Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 32 - Aku Baik-baik Saja


__ADS_3

" Bagus sekali dua orang lawan satu " ujar seorang laki - laki dengan suara berat dan datar, laki laki itu datang dengan tiba - tiba, menghentikan pertengkaran ketiga perempuan didepannya itu.


Suara berat dari laki - laki itu seketika membuat Vannya dan mama Mireya menghentikan aksinya.


" Siapa kamu! " seru Vannya kepada laki - laki tersebut.


" Tidak perlu bertanya saya siapa, tanya saja pada mamamu, dia pasti mengenal saya! " serunya dengan tampang datar.


Vannya langsung menatap mamanya tengan intens, untuk meminta penjelasan.


" Siapa laki - laki ini ma? " tanya Vannya kepada mama Mireya, wanita paruh baya itu nampak terlihat begitu terkejut setelah berhasil melihat siapa yang datang.


" Daven??? " mama Mireya berututur lirih sembari menatap laki - laki itu.


" Iya tante Mireya ini adalah saya! apakah anda ingat dengan saya, kalau anda mengingat saya itu sangat bagus, " ujar Daven kepada mama Mireya.


Namun mama Mireya tetap diam, wanita itu mulai terlihat resah.


" Oh ya permainan kalian sangat bagus, dua orang lawan satu, " sekali lagi Daven bertepuk tangan.


Prok Prok Prok...!


" Astaga anak ini, kenapa bisa muncul disini, apakah dia sengaja mengikutiku, atau jangan - jangan laki - laki ini mengenal gadis kampung itu, " begitulah isi pikiran wanita paruh baya itu.


***


Satu tahun yang lalu....


Disebuah kawasan elite khusus Apartemen, salah satu Apartemen disana ditempati oleh dua sejoli yang sedang bermesraan dan bersantai ditepi kolam renang berukuran L: 25M dan P: 50M. Seorang pria dan wanita itu sudah menganggap sekitarnya seperti dunia mereka sendiri.


" Sayang aku mencintaimu, " ujar seorang wanita dengan menggelayut manja dileher pria yang dicintainya itu.


" Iya sayang aku juga, " pria itu membalas dengan tersenyum.


Ketika mereka asik bersantai dan tertawa bersama, tiba - tiba terdengar suara pintu didobrak dengan keras, membuat sepasang kekasih yang berada didalamnya itu begitu terkejut dan mereka langsung berdiri.


" Kalian berdua bengsek! " Seru seseorang wanita cantik yang tiba - tiba datang dan berteriak kepada kedua sepasang kekasih itu, wanita itu juga tidak sendirian, dia membawa beberapa bodyguardnya untuk mendobrak pintu.


Pria yang sedang bermesraan dengan wanita itu langsung terkejut dan mereka membeku ditempat.


Seorang wanita yang baru datang itu segera mendekat ke arah pria dan wanita itu, lalu menampar pria itu dengan keras.


Plakkk...!


" Bengsek kamu Bram. Brengsek...!! aku benci kamu, beraninya kamu selingkuh dibelakangku ha? " ujar wanita yang baru datang itu, ternyata dia adalah istri dari Bram Steve, pria yang sedang bermesraan dengan wanita lain itu, kedua orang yang sudah tercyduk itu tidak berani membuka suara.


" Dan untuk kamu Mireya, teman macam apa kau ini Brengsek! "


Plakkkk... Tamparan mendarat tepat dipipi wanita yang bernama Mireya itu, dengan satu tangan yang sedari tadi sudah siap buat menampar wanita yang bersetatus selingkuhan suaminya tersebut.

__ADS_1


Mireya adalah wanita selingkuhan dari Bram suami sah Rania, mama kandung dari Daven steve.


" Mama kenapa tega seperti itu, dia itu temanmu, kalau mau menampar, tampar saja papa, dia tidak salah ma, " seru Bram berniat melindungi wanita yang saat ini disampingnya.


