
" Kehidupan yang sesungguhnya akan dimulai " Jasmeen.
***
Hari semakin sore.
Selepas kepergian orang tua Zayn dan para pelayan yang sudah kembali kepekerjaan masing - masing, sekarang Zayn dan Jasmeen membersihkan dirinya sendiri disatu kamar yang sama, tetapi Jasmeen masih duduk didepan meja cermin, sementara Zayn, laki - laki itu sedang berada dikamar mandi.
Jasmeen berada didepan cermin, menatap dirinya dengan nanar, sepertinya gadis itu sedang berpikir keras, dia takut jika ibunya akan mengetahui pernikahannya ini, tetapi disisi lain Jasmeen juga merasa senang kalau dia akan bersekolah lagi.
Jantung Jasmeen kembali berdegup kencang, ketika pikirannya kembali pada pernikahan, sekarang dia sudah menjadi seorang istri, dan sebentar lagi gadis itu harus wajib menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
Mata Jasmeen seketika membulat sempurna, pikirannya menerka - nerka, nanti malam apa yang akan terjadi kepadanya, dia harus tidur satu ranjang dengan laki - laki yang sudah sah menjadi suaminya tersebut.
" Ya tuhan apa yang akan aku lakukan nanti malam, " Jasmeen bergumam seraya masih menerka - nerka.
Suara pintu kamar mandi terbuka, tetapi Jasmeen tidak mendengarnya. Zayn keluar dengan kaos putih yang sudah melekat ditubuh sempurnanya, serta rambutnya yang masih basah, membuat laki-laki itu terlihat lebih segar. Zayn menatap ke arah gadis yang sudah sah menjadi istrinya dengan heran.
Tanpa mengeluarkan suara laki - laki itu mendekati Jasmeen, menyentuh pundak milik gadis itu dengan tiba - tiba, membuat Jasmeen tersentak lalu berdiri dan mengembalikkan badannya tepat dihadapan Zayn.
Dari situlah mata mereka berdua bertemu. Zayn terlihat sangat tampan, dengan rambutnya yang masih basah perlahan menetesi wajah tampannya.
Zayn menatap mata biru Jasmeen begitu dalam, sementara Jasmeen, gadis itu juga sama menatap mata manik indah milik Zayn.
Mereka berdua saling bertatap mata cukup lama, sampai akhirnya denyup jantung Jasmeen berdetak semakin kencang, mungkin lawan jenisnya itu mendengar detak jantung tersebut.
Jasmeen-pun akhirnya tersadar, gadis itu segera menghentikan tatapan itu, lalu menjauhkan tubuhnya dari Zayn dan berjalan mundur sambil menundukkan kepalanya.
" Maaf, a aku akan pergi mandi, " ujar gadis itu tanpa menatap kearah laki - laki yang sudah sah menjadi suaminya tersebut. Zayn tak bergeming laki - laki itu tak menjawab ucapan Jasmeen.
Pada saat Jasmeen ingin berlari ke kamar mandi, tiba - tiba Zayn menghentikan langkah gadis itu dengan cara meraih tangan Jasmeen, tanpa disadari Zayn langsung mencium bibir Jasmeen. Sontak membuat Jasmeen langsung terkejut, gadis itu membulatkan matanya lagi.
Jasmeen terdiam ingin sekali rasanya ia menolak keras, tetapi tidak bisa, karena Zayn sudah memegangi kedua lengannya dengan erat.
Karena tidak ada penolakan dari Jasmeen. Zayn melanjutkan ciumannya. Jasmeen tetap diam ia tak membalas ciuman itu karena memang Jasmeen tidak bisa berciuman. Sampai rasanya Zayn gemas kemudian laki - laki itu menggigit kecil bibir milik Jasmeen, dan Jasmeen-pun langsung tersentak membuka mulutnya.
__ADS_1
Sampai dirasa ciuman mereka semakin memanas, rasanya Zayn sudah tidak kuat lagi, ingin sekali ia membopong istrinya itu diatas ranjang dan memakannya sekarang juga, namun laki - laki itu sadar kalau istrinya ingin mandi.
Zayn melepas ciuman itu, nafas mereka berdua terengah - engah. Zayn segera menjauhkan tubuhnya dari Jasmeen dan begitu pula dengan Jasmeen, gadis itu langsung menundukkan kepalanya, wajahnya memerah, ia tak berani menatap ke arah suaminya.
" Hah sepertinya dia ingin membunuhku, " gumam Jasmeen lirih sambil menundukkan kepalanya.
" Mandilah dulu, aku tunggu, aku mau bicara denganmu, " ujar Zayn dengan suara berat, sebisa mungkin laki - laki itu harus bisa menahan hasratnya, karena ia tak mau memakan istrinya yang ingin mandi itu.
Jasmeen mengerti, laki - laki itu sungguh membuat dirinya kesal dan malu. Tanpa menunggu jawaban dari Jasmeen. Zayn meninggalkan istrinya yang masih berdiri ditempat tersebut.
Kemudian gadis itupun segera berlari menuju ke kamar mandi. Zayn tersenyum tipis ketika ia mendengar Jasmeen sudah berlari memasuki kamar mandinya.
