
Halo Author balik lagi.
Jangan lupa likenya yađź’•
***
Zayn pulang ke Mansion besarnya, awalnya Zayn berniat ingin pulang ke Apartemen miliknya , namun berhubung Zayn mau membicarakan sesuatu dengan orang tuanya, laki laki itu memilih untuk mampir dan menginap di Mansion besarnya malam ini.
Zayn turun dari mobilnya setelah pintu sudah dibukakan oleh Vano.
Vano mempersilahkan Zayn untuk menuruni mobil dan melangkah terlebih dahulu.
Setelah Zayn turun, Zayn segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam Mansion, sejujurnya laki laki itu sangat malas untuk bertemu dengan mamanya hari ini, pasti akan berujung membahas pertunangannya dengan Vannya, padahal jelas bukan itu maksud tujuan Zayn kemari untuk menemui mereka.
Saat Zayn sudah memasuki Mansion besarnya tersebut Zayn disambut oleh kepala pelayan.
" Selamat datang tuan muda. " Kepala pelayan menyambut Zayn seraya menundukkan kepalanya sopan.
" Dimana mereka semua? " Zayn bertanya dingin.
" Tuan besar, Nyonya besar dan nona muda Rena sedang berkumpul diruang keluarga, tuan. "
Setelah mendengar ucapan dari kepala pelayan itu Zayn segera melewatinya, laki laki itu berjalan menuju ke ruang keluarga.
Zayn melihat kedua orang tuanya sedang berkumpul disana, bahkan adik perempuan Zayn yang bernama Rena juga ikut berkumpul bersama mereka. Zayn segera mendekat kearah mereka semua.
Ketika Zayn terlihat berjalan kesana, mama Inne lebih dulu mengetahuinya, wanita paruh baya itu langsung memanggil nama putranya tersebut.
" Zayn! " seru mama Inne seraya menatap putranya yang baru saja datang itu.
Zayn seolah menulikan panggilan dari mamanya, ia berjalan dengan tampang datar, mama Inne yang melihat respon acuh dari putranya itu menjadi sedikit kesal, kemudian wanita paruh baya itu memanggil nama Zayn lagi seraya berdiri dari duduknya.
" Zayn! mama ini lagi bicara denganmu, " tutur mama Inne dengan mengeraskan suaranya, kemudian wanita itu menghampiri Zayn, yang saat ini menundukkan tubuhnya dikursi sebelah papa Abda.
" Ada apa? " Zayn membalas dengan acuh dan malas.
__ADS_1
" Mama mau tanya sama kamu Zayn, apa benar kamu tadi siang membentak Vannya di kantor? terus kalau memang itu semua benar, apa alasan kamu tadi membentak Vannya? "
Zayn yang mendengarnya hanya memutar bola matanya jengah, saat ini Zayn sangat malas sekali untuk membahas Vannya.
" Aku tidak mau membahas wanita itu ma, Zay--- "
" Kenapa? seharusnya kamu tidak seperti itu kepada Vannya, Zayn!! bagaimanapun juga Vannya itu adalah calon tunanganmu. " Ujar mama Inne sedikit membentak kepada Zayn, wanita paruh baya itu tak memberi putranya waktu untuk menjelaskan.
Zayn menghela nafas frustasi.
" Ma dengar Zayn baik - baik, Vannya itu hanya CALON TUNANGAN dan belum menjadi tunangan Zayn sesungguhnya! " ucap laki laki itu penuh penekaan dikata calon tunangan.
" Dan juga bagaimana Zayn mau menjelaskan kepada mama, mama saja tidak memberi sela Zayn untuk berbicara dan menjelaskan, " sambung laki - laki itu kesal dengan tingkah mamanya.
" Tapi Zayn seharusnya kamu it---- " Ucapan mama Inne kala itu terputus oleh suaminya.
" Sudah ma hentikan! " Seru papa Abda dengan meninggikan suaranya, kali ini papa Abda sudah muak dengan kelakuan istrinya itu.
" Kenapa pa! papa mau membela Zayn juga, iya? " Balas mama Inne yang tidak terima karena dibentak oleh suaminya.
" Papa pusing melihat mama begini terus. Zayn itu sudah dewasa, biarkan dia mencari pasangan sendiri, " tutur papa Abda seraya meletakkan koran yang di pegangnya dengan kasar.
