Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 23 - Mengirimi Pesan


__ADS_3

Jasmeen menghempaskan tubuhnya di kasur, ia sungguh kelelahan hari ini, setelah seharian dirinya tidak beristirahat sama sekali, kali ini Jasmeen memilih tidur sebentar diatas ranjangnya yang sudah amat ia rindukan.


Jasmeen bangun pukul 16.30 WIB, dimana ia harus segera bergegas untuk mandi, rumah Jasmeen tidak terlalu besar sehingga membuat kamar tidur dan kamar mandi terpisah, tidak seperti rumah mewah miliknya yang dulu


Selesai dengan aktivitas mandinya. Jasmeen bergegas menuju dapur untuk memasak, sebelum itu jasmeen mengedarkan pandangannya kesembarang arah. Namun ternyata tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Bellva, ternyata anak itu belum pulang kerumah.


Gadis itu berdecak kesal, ketika melihat kamar adiknya yang ternyata kosong, entah dimana dia sekarang Jasmeen sudah tak mau ambil pusing lagi, ia segera bergegas ke dapur dan memasak untuk mengisi perutnya yang sedari tadi sudah keroncongan.


Sementara Bellva ia menghabiskan waktunya dirumah Lecya, seperti biasa jika sahabatnya itu sedang bertengkar dengan kekasihnya, Bellva harus selalu ada disampingnya, terkadang Bellva dibuat pusing dengan tingkah sahabatnya itu, namun bagaimanapun juga Lecya adalah sahabatnya sendiri, ia tak tega jika harus membiarkannya dalam keadaan kacau dan Bellva juga sudah menganggap Lecya itu seperti saudaranya sendiri.


Mereka berdua menghabiskan dua botol anggur didalam kamar Lecya, karena saat ini Lecya tinggal sendirian dirumah oleh kedua orang tuanya, papa dan mama Lecya bekerja diluar kota, sementara dia dirumah sendirian, ya walaupun terkadang Lecya ditemani oleh pembantunya, namun ketika malam hari pembantu Lecya pulang ke rumahnya, dia disana hanya bekerja paruh waktu.


Kepala Bellva terasa berputar-putar, dengan perlahan ia mencoba melihat ke arah jam dinding, dengan samar ia melihatnya sudah pukul 17.15 WIB, seketika Bellva langsung terkejut, ia membulatkan matanya sempurna.


" Astaga sudah sore, pasti kak Jasmeen akan memarahiku lagi, " gumam Bellva lalu menepuk dahinya pelan, dengan cepat Bellva pun bangun, kemudian merapikan pakaiannya yang berantakan.


Gadis itu sudah tak peduli dengan bau Anggur di mulutnya. Bellva segera bergegas keluar dari rumah Lecya tanpa berpamitan kepada sahabatnya itu dan meninggalkan Lecya sendirian dikamar yang sedang terkapar lemah tak berdaya diatas kasurnya.


Sesampainya dirumah, perlahan Bellva berjalan sangat pelan, ia tak mau ketahuan lagi oleh kakaknya, namun saat Bellva memasuki pintu rumah, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara Jasmeen.


" Dari mana saja kamu! " seru Jasmeen dengan tiba-tiba membuat Bellva terperanjat kaget.


" Astaga kakak mengagetkanku, " ujar Bellva ingin mengalihkan pembicaraan.


" Kakak tanya, darimana saja kamu kok baru pulang dek? " tanya Jasmeen sekali lagi.


" Aku dari rumah Lecya kak, tadi dia galau gara-gara berantem sama Galen kekasihnya, " ujar Bellva menjelaskan, Jasmeen pun hanya bisa menghela nafasnya pelan.


" Hem baiklah, cepat mandi dan makan, kakak tadi udah menyiapkan makanan untukmu, " perintah Jasmeen kepada Bellva, dengan senang hati Bellva pun menganguk, lalu bergegas menuju ke kamarnya.


***


ke-esokan paginya.


Jasmeen mengejapkan matanya pelan ketika ia terusik dengan suara bunyi ponsel miliknya, dengan kantuk yang masih melanda gadis itu mengambil ponselnya diatas nakas, sesekali gadis itu menguap, segera ia membuka matanya dan melihat siapa yang sedang mengirim pesan berulang kali itu.

__ADS_1


Mata Jasmeen membulat sempurna, rasa kantuk yang tadi menyerangnya tiba-tiba sirna seketika, melihat banyaknya pesan yang telah ia terima dengan mulut mengaga, gadis itu sungguh tidak percaya dengan isi pesan yang telah dikirim untuknya.


Siapkan dirimu hari ini. - Nomor tidak dikenal.


Nanti kau akan dijemput oleh orang suruhanku. - Nomor tidak dikenal.


Jangan sampai kelupaan ataupun sampai berani kabur. - Nomor tidak dikenal.


Kita bertemu di tempat Boutique XX. - Nomor tidak dikenal.


Nanti kau harus siap tepat jam 8, jangan sampai terlambat, jangan sampai orang suruhanku menunggumu. - Nomor tidak dikenal.


Atau kau akan tahu kosekuensinya! - Nomor tidak dikenal.


