
Hari pernikahan telah tiba.
Dimana calon pasangan pengantin memasuki ruangan masing - masing, saat ini Jasmeen sudah di make over sedemikian rupa, dengan gaun pengantin berwarna putih yang sempat ia beli dengan calon suaminya dibutik waktu itu. Gaun pengantin yang digunakan Jasmeen sangat cantik dan pas ditubuh rampingnya.
Jasmeen menatap dirinya didepan cermin, gadis itu tak menyangka kalau yang ada dipantulan cermin itu adalah dirinya, makeup pengantin memang bisa membuat wajah seseorang berubah, dari yang jelek bisa menjadi cantik, dari yang sudah asli cantik bisa menjadi lebih cantik, semua tergantung porsi masing - masing sesuai pemberian tuhan kepada kita semua.
Sekarang Jasmeen sudah terlihat bagaikan seorang bidadari dengan mahkota dan bunga-bunga kecil menghiasi kepalanya.
Jasmeen tersadar jika dirinya bisa secantik ini karena akan menikah, iya menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak dicintainya.
Jasmeen juga tiba - tiba teringat dengan ibunya, gadis itu akan menikah hari ini tanpa didampingi oleh orang tuanya, sedih sekali rasanya, di hari yang seharusnya bahagia ini justru menjadi hari yang paling menyedihkan bagi gadis itu.
" Ibu maafin Jasmeen ya, Jasmeen terpaksa melakukan semua ini. "
Gadis itu merasa sedih karena sudah mengecewakan orang tuanya, termasuk ibunya yang masih berada dirumah sakit. Jasmeen sengaja tidak memberi tahu ibunya kalau ia akan menikah diusianya ini, karena Jasmeen tidak mau membuat ibunya memikirkan dirinya.
" Nona Jasmeen, " tiba - tiba seseorang berhasil membuyarkan lamunan Jasmeen.
" Ah iya? "
" Mari nona kita keluar, semua orang sudah menunggu anda, " ujar seseorang wanita cantik dengan nada lembut, wanita itu adalah MUA profesional yang diutus untuk merias Jasmeen.
Jasmeen menuruti ucapan wanita itu, bukan hanya satu orang saja yang disekitar Jasmeen, namun banyak para pelayan yang menunggu Jasmeen didalam ruangan itu, karena mereka takut jika Jasmeen kabur, padahal gadis itu tidak pernah berpikir seperti itu karena Jasmeen adalah gadis yang suka menepati janji.
Jasmeen keluar ruangan itu dengan langkah pelan, kanan kiri gadis itu dikawal oleh dua pelayan, Jasmeen menuruni anak tangga dengan anggun.
Sementara Zayn, laki - laki itu terlihat sedari tadi sudah menunggu didepan penghulu dengan memakai setelan kemeja putih dan jas hitam serta dipadukan dengan dasi berwarna coklat sesuai dengan aksesoris yang dikenakan oleh pasangannya. Zayn terlihat begitu tampan dan sangat berkharisma.
__ADS_1
Ketika Zayn melihat Jasmeen sudah menuruni anak tangga, laki laki itu langsung menatap ke arah Jasmeen yang terlihat sangat cantik, ia begitu kagum dengan kecantikan calon istrinya tersebut.
***
Janji suci sepasang pengantin sudah diucapkan, penghulu mengucapkan banyak sekali doa - doa. Zayn dan Jasmeen saling bertukar cincin dijari mereka.
Saat itu yang menjadi saksi pernikahan mereka hanya dari keluarga Zayn saja serta beberapa pelayan yang ada mansion besar, adik perempuan Zayn tidak hadir karena dia sedang menghadapi tugas akhir S1 dikampusnya.
Keluarga Jasmeen juga tidak ada yang datang karena memang ini permintaan gadis itu sendiri, awak mediapun tidak ada yang tahu, berita mengenai pernikahan Zayn telah disembunyikan rapat.
Sementara penghulu itu juga disuruh tutup mulut rapat - rapat, karena Vano sudah mengurusnya dengan baik.
Satu persatu yang menjadi saksi pernikahan Zayn dan Jasmeen segera memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru itu, sampai papa Abda yang terlebih dulu mengucapkan selamat kepada putra dan menantunya tersebut.
Papa Abda tidak mengerti kenapa mereka meminta menikah dengan didakan secara sangat sederhana. Zayn memberi penjelasan kepada papanya sedikit tidak masuk akal, sempat tadi pagi sosok ayah dari Zayn Jakson itu sedikit kecewa kepada putranya.
Karena papa Abda sudah menyiapkan acara pernikahan secara besar dan mewah. Namun begitu Zayn sampai laki-laki itu begitu terkejut dan segera menyuruh sekertarisnya membawa pergi jauh dari tempat itu, sampai bertemulah mereka disini, disebuah Villa jauh dari kota, tetapi villa ini milik keluarga Zayn sendiri. Zayn mengadakan pernikahan itu disana, di Villa yang terletak di sebuah desa dekat pergunungan yang sangat sejuk, dia juga memberi kabar papa dan mamanya sehingga membuat kedua orang tua itu bertanya tanya tetapi mereka menuruti kemauan putranya tersebut.