" Ya tuhan ini sangat memalukan sekali, sepertinya dia tadi mau membunuhku, sampai tidak membiarkanku bernafas sebentar saja, " umpat Jasmeen sedikit kesal sembari memegangi dadanya yang saat ini masih berdetak tak karuan, wajah Jasmeen memanas mungkin sekarang wajah itu memerah karena menahan kesal dan malu.
" Em tetapi kenapa aku tadi tidak bisa menolaknya ya dan rasanya ciuman itu.... Ah tidak - tidak, ada apa dengan aku ini, memalukan - memalukan, " sambung Jasmeen dengan menepuk kedua pipinya secara bergantian, lalu menutup matanya dengan kedua tangannya.
" Aku tidak boleh jatuh cinta kepada laki - laki itu. " Batin Jasmeen lalu melanjutkan aktivitas mandinya.
***
Beberapa saat kemudian setelah Jasmeen selesai mandi dan berganti pakaian, gadis itu berjalan mendekat ke arah Zayn dengan canggung, sambil menundukkan kepalanya dan meremas sedikit jari tangannya.
" Duduklah! " seru Zayn tanpa menatap ke arah Jasmeen. Dengan rasa yang masih canggung Jasmeen pun menurut, gadis itu mendudukkan tubuhnya disofa yang ada didepan suaminya.
" Lupakan kejadian tadi, " tutur Zayn yang mengerti akan tingkah canggung Jasmeen.
" Ah i iya, " Jasmeen membalas dengan sedikit terbata.
" Kau masih ingat peraturan yang pernah Vano berikan kepadamu? " Zayn bertanya dengan raut wajah datar, dan jelas Jasmeen faham apa maksud perkatan laki - laki itu.
Jasmeen menelan salivanya dengan kasar, rasanya ia ingin sekali berpura - pura lupa dengan peraturan tersebut, tetapi Jasmeen tidak mempunyai keberanian untuk berbicara seperti itu.
" Iya aku ingat. "
" Bagus, aku juga akan mengabulkan syarat darimu, besok Vano akan mendaftarkanmu disekolah, kalau bisa bersekolah lagi, tetapi jangan lupakan peraturan itu, mengerti! " seru Zayn dengan posisi sama, kali ini laki - laki itu fokus menatap kearah laptopnya yang sedari tadi ada dipangkuannya.
__ADS_1
" Em iya aku mengerti, tapi aku belu--- "
" Kau tidak perlu khawatir, persiapan sekolahmu Vano akan mengurus semuanya. "
" Ah begitu ya, baiklah terimakasih banyak, " balas Jasmeen dengan tersenyum, lalu suasana mereka berdua menjadi hening.
Tok tok tok... Tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar berhasil memecahkan keheningan diantara mereka.
" Masuk! " seru Zayn datar.
Kemudian pintu itu terbuka, terlihat seorang pria berumur 45 tahunan menundukkan badannya sopan didepan pintu. pria itu berumur 45 tahun itu bernama pak Manto, dia adalah pengurus Villa milik keluarga Zayn ini, dan dia disini bekerja bersama istrinya yang menjadi pelayan.
" Maaf tuan sudah mengganggu istirahat anda dan nyonya muda, saya datang kesini ingin memberitahu kalau makan malam sudah siap, " tutur pak Manto dengan sopan.
Zayn membalas dengan deheman saja, laki - laki itu segera meletakkan laptopnya diatas meja dan berdiri melangkahkan kakinya melewati Jasmeen.
Setelah Zayn sudah keluar. Jasmeen masih mematung ditempat dan pak Manto segera menegur Jasmeen dengan sopan.
" Nyonya mari, " ujar pak Manto sesopan mungkin, dengan raut wajah yang sedikit kebingungan Jasmeen mengangguk, lalu mengikuti arahan pria tersebut.
Ketika Jasmeen menuruni anak tangga, gadis itu sungguh terpesona dengan sekitarnya, didalam Villa ini sungguh cantik dipandang dan didesain dengan interior terbaik, membuat siapa saja yang memasukinya akan tergila - gila ingin tinggal disana.
" Mari nyonya, " ujar seorang wanita paruh baya mempersilahkan Jasmeen untuk menduduki kursi yang telah digeser untuknya itu, wanita itu adalah istri pak Manto yang bernama bibi Iyem.
" Iya terima kasih, " balas Jasmeen dengan tersenyum ramah, namun yang Jasmeen dapat bi Iyem malah menghindari kontak mata dengan dirinya, membuat Jasmeen bertanya - tanya, pak Manto dan bi Iyem segera meninggalkan majikannya itu makan dengan tenang.
" Kenapa mereka malah menghindariku, " gumam Jasmeen sangat lirih, sampai Zayn tidak bisa mendengarnya.
Kini Jasmeen dan Zayn makan dengan keheningan, sesekali mata Jasmeen menoleh ke arah laki - laki yang sudah sah menjadi suaminya itu.
" Ya tuhan dia sangat tampan tetapi sangat dingin, aku jadi merinding, " batin Jasmeen lalu melanjutkan makannya.
***
Halo saya balik lagi nih😁, maaf kelamaan updatenya, jangan lupa tinggalin like, komen dan rate bintang 5-nya ya, oh ya jangan lupa vote juga kalau mau.
__ADS_1
Terimakasih🧡