Jasmeen membaca satu persatu pesan itu, meskipun nomornya tidak dikenal tapi gadis itu sudah tahu siapa yang mengiriminya, dari nada nya saja Jasmeen suda hafal, siapa lagi jika bukan Zayn, pria muda angkuh yang akan menjadi suaminya.


" Ahhhh kapan aku bisa tidur nyenyak sih, pagi-pagi sekali sudah diganggu dengan pesan beginian. " Ujar gadis itu dengan malas.


Jasmeen melemparkan ponselnya sembarangan, kemudian gadis itu kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, lalu menutupinya dengan selimut, sedari tadi Jasmeen mengutuk'i pria yang sedang mengiriminya pesan itu, sampai tak terasa gadis itu tiba-tiba sudah tertidur lagi, dan membiarkan pesan itu terabaikan.


Tok tok tok! suara ketukan pintu dari luar kamar Jasmeen, namun Jasmeen tak mendengarnya, ia masih larut dalam tidurnya.


Jasmeen mengejapkan matanya malas, kemudian menyauti teriakan Bellva dari dalam.


" Ya dek, bentar! " balas Jasmeen dengan sedikit berteriak juga, kemudian gadis itu segera menyibakkan selimutnya lalu bergegas untuk membuka pintu.


" Kenapa kakak lama sekali dan kenapa hari ini kakak juga terlambat bangun, " ujar gadis manis itu dengan sedikit mengecutkan bibirnya kesal. Sebab hari ini Bellva tidak dapat jatah sarapan dari kakaknya, karena kakaknya bangun kesiangan.


" Ah maaf dek, tadi kakak udah bangun tapi malah ketiduran lagi, ya sudah kakak buatin sarapan sekarang ya, " ujar Jasmeen merasa bersalah.


" Tidak usah! aku bangunin kakak mau pamit berangkat, liat tuh sekarang udah jam berapa? " ujar gadis manis itu kepada kakaknya.


Jasmeen mendongakkan kepalanya melihat jam dinding yang berada didepannya dan ternyata sudah pukul 06.35 WIB.


" Ya tuhan, jadi aku sudah terlambat membuatkan sarapan pagi untuk Bellva? " gumamnya dalam hati.

__ADS_1


" Astaga dek, maafin kakak dek karena telat bangun, " ujar Jasmeen memelas, namun Bellva tak mempermasalahkan hal itu.


" Hemm gpapa kak, yaudah Bellva pamit berangkat dulu, " pamit Bellva dan Jasmeen pun mengiyakan.


" Eh dek tunggu! " panggil Jasmeen disela Bellva berjalan, gadis itu langsung menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap Jasmeen.


" Ya, ada apa kak? "


" Em kakak hanya mau bilang kepadamu kalau ibu sudah sadar dek, apa kamu tidak ingin menjenguknya? " Jasmeen bertanya dengan hati-hati kepada adiknya. Jasmeen takut jika Bellva tak mau menjenguk ibu Andini.


Bellva mengehembuskan nafasnya pelan.


" Hmm iya, aku akan usahain kesana, kalo udah pulang sekolah aku akan mampir ke rumah sakit, " Akhirnya Bellva mau menjenguk ibu Andini, sudah berapa lama ia tak menjenguk ibunya, mulai dari awal ibu Andini dirawat di rumah sakit Bellva tak memunculkan batang hidungnya, sampai-sampai ibu Andini sangat merindukan putri keduanya itu.


Seketika Jasmeen tersenyum senang, ia sedikit terkejut setelah mendengar ucapan yang dilontarkan oleh adiknya itu.


" Benarkah kamu mau menjenguk ibu dek? kakak gak salah dengarkan? " tanya Jasmeen memastikannya lagi dan Bellva mengangguk sebagai jawaban.


" Ah syukurah kalau begitu, pasti nanti ibu akan senang ketika melihatmu, ya sudah nanti sepulang sekolah temenin ibu dulu ya, kakak ada urusan sebentar, tapi kamu jangan bilang sama ibu kalau kakak sudah berhenti sekolah plis, bilang aja kakak ada kerjaan sepulang sekolah dan disuruh bos atau guru gitu, ya dek ya, " ujar Jasmeen sedikit memelas.


Bellva mengerti ia menuruti permintaan kakaknya itu.


" Iya kak, " tanpa banyak bicara Bellva langsung berangkat ke sekolah.


Setelah keberangkatan Bellva ke sekolah. Jasmeen kembali masuk kedalam kamarnya, lalu gadis itu mengambil satu set pakaian untuk dibawa ke kamar mandi.


Hari ini Jasmeen memakai baju ala kadarnya, menggunakan Knitwear ripped sweater berwarna pink dan dipadukan dengan celana shot pants, dengan tambahan memakai sepatu sneaker putih, dan juga rambut dikuncir asal-asalan lalu diberi dengan bandana dikepala, membuat Jasmeen terlihat cantik, meskipun sederhana tetapi tidak membuat kecantikan Jasmeen berkurang, malah gadis itu terlihat cantik alami.


Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi dimana Jasmeen baru selesai melaksanakan sarapan paginya. Namun ketika Jasmeen selesai mencuci piringnya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu rumah dari luar.


Tok tok tok! Jasmeen bergegas membuka pintu rumahnya dan seketika itu pula gadis itu terkejut.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2