" Teman ya?? jadi papa membela dia dari mama iya?? Teman macam apa dia mau diajak selingkuh dengan suami temannya sendiri, menjijikan sekali! "


" Ma sudah cukup, papa akan jelaskan dirumah, ayo kita pulang ini bukan seperti yang mama lihat. "


" Bukan seperti yang mama lihat bagaimana ha? jelas sekali kalian berdua selingkuh disini dan dengan tidak tahu malu sama sekali. " Ujarnya dengan dipenuhi emosi, pria itu lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


" Ma please, ayo kita pulang papa jelaskan dirumah. " ajak Bram kepada istrinya itu.


" Cukup! papa tidak perlu membawa mama pulang! " sahut seorang laki - laki muda yang baru saja datang dari tempat itu, mereka bertiga langsung menoleh ke arah sumber suara dengan terkejut.


" Dav - Daven.... " seru mama Rania dengan terbata, dan Bram sudah tidak bisa berkata-kata lagi, tubuhnya seperti beku dan bibirnya sulit sekali untuk mengucapkan sesuatu.


" Papa tidak usah pulang, cukup papa sampai disini saja menyakiti mama, aku tidak mau papa menyakiti mama lagi, mama sudah banyak menderita karena papa, lebih baik papa bawa selingkuhan papa itu keluar, biar mama aku yang bawa pulang, " ujar Daven sembari merah tangan mamanya.


" Ayo ma, lebih baik kita pulang, " ajak Daven kepada mamanya, kemudian Rania menyetujui ajakan putranya itu, dan Daven segera menarik tangan mamanya dengan lembut lalu membawanya pergi dari tempat itu.


" Daven tunggu nak, papa bisa jelasin, ini semua bukan yang seperti kalian lihat, " tutur Bram kepada Daven namun laki laki itu langsung menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya.


" Stop bilang kalau kau ini adalah papaku, aku tidak punya papa sepertimu, aku hanya punya mama, dan inget satu hal, kamu sudah tidak aku anggap sebagai papaku! "


" Rania, Daven! " seru Bram memanggil nama Istri dan anaknya itu, namun mereka berdua tak mengindahkan ucapan Bram.


Bersambung.


***


Berbeda dengan Jasmeen, gadis itu terlihat begitu kacau dengan rambut yang berantakan akibat ulah Vannya. Jasmeen memegangi kepalanya yang sakit akibat mendapat jambakan keras dari Vannya.


" Ada apa sih ini mam, siapa dia? Daven siapa mam? kenapa mama berubah gelisah seperti itu? " tanya Vannya kepada mamanya.


" Ah itu, ti - tidak mama baik baik saja, kalo begitu ayo kita pulang saja sayang. " Ajak mama Mireya kepada Vannya.


" Lohh mam bagimana sih kita kan belum selesai dengan gadis sialan ini! " serunya sambil menunjuk ke arah Jasmeen yang sedang kesakitan itu.


" Sudah ayo kita pulang! " seru mama Mireya lagi.


" Tapi mam, kitakan --- "


" Vannya pulang!!! " Akhirnya mama Mireya berteriak kepada Vannya, karena wanita paruh baya itu kesal kepada putrinya yang tidak bisa mengertikannya itu.


" Iya iya mam, gak usah teriak - teriak juga kali. " tutur Vannya dengan mengecutkan bibirnya.


Vannya dan mama Mireya-pun segera pergi dari rumah Jasmeen, namun langkahnya terhenti ketika sebuah mobil Alphard hitam berhenti tepat didepan mereka.


" Astaga mam bukannya ini mobil Zayn ya? " tanya Vannya kepada mamanya, namun mama Mireya tidak menjawab.

__ADS_1


Sekertaris Vano segera turun dari kemudinya, kedua wanita yang berada tepat didepan mobil itupun gemetar ketakutan.


" Mam itu sekertaris sialan Zayn mam, " bisik wanita cantik itu ditelinga mamanya.


" Iya mama tahu, sudah jangan takut kita pasti bisa kabur, " ujar wanita paruh baya itu sembari menenangkan putri tercintanya, kini mereka berdua nampak sangat ketakutan.


Begitu juga dengan Daven, lelaki itu nampak terkejut dengan kedatangan mobil Alphard tersebut.


