Love From My Husband

Love From My Husband
Chapter 7 - Bertemu Lintang Part 2


__ADS_3

Selamat membaca semoga suka....


Jangan lupa likenya ya


❤❤❤


***


Sesampainya ditaman. Jasmeen berjalan menyusuri area taman, pandangannya tak berhenti menyoroti taman itu, pada saat Jasmeen fokus kedepan tiba - tiba di seberang jalan ada yang telah memanggil namanya.


" Jasmeen, " teriakan seorang wanita membuat Jasmeen menoleh seketika.


" Kesini. " Imbuhnya dengan tangan melambai kepadanya, ternyata orang itu adalah Lintang.


" Ah Lintang, ternyata disitu. " gumamnya, kemudian Jasmeen kembali berlari dengan cepat menyebrangi jalanan itu, tepat saat Jasmeen sedang berada di tengah jalan raya tiba - tiba sebuah mobil silver melaju begitu kencang, mobil itu akan menabrak Jasmeen.


" Jasmeen awasss!!! " teriak Lintang dengan terkejut, karena Lintang sudah melihat mobil itu dari arah kiri berlaju dengan sangat cepat.


" Aaaaa. " Jasmeen berteriak sambil menutupi matanya yang silau akibat sorotan lampu yang berasal dari mobil menggunakan kedua tangan Jasmeen.


Beