Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 22 - Mood Buruk


__ADS_3

Disepanjang perjalanan menuju kantor, Zayn terus-menerus menyunggingkan senyumnya, sepertinya suasana hatinya kali ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, setelah apa yang didengarnya tadi. Ketika ia mendapat restu dari papanya, Zayn merasa sangat senang meski ada sedikit cekcok dengan mamanya, Zayn tak peduli yang terpenting kali ini dirinya bisa menghindari perjodohannya dengan Vannya, hal ini justru diluar dugaan lelaki itu, ternyata semuanya dilalui lebih mudah dibanding yang Zayn kira sebelumnya.


Zayn melangkahkan kakinya menuju kantor miliknya yang telah di namai Jakson's corps itu, dengan didampingi oleh sekertaris Vano dari belakang, seperti biasa mereka berdua memasang tampang sama datarnya, setiap karyawan yang tidak sengaja melihat mereka langsung tertunduk hormat.


" Zayn kau datang? " Vannya bangkit dari duduknya setelah melihat sekertaris Vano membukakan pintu untuk Zayn.


Setelah pulang dari Mansion keluarga Zayn, wanita itu langsung bergegas pergi ke kantor milik Zayn, karena ia sudah tahu jika jadwal Zayn hari ini ada di perusahaan miliknya sendiri, yaitu Jakson's Corps.


Lelaki itu berdecak kesal, mendadak suasana moodnya menjadi buruk.


" Ah gadis ini, kenapa datang lagi di situasi yang tidak tepat, " ujar Vano dalam hati, sedari tadi ia juga merasa senang ketika disepanjang perjalanan mood tuan mudanya menjadi lebih baik.


" Siapa yang mengizinkan wanita ini kesini? " Zayn bertanya tanpa menatap ke arah Vannya, lelaki itu meninggikan suaranya dan seketika semua orang yang melihatnya terkejut dan gemetaran, apalagi salah satu sekertaris perempuan dikantor Zayn yang bernama Hana.


" Maaf boss, maafkan saya, nona Vannya yang memaksa ingin masuk ke ruangan Anda, jika tidak diperbolehkan kami semua yang ada disini kena imbasnya, " Hana menjelaskan dengan takut, sedari tadi ia gemetaran dengan menundukkan kepalanya.


Vannya yang mendengar ucapan jujur dari sekertaris perempuan itu langsung melotot ke arahnya.


" Tidak Zayn dia berbohong, " tukasnya dengan cepat, wanita itu langsung mendekat ke arah Zayn.


" Zayn aku disini mau bicara denganmu Zayn, tolong jangan batalkan tunangan kita, jangan nikahi gadis itu Zayn... "


Zayn berdecih, ia tidak suka ketika Vannya mengaturnya seperti itu, wanita itu sungguh penuh dengan drama dan rencana licik.


" Memang kau siapa mengaturku begitu? " tanyanya tanpa menatap ke arah Vannya. Zayn sedikit tersenyum sinis.


" Aku tahu pasti kamu hanya memanfaatkkan sementara gadis itu kan, untuk menghindari pertunangan kita! " balas Vannya penuh percaya diri, lalu gadis itu sedikit tersenyum bangga.


" Sebelum aku lanjut melakukan hal yang tidak kau sangka, lebih baik kau pergi dari sini, dan jangan membuat kesabaranku habis! satu hal lagi berhenti kau berbicara tentang gadisku sembarangan, atau kau sendiri nanti yang tau akibatnya! " imbuh Zayn dengan penuh ancaman, seketika Vannya langsung mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


" Apa kau mau mengancamku? hanya gara-gara aku menyebut tentang gadis sialan itu? asal kamu tahu Zayn aku ini sungguh mencintaimu, sementara dia? dia juga belum tentu mencintaimu, dia itu sudah seperti ****** tau nggak, yang suka ngerebut calon tunangan aku, " ujar Vannya percaya diri lagi.


" Tutup mulutmu, atau aku akan melakukan suatu hal yang membuatmu tidak bisa berbicara lagi! " seru lelaki itu dengan meninggikan suaranya, seketika Vannya membungkam rapat mulutnya, ia memandangi lelaki didepannya itu dengan perasaan marah, sedih bercampur menjadi satu.


" Vano! " Zayn memanggil Vano.


" Ya tuan! " membalas cepat dan mendekat.


" Urus dia, usir dari sini! " Zayn berbicara dengan berjalan memasuki ruangannya tanpa menoleh ke arah gadis didepannya. Vannya tidak mau putus asa, ia tetap bersikeras kepada Zayn, wanita itu menarik-narik jas yang dikenakan oleh Zayn.


Vannya sudah tak peduli jika semua orang dikantor Zayn menatapnya dengan tatapan iba.


