mengabulkan doa Jasmeen untuk menyembuhkan penyakit ibu, " gadis itu membalas dengan tersenyum tulus kepada ibunya.


Setelah mereka bedua puas saling melepas rindu tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan mereka.


Sontak Jasmeen dan ibu Andini sedikit terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu tersebut, terlihat seorang pria berjas hitam dan berpawakan gagah membuka pintu. Dia bediri di depan pintu ruangan ibu Andini, ternyata pria berjas tersebut ialah Hans orang suruhan dari Zayn Jakson.


" Nona Jasmeen! " Hans memanggil nama Jasmeen dengan sopan dan menundukkan kepala, seketika Jasmeen menatap ke arahnya dengan heran, apalagi ibu Andini menatap Hans dan Jasmeen bergantian serta sedikit kebingungan.

__ADS_1


Sebelumnya Jasmeen belum pernah melihat Hans, maka dari itu Jasmeen begitu bingung, ia tak tahu pria didepannya itu siapa, Jasmeen hanya kenal dengan sekertaris Vano saja, orang yang setia dan patuh berdiri disamping Zayn, pria muda tampan dan kaya yang akan menikahi dirinya tanpa rasa cinta sedikitpun.


" Maaf mengganggu waktu anda, tuan muda sudah menunggu anda, saya diutus untuk menjemput anda! " ujarnya kepada Jasmeen, seketika tubuh Jasmeen menegang wajahnya berubah pucat, ia langsung mengingat akan jadwalnya hari ini.


Aduh mati aku mati kenapa aku sampai kelupaan dengan jadwal hari ini.


Dengan raut kebingungan Jasmeen beralih menatap ibu Andini. Namun pada saat Jasmeen melihat ke arah ibu Andini raut wajahnya berubah menjadi tenang, ia tidak ingin membuat ibunya khawatir memikirkan dirinya.


" Ada apa nak? " tanya ibu Andini dengan sedikit penasaran akan sifat putrinya yang tiba-tiba ada yang aneh.


" Em ibu, maaf bu maksud dari perkataan tuan itu Jasmeen di panggil sama, em....bos besar, iya bos Jasmeen bu, " Jasmeen menjawab pertanyaan ibunya dengan sedikit gemetaran. Jasmeen takut jika wanita paruh baya yang sangat disayanginya itu kecewa kepadanya.


" Maksud kamu apa nak? bos? bos kamu siapa? kamu kan masih sekolah nak? " Ibu Andini bertanya dengan sangat penasarannya.


" Ah itu.."


" Ah itu, iya Jasmeen lupa bu, em sekarang...Jasmeen sebenarnya sekolah sambil berkerja, ah iya Jasmeen sekolah sambil kerja bu, tuan itu anak buah boss Jasmeen sekarang, dan saat ini Jasmeen di panggil olehnya bu, apakah ibu mengijinkan Jasmeen pergi dengannya. " Jasmeen terpaksa berbohong lagi kepada ibunya, saat ini pikiran Jasmeen begitu kalut, bagaimana caranya dia bisa membuat ibunya percaya sekaligus mengijinkannya dengan alasan yang sudah dibuatnya sekarang.


Ibu Andini yang tiba-tiba merasakan jika ada sesuatu yang sudah disembunyikan oleh putrinya sulungnya itu hanya bisa berpura-pura percaya, ia tahu pasti ada alasan sendiri bagi Jasmeen untuk menutupi semua ini dari ibunya.


" Benarkah kamu selama ini sekolah sambil kerja nak? " ibu Andini bertanya dengan sedikit terkejut setelah mendengar bahwa Jasmeen sudah bekerja diusianya yang masih muda ini.


Terpaksa gadis itu pun mengangguk ragu, sejujurnya saat ini Jasmeen sangat gerogi dan takut ketika menjawab pertanyaan dari ibunya, keringat Jasmeen sudah mulai bercucuran membasahi sebagian punggung Jasmeen.