Rena yang mendengar keluarganya ribut hanya bisa memasang Earphone di telinganya dan memutar musik dengan volume yang cukup tinggi.
Meskipun volume Earphone Rena sudah ditinggikan namun suara mama dan papanya tetap terdengar keras ditelinga gadis itu karena nadanya yang melebihi batas.
" Sial keluargaku ribut kayak gini hanya gara-gara membahas nenek lampir itu." Rena merasa sangat kesal karena keluarganya selalu ribut ketika sudah membahas Vannya si wanita bar - bar itu.
" Ma, pa stop! kenapa jadi kalian yang bertengkar, Zayn datang kesini tidak ingin mendengar pertengkaran kalian! " Seru Zayn sembari menghentikan kedua orang tuanya yang belum selesai berdebat itu.
Seharusnya Zayn ingin memberi tahu sekarang karena ia akan mengenalkan Jasmeen kepada keluarganya agar mama Inne cepat berhenti untuk menjodohkan dirinya dengan Vannya.
Tetapi keadaan sudah tak memungkinkan. Zayn mengurungkan niatnya untuk berbicara kepada mama dan papanya, sekarang laki laki itu memilih kembali ke-kamarnya untuk beristirahat.
Zayn sangat dibuat kesal oleh mamanya itu, tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya. Zayn segera pergi meninggalkan mereka yang masih tetap diruang keluarga, sementara Rena, gadis itu juga pergi dari sana dan mengikuti kakaknya untuk kembali ke kamarnya.
__ADS_1
" Zayn, Zayn! mama masih belum selesai ngomong sama kamu Zayn, " teriak mama Inne kepada putranya, namun Zayn tak mengindahkannya, laki laki itu tetap berjalan seolah ia benar-benar menulikkan pendengarannya.
***
Ke-esokan harinya.
Jasmen bangun pagi, suasananya hari ini sedang bahagia entah apa yang membuat dirinya merasa bahagia yang jelas hari ini Jasmeen tampak lebih baik dan bersemangat.
Jasmeen keluar dari kamarnya, gadis itu langsung menuju dapur dan memasakkan sarapan untuk adik perempuannya yaitu Bellva.
Hari ini sepertinya Jasmeen sedang melupakan sesuatu namun gadis itu tidak tahu itu apa. Jasmeen hanya ingat setelah keberangkatan Bellva ke sekolahnya gadis itu segera bergegas untuk menumui ibunya dirumah sakit. Jasmeen juga sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Ibu Andini.
Sementara dikamar Bellva, gadis itu terlihat baru selesai berdandan. Bellva segera keluar dari kamar dengan menggunakan seragam sekolah yang sudah rapi, gadis itu seraya menyambar tas sekolahnya yang kala itu ia letakkan diatas tempat tidurnya.
Setelah keluar dari kamarnya, tiba - tiba Bellva mencium bau aroma masakan sedap yang berasal dari dapur, seperti aroma masakan nasi goreng.
" Hem bau nasi goreng, seperti masakan kak Jasmeen. " Bellva tahu betul kalau aroma masakan ini adalah masakan kakaknya.
" Ah aku jadi sangat lapar sekali, " sambung gadis itu sembari menutup pintu kamarnya dan menuju ke dapur.
Sesampainya Bellva di dapur, gadis itu melihat kakaknya sedang memasak nasi goreng yang baunya tercium sampai menusuk hidungnya.
" Kakak. " Bellva menyapa kakaknya dengan tiba-tiba membuat Jasmeen sedikit terkejut.
" Ah Bellva ternyata kamu, ada apa dek? " tanya Jasmeen, lalu gadis itu kembali mengaduk nasi goreng buatannya itu.
" Kak Jasmeen lagi masak nasi goreng? " tanya Bellva kepada Jasmeen, ia sudah lama tak memakan masakan buatan kakaknya itu.
" Iya. "
" Bellva mau dong kak. " Ujar Bellva dengan antusis.
" Iya, kamu tunggu di meja makan, nasi gorengnya juga sudah matang, " balas Jasmeen sembari mengambil piring yang sudah disiapkan.
Bellva mengangguk semangat, gadis itu kembali menuju meja makan.
__ADS_1
***
Like jika suka, jangan lupa berikan jejak dan kasih Vote di cerita ini, Author bakalan banyak berterima kasih kepada kalian semua yang sudah mampir❤