" Papa jangan sekali kali mengulangi lagi! " seru Zayn kepada papanya, karena laki - laki itu tadi pagi sempat marah kepada papanya, karena tanpa sepengetahuan dirinya, papa Abda sudah merencanakan acara pernikahan sendiri, beruntung belum sampai terdengar oleh wartawan, bisa - bisa beredar gosip menghebohkan keluarga Jakson's.
Papa Abda tertawa renyah. " Hahaha kamu masih marah kepada papa, Zayn? papa ini hanya ingin mengabdikan momen pernikahanmu saja untuk diberikan kepada Grandpa. " Papa Abda menjawab tanpa rasa bersalah sedikit pun, malah pria itu sedari tadi menggoda putranya.
Zayn memasang wajah datarnya, begitulah mereka berdua sekali akur sudah seperti kakak adik, bukan malah seperti papa - papa jaman sekarang yang suka mengatur anak-anaknya dengan seenaknya.
Sementara mama Inne, wanita itu sedari tadi terdiam disamping suaminya, wanita itu sedikit kecewa karena tidak berhasil membujuk putranya untuk menikah dengan perempuan pilihannya.
Sekarang mama Inne juga tidak bisa berbuat apa - apa, dia terlihat pasrah, jika Grandpa Matja saja sudah menyetujui mereka, mama Inne bisa berbuat apa? jadi yang bisa dilakukan oleh wanita paruh baya itu hanya memberikan putra dan menantunya itu sebuah restu.
__ADS_1
Mama Inne bergantian berjalan perlahan mendekati putra dan menantunya tersebut.
" Zayn selamat nak, " ujar wanita itu lirih. Zayn yang melihat mamanya seperti itu tetap memasang tampang datar.
" Jika memang ini pilihan yang baik bagimu mama akan merestuimu, mama minta maaf pernah memaksamu untuk menikah dengan wanita pilihan mama, mama sadar kalau mama sudah salah Zayn, " imbuh wanita paruh baya itu dengan mata berkaca - kaca, dan Jasmeen yang mendengarnya begitu terkejut.
" Apa aku salah dengar ya, bukannya tante itu sangat tidak menyukai aku, " batin Jasmeen bertanya - tanya.
" Hem ya, Zayn maafin tapi Zayn gak mau kalau mama seperti itu lagi. " setelah mendengar jawaban Zayn, mama Inne langsung terkesiap kemudian wanita itu mengangguk sambil tersenyum.
" Iya Zayn mama janji, terimakasih sayang. " Kemudian mama Inne segera memeluk putranya itu, sudah lama sekali wanita itu tidak memeluk putranya, papa Abda yang masih berada diposisi sama langsung sedikit tersenyum, merasakan moment yang sudah lama tidak ia lihat.
Papa Abda juga senang akhirnya istrinya bisa menerima gadis pilihan putranya sendiri, meskipun pria itu sedikit bertanya tanya mengapa istrinya itu tiba - tiba bisa berubah secepat ini, padahal kemarin dia menolak begitu keras akan pernikahan Zayn dan Jasmeen.
Mama Inne bergantian memberi selamat kepada gadis yang sekarang sudah sah menjadi istri dari putranya tersebut.
" Helo Jasmeen ya, selamat ya atas pernikahamu dengan putra mama, semoga kalian langgeng sampai kakek nenek, dan mama berharap kamu bisa menjadi istri yang baik untuk putra mama satu - satunya ini, " ujarnya sambil tersenyum tulus dan melirik putranya.
" Baik, terimakasih tante. " Jasmeen menjawab dengan ragu.
" Lo kok manggilnya tante sih, sekarang kamu itu sudah jadi menantu saya loh, jadi manggilnya mama saja. "
" Ah em, i-iya mama terimakasih banyak sudah mau menerima saya sebagai menantu mama, " balas gadis itu ragu lalu mama Inne tersenyum senang dan segera mengelus puncak rambut menantunya.
Jasmeen begitu gugup, degup jantungnya sedari tadi tidak beraturan, ia tidak menyangka jika mertuanya akan menerimanya seperti ini, padahal Jasmeen sudah takut dengan tampang mama Inne dari awal mereka bertemu, wanita itu terlihat begitu galak sekali, namun ternyata semua itu tidak benar, justru disisi lain mama Inne membunyai hati yang lembut, dia juga mudah meminta maaf bahkan menyesali perbuatannya.
Akhirnya pernikahan mereka selesai, kedua orang tua Zayn memutuskan untuk pulang kembali ke Mansion, sementara kedua pasang pengantin baru itu tetap ingin tinggal di Villa, padahal kedua orang tua Zayn memaksa mereka agar kembali ke Mansion saja, namun Zayn tetap menolak, laki - laki itu tetap besikeras memilih tetap tinggal Villa ini.
__ADS_1
***
Halo Author balik lagi raders😁, maaf lama ya updatenya, Author lagi ada urusan didunia nyata nih, sekali lagi Author minta maaf ke kalian semua kalau Akhir - akhir ini slow update, mohon dimaklumi ya😭😭 tpi Author janji bakal ngelajutin cerita ini❤ dan terima kasih buat yang masih tetap stay disini, aku mencintai kalian❤🤗