Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 24 - Angel's Boutique


__ADS_3

" Selamat pagi Nona! " sapa seorang pria berpawakan tinggi dan gagah menunduk sopan kepada Jasmeen.


" Ya selamat pagi. "


" Maaf Nona, saya datang kesini untuk menjemput anda, " ujar pria itu dengan nada tegas namun masih terlihat sopan. Jasmeen langsung mengangguk mengerti.


" Ya aku sudah tau, sebentar aku mau ambil tas dulu, " pamitnya kemudian dibalas anggukan oleh pria yang ada didepannya itu.


Beberapa menit kemudian Jasmeen keluar kemudian mengunci pintu rumahnya dan mereka berdua segera berangkat.


Disepanjang perjalanan Jasmeen hanya diam, ia tak berani membuka suaranya, sedari tadi pikiran Jasmeen bertanya-tanya. Kira-kira dirinya mau dibawa kemana. Jasmeen ingin sekali bertanya kepada pria yang menjemputnya itu, namun ia tak mempunyai keberanian, setiap ingin mengeluarkan suara rasanya terasa berat ditenggorokan.


Sesampainya ditempat tujuan, mobil mereka pun berhenti, pria yang sedang mengemudi mobil itu segera turun lalu berlari mengintari mobil untuk membukakkan pintu milik Jasmeen.


" Mari Nona silahkan turun, " ujarnya sopan sembari membuka pintu mobil milik Jasmeen, gadis itu mengangguk lalu turun dari mobil, ia menuruti semua perkataan pria yang ada didepannya itu tanpa menegurnya sama sekali.


Gadis itu terlihat begitu kebingungan, ketika melihat area sekitarnya, pikirannya kembali bertanya-tanya, kali ini dia sedang ada dimana. Namun saat Jasmeen tidak sengaja menoleh kedepan mata gadis itu langsung tertuju pada sebuah butik busana yang bertulisan Angel's Boutique, ketika itupula Jasmeen langsung mengeryitkan dahinya.


" Kenapa aku di bawa kesini? " tanya Jasmeen dengan raut wajah kebingungan. Namun pria yang membawanya itu tidak menjawab pertanyaan Jasmeen, membuat Jasmeen begitu kesal.


" Nona silahkan masuk, didalam tuan muda sudah menunggu anda, " ujarnya sopan, agar gadis itu segera memasuki butik tersebut.


Tanpa menjawab ucapan pria itu, Jasmeen memasuki butik busana dengan ragu, meskipun Jasmeen kesal dengan pria itu. Namun ia tetap menuruti semua ucapan darinya, setelah masuk kedalam. Jasmeen tertegun ketika melihat isi dalam butik, matanya tak berhenti menyoroti tempat itu, begitu besar dan Desain interiornya dan sangat mewah, banyak berbagai model pakaian modern untuk wanita serta aksesoris gaya terkini, sebagian pakaian modern khusus laki-laki juga ada banyak disana dan sudah tertata rapi.


Jasmeen jelas tahu harga pakaian yang ada didalam butik yang diinjaknya saat ini, tidak ada yang murah, semua diatas puluhan juta, mulai dari pakaian dan gaun kelas atas yang khusus didesain oleh Desainer terkenal di negara XX untuk kalangan Artis papan atas dan juga pengusaha sukses, butik ini mendesain semua pakaian dan gaun dengan kualitas yang sangat tinggi.


Namun yang ada dipikiran Jasmeen saat ini, kenapa dirinya bisa dibawa kesini?


Beberapa menit kemudian tiba-tiba gadis itu disambut oleh pelayan butik yang bekerja disana.


" Nona Jasmeen? " tanyanya sopan dan tersenyum ramah.


" Ya. " Jasmeen mengangguk, tiba-tiba gadis itu merasa tidak asing dengan pelayan yang menyambutnya, sama halnya dengan pelayan itu.

__ADS_1


Pelayan itupun juga merasa tidak asing dengan Jasmeen, sepertinya mereka pernah bertemu, tapi entah dimana? mereka masih tidak ingat dan sama-sama merasakan ke-asingan satu sama lain.


Jasmeen menepisan semua pikiran itu.


" Mari Nona ikut dengan saya, " ajaknya sopan dan ramah. Jasmeen pun mengangguk mengikuti pelayan butik itu, dan ternyata ia dibawa disebuah ruangan khusus dan didalamnya ternyata sudah ada dua orang pria yang tak asing baginya, siapa lagi jika bukan Zayn dan Vano sekertaris Zayn.


Zayn duduk dengan membaca sebuah majalah ditangannya, kemudian ketika Jasmeen datang ia menoleh ke arah gadis itu sejenak.


Prok Prok Prok.


Setelah kedatangan Jasmeen. Vano langsung menepuk tangannya sampai tiga kali, membuat Jasmeen kebingungan, tiba-tiba muncul tiga pelayan butik berlari mendekat ke arahnya.


" Cepat lakukan tugas kalian sekarang! " perintah Vano dengan suara tegas dan ekspresi datar yang sulit dibaca orang.


" Baik tuan, " salah satu pelayan menjawab sopan dan menunduk hormat, pelayan itu segera mengajak Jasmeen untuk memasuki sebuah ruangan lagi, entah itu ruangan apa Jasmeen pun tidak tahu, dan ia juga tak mau tau. Gadis itu tak banyak bicara ia hanya mengikuti apa yang disuruh oleh mereka.


Zayn yang melihat Jasmeen menjadi penurut langsung menyunggingkan sedikit senyumnya, lelaki itu sedari tadi tak berhenti mengawasi gerak-gerik calon istrinya, meskipun Zayn diam dan seolah-olah sedang membaca. Namun ia juga tahu jika gadisnya itu sedang kebingungan.