Ibu Andini menghela nafas pelan, saat ini ibu Andini tidak mau memperpanjang masalah, karena ibu Andini tahu suatu hari nanti pasti Jasmeen mau bercerita dengan sendirinya, ia tak tahu hal apa saja yang sudah dihadapi oleh putri sulungnya itu saat sendirian diluar sana.

__ADS_1


" Sekarang kamu sudah tumbuh dewasa nak, meskipun belum waktunya, maafin ibu ya sayang, ibu hanya bisa merepotkanmu, " ujar ibu Andini dengan begitu lirih tak terasa air matanya perlahan menetes membasahi wajah cantiknya, Jasmeen yang melihatnya pun tidak tega ia langsung menyeka air mata ibunya.


" Hust ibu, kenapa ibu berbicara begitu, Jasmeen melakukan ini semua hanya untuk ibu, Jasmeen gak mau ibu sakit parah dan meninggalakan Jasmeen dan Bellva, kami masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu, Jasmeen sayang sama ibu. " Jasmeen berujar lembut kepada ibunya, dengan raut wajah yang sama, ia juga meneteskan air matanya, kemudian Jasmeen memeluk ibu Andini dengan erat.


" Sudah ibu jangan bersedih lagi ya, " imbuh Jasmeen sembari melepas pelukan dengan ibunya, ibu Andini pun mengangguk mengiyakan.


Saat ini ibu Andini sedang berpikir mungkin saat dia sedang sakit Jasmeen sedang membanting tulang diluar sana untuk mencari uang pengobatan dirinya serta biaya sekolah. Jasmeen juga berusaha untuk melakukan berbagai macam cara agar bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi dirinya, ibu Andini paham betul dengan sikap Jasmeen dan juga Bellva itu berbeda, putri keduanya itu sangat bertolak belakang dengan putri pertamanya, karena Jasmeen itu anaknya lebih bekerja keras dari pada Bellva.


" Ya sudah kalau begitu, kamu bisa temui bosmu dulu nak. " Ibu Andini membalas Jasmeen dengan lirih dan juga tersenyum hangat, seketika Jasmeen terkejut dibuatnya, Jasmeen tak percaya jika ibunya mengijinkan.


Apa? ibu percaya padaku, ah syukurlah, terimakasih tuhan, terimakasih, ibu maafkan Jasmeen ya terpaksa membohongi ibu lagi.


Akhirnya Jasmeen bisa menghela nafas dengan lega kemudian ia membalas ibunya dengan tersenyum dan mencium kening ibu Andini.


" Ibu terimakasih ya bu, sudah mengijinkan Jasmeen, maaf Jasmeen harus bertemu sekarang dengan bos, jika urusan Jasmeen sudah selesai Jasmeen janji akan kesini lagi dengan cepat. " Jasmeen berujar kepada ibunya sembari memegang erat tangan lembut milik ibu Andini.


Ibu Andini mengangguk dengan tersenyum, wajahnya yang masih terlihat sedikit pucat membuat Jasmeen tidak tega untuk meninggalkannya, baru sebentar ia melepas rindu dengan ibunya, namun bagaimana lagi ia juga hampir membuat kesalahan karena sudah melupakakan suatu hal yang penting berurusan dengan Zayn.


Terpaksa dan dengan berat hati Jasmeen melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ibunya kemudian menemui orang yang memanggil dirinya itu.


" Em sebentar saya akan mencari suster dulu untuk menjaga ibuku ya. " Jasmeen berujar kepada Hans, ia menatap Hans dengan lekat dan juga sedikit memelas.


" Tidak perlu nona, silahkan nona menemui tuan muda terlebih dahulu, beliau sudah menunggu nona dibawah, anda sudah tidak punya banyak waktu lagi, " Hans membalas Jasmeen dengan tegas dan datar namun sopan.


" Tapi ibuku.."

__ADS_1


" Ibu anda akan baik-baik saja, saya akan menyuruh pengawal untuk menjaganya langsung disini, silahkan nona ikuti saya, biar urusan ibu anda, orang suruhan saya akan mengurus semuanya " seketika Jasmeen pun mengerti, ia mengangguk dan mengikuti langkah Hans pergi meninggalkan ruangan ibunya.


***


__ADS_2