" Zayn aku mohon jangan batalkan pertunangan kita, aku maunya sama kamu Zayn, aku cinta sama kamu, tolong tinggalkan dia Zayn. Aku mohon, kamu pasti bercanda kan dengan semua ini, ayolah Zayn, " ujarnya dengan sedikit terisak. Zayn yang geram langsung melepas tangan Vannya menjauh dari tubuhnya dengan kasar.


Tanpa mengindahakan ucapan wanita itu, Zayn segera memasuki ruangannya dan membanting pintu dengan keras, sementara Vannya ia diseret keluar oleh Vano.


Vannya memukul setir kemudinya dengan keras, disepanjang perjalanan wanita itu meluapkan segala amarahnya.


" Brengsek kamu Zayn! " ujarnya dengan berteriak.


Oke Zayn awas saja kamu, suatu hari aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku, beraninya kau mempermalukanku dihadapan banyak karyawanmu itu. Gumam Vannya dengan tersenyum miring dan mengepalkan tangannya erat.


Epilog


" Dasar lelaki Brengsek! bagaimana bisa Zayn memperlakukanmu seperti itu! " pekik Mireya menahan geram, Mireya adalah ibu kandang Vannya.


Vannya hanya duduk lemas disofa panjangnya dan memperhatikan Mireya yang sedari tadi marah-marah sendiri.


" Bagaimana bisa Inne tidak bisa mengatasi anaknya yang kurang ajar itu, " ujarnya dengan kesal.

__ADS_1


" Tante Inne sudah berusaha Mam, jangan salahkan dia, hanya saja Zayn lelaki sialan itu membawa seorang gadis ke Mansionnya apalagi om Abda juga setuju, Vannya sampai malu banget tau gak Mam, " ujar Vannya melemas.


Mireya sedikit pusing merasakan semua yang dialami putrinya itu, ia sedikit memijat pangkal hidungnya pelan.


" Sudahlan Van, jangan harapkan lelaki sialan itu lagi, lebih baik kamu cari yang lain, masih banyak lelaki kata diluar sana yang mau sama kamu, kamu itu cantik, sexy, body goals apa kurangnya coba, mungkin saja Zayn itu lelaki yang tidak normal " Mireya mulai membujuk putri semata wayangnya itu, saat ini ia juga tak bisa melakukan apa-apa jika mama Inne saja tidak bisa mengatasi anaknya.


" Tapi Mam, Zayn itu pria muda paling kaya diunia ini, Vannya ingin menikah dengannya, jika Vannya bisa menikah dengannya, Vannya akan mudah untuk mendapatkan apa yang Vannya inginkan, " kali ini Vannya berbicara memelas kepada Mama Mireya, agar wanita paruh baya yang sudah melahirkannya itu mau membantunya.


Jika Vannya menjadi istri Zayn, maka gadis itu akan bebas meminta uang atau apa aja yang diinginkannya.


" Baiklah jika kamu tetap bersikeras, Mam akan bantu kamu, Mam kasih kamu satu kesempatan lagi untuk mendapatkan lelaki itu, tapi jika kamu ditolak lagi Mam harap tinggalin dia cari yang lain ya sayang, " ujar Mireya menyetujui.


Vannya mengangguk semangat akhirnya ia bisa membujuk mamanya.


***


Jasmeen menarik nafasnya dalam, mau tidak mau ia harus menerima kenyataan ini, jika lusa dirinya akan Menikah.


" Ah baiklah pikir besok saja. " ujarnya dengan lemah dan pasrah.


Setelah menjenguk ibu Andini, Jasmeen kembali melangkah pulang ke rumah dengan langkah gontai, ada rasa senang bercampur sedih meyelimuti hatinya, ia senang karena setelah menikah ia bisa bebas untuk bersekolah lagi, namun ia juga sedih karena dirinya akan menikah muda, bagaimanapun juga gadis itu tidak bisa menolaknya, karena ia sudah menandatangani sebuah perjanjian.


Apalagi gadis itu bingung dengan persoalan mengenai kebohongannya kepada ibu Andini, tidak mungkin Jasmeen berkata jujur kepada ibunya jika dia akan menikah diusianya yang masih dibilang muda ini, sudah pasti ibu Andini tidak mengijinkan putri sulungnya itu untuk menikah muda.


Jasmeen berdiri disebuah halte tak jauh dari rumah sakit itu, seperti biasanya ia menunggu sebuah angkot yang melintas, baginya hari ini sungguh melelahkan, ia ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya, namun saat ini ia sudah tidak punya tenaga lagi.


" Oke Jasmeen kau harus semangat, kau tidak boleh terlihat lemah seperti ini, " gumamnya menyemangati diri sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2