" Nona, silahkan anda memakai gaun ini, " perintah salah satu pelayan butik dengan ramah sambil menyodorkan sebuah gaun putih yang sangat cantik.


" Hm pasti gaun ini sangat mahal harganya, mungkin jika aku menginginkan gaun ini harus menjual salah satu ginjalku dulu baru bisa membelinya, " gumam Jasmeen dalam hati, lalu gadis itu sedikit terkekeh setelah menyadari ucapannya barusan.


Jasmeen menerima gaun itu, ia menurut dan tak mau banyak bicara, setelah itu Jasmeen berganti pakaian dengan gaun yang telah diberikan pelayan butik itu didalam ruang ganti.


Jasmeen menatap dirinya didepan cermin dengan penuh kagum, rasanya sungguh tidak percaya jika yang ada dicermin itu ialah dirinya.


" Sungguh gaun yang sangat cantik dan sempurna, " gumamnya lagi dalam hati lalu tersenyum.


Setelah selesai berganti pakaian, gadis itu keluar dari ruang ganti, kemudian saat ketika mata pelayan itu menatap ke arah Jasmeen, mereka langsung berdecak kagum dan menutup mulutnya yang sempat ternganga dengan kedua tangannya.


" Ya tuhan Nona, anda benar-benar sangat cantik sekali saat memakai gaun ini, sungguh terlihat sempurna, bak putri khayangan, " puji salah satu pelayan itu karena kagum melihat Jasmeen, membuat Jasmeen begitu malu dengan pujian dari pelayan itu.


Gadis itu terlihat benar-benar sangat cantik dengan gaun yang menempel ditubuhnya, meskipun tak memakai riasan make up apa pun, gadis itu tetap terlihat cantik, mata biru, kulit putih membuat setiap gadis yang menatapnya dibuat iri.

__ADS_1


Tak lama kemudian tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, terlihat seorang wanita berumur 30 tahun-an memasuki ruangan itu dan melebarkan senyum kearah Jasmeen.


Namun Jasmeen justru terkejut setelah melihat kedatangan wanita itu.


" Hah itu? dia-kan bos wanita yang butiknya pernah aku lam.... " pikiran Jasmeen buyar ketika mendengar pujian yang dilontarkan dari wanita itu.


" Wah ini anda Nona Jasmeen? anda cantik sekali, gaunnya juga sungguh pas ditubuh anda, membuat anda terlihat sangat sempurna, " ujarnya memuji. Jasmeen tak bisa berkata-kata, gadis itu terseipu malu, lalu ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah diwajahnya.


" Oh shit, pasti sekarang wajahku memerah, " pekik Jasmeen dalam hati.


" Mari Nona kita keluar, tuan pasti senang setelah melihat anda memakai gaun ini, " ajaknya untuk keluar ruangan menemui Zayn, dan ternyata wanita ramah yang barusan datang itu ialah pemilik Butik ini.


" Apa dia tidak mengingatku? " ujar Jasmeen dalam hati.


Jasmeen pun keluar dengan tangannya digandeng oleh pemilik butik yang bernama Ny.Meike.


Zayn mendengar pintu terbuka, kemudian lelaki itu langsung terfokus kepada Jasmeen, mata Zayn tak berhenti untuk mentap ke arah Jasmeen yang terlihat sangat cantik, lelaki itu sungguh terpesona dengan bentuk tubuh yang dimiliki Jasmeen, gaun yang sudah dipilihnya juga pas ditubuh Jasmeen. Zayn tak salah memilih gaun itu, membuat gadisnya terlihat benar-benar sempurna, kemudian lelaki itu sedikit menyunggingkan senyumnya.


Vano yang sedari tadi berada disamping Zayn terdiam, dia juga menatap kagum ke arah Jasmeen, pandangannya terus tertuju pada calon istri bosnya itu, sejenak Zayn ternyata mempergoki Sekertarisnya yang diam-diam tengah menatap ke arah calon istrinya.


" Ehem, hmm. " Deheman kecil dari Zayn membuyarkan isi pikiran milik Vano, seketika Vano menjadi gelagapan, lelaki itu langsung salah tingkah, kemudian segera Vano mengalihkan pandangannya seolah dirinya tidakmelihat apapun.


" Aku melihatmu Vano, apa yang kau lakukan Vano, hmm? " tanya Zayn dengan mengangkat satu alisnya kepada Vano.


Seketika Vano tersentak, ketika mendengar ucapan dari bosnya, saat ini ia benar-benar menyesal sekaligus malu dengan tingkahnya, bagaimana bisa ia begitu ceroboh menatap calon istri bossnya seperti itu.


Semua orang yang melihat tingkah kedua orang didepannya itu hanya bisa menahan tawa.


" Ah kenapa aku, apa aku ini gila, sungguh bodoh! " pikirnya dalam hati dengan mengutuk'i dirinya sendiri.


" Maafkan saya, saya tidak akan mengulanginya lagi. " ujarnya meminta maaf, lalu lelaki itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


****

__ADS_1


Halo semuanya,šŸ˜ makasih yang masih mau stay dengan cerita ini😘 oh ya aku cuma mau ngumumin kepada kalian, yang ingin tahu cast visual pemain cerita ini udah ada ya, silahkan buka lagi


Chapter 1 - Prolog & Visual ā¤, disana sudah ada Visual para pemainnya Be Love Me, Pleaseā¤ jangan lupa tinggalin jejak ya kakak🄰 Terimakasih banyak sampai jumpa, jaga kesehatan ya semuaā¤


__ADS_2