Sekertaris Vano tak menghiraukan keberadaan kedua wanita itu, melainkan langsung mendekat kearah Jasmeen, lalu menundukkan kepalanya sopan tepat dihadapan gadis itu.


" Nona apa anda baik baik saja, apakah anda terluka? " Tanya Vano kepada Jasmeen.


" Ah tidak, aku baik - baik saja kok, cuma penampilanku berantakan, " ujarnya sedikit berbohong, padahal rasanya masih sakit.


Lalu sekertaris Vano melirik Daven dengan tajam, Daven terkejut ia juga mengenal sekertaris itu.


Bukankah itu sekertaris pribadi tuan Zayn, penerus Matja Jakson ya, kenapa ada disini, dan ada hubungan apa dengan Jasmeen.


Kedua wanita yang mematung ditempat itu perlahan berjalan untuk kabur dan akhirnya mereka berlari sekencang mungkin agar mereka bisa lolos dari tempat itu, namun ternyata tidak semudah yang mereka bayangkan, mereka tidak bisa lolos begitu saja.


Mobil sedan hitam berhasil menghentikan langkah kedua wanita itu. Hans segera keluar dari kemudinya dan menangkap mereka berdua lalu membawanya masuk mobil untuk dibawa pergi dari sana, sesuai instruksi Zayn.


Jasmeen dan Daven yang melihatnya pun terkejut, tidaklah dengan sekertaris Vano, dia nampak biasa saja dan memasang wajah datarnya.


" Nona kita sudah tidak punya banyak waktu lagi silahkan nona masuk kedalam mobil! " seru Vano kepada Jasmeen, agar gadis itu segera memasuki mobil yang dikemudinya itu.


Jasmeen dengan langkah berat menuruti ucapan Vano, gadis itu mengabaikan keberadaan Daven.


" Jasmeen! " seru Daven memanggil nama Jasmeen dan Jasmeen sontak menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghedap ke arah Daven.


Seseorang didalam mobil sedang mengawasi mereka berdua, sedari tadi dia juga menahan amarahnya akibat dua wanita yang sudah berani menyentuh calon istrinya itu, dan sekarang apa lagi ditambah dengan seorang laki - laki yang muncul dengan tiba-tiba seperti seorang pahlawan.


Jasmeen terdiam, ia tak mungkin meladeni ucapan Daven, karena jika ia meladeni Daven pasti dirinya akan berada dalam masalah, apalagi disini masih ada orang kepercayaaan Zayn


" Maaf Daven aku masih ada urusan, aku pergi dulu, " pamit Jasmeen sembari membalikkan tubuhnya lalu memasuki mobil yang sudah ditunjukan oleh Vano.


Pada saat Jasmeen memasuki mobil yang sudah dibukakan oleh sekertaris itu, ia nampak sedikit terkejut ternyata tuan Zayn Jakson ada didalamnya, lelaki itu memasang wajah sangat dingin, sepertinya suasananya hari ini tidak terlalu baik, namun Jasmeen tetap memsuki mobil itu dan duduk disamping Zayn.


Setelah Jasmeen sudah memasuki mobil itu, pintu mobil kembali ditutup oleh sekertaris Vano, lelaki itu tanpa menyapa Daven segera mengitari mobilnya dan kembali melanjutkan perjalanannya untuk melangsungkan pernikahan bosnya itu.


Daven terdiam laki laki itu mematung tak percaya apakah yang dilihatnya itu adalah nyata atau dia hanya sedang bermimpi, sampai Daven mencoba menampar pipinya sendiri.


Plakk.. ! pada akhinya Daven mendesis kesakitan.


" Bukan, ternyata ini bukan mimpi, tapi kenapa Jasmeen bisa dibawa oleh orang - orang itu, ada apa dengan dia?? " gumamnya dalam hati.


***


Berikan like, komen dan vote, jangan lupa rate bintang 5 juga ya kakak❤ aku akan update setiap hari.🤗

__ADS_1


Terima kasih banyak semuanya🥰❤


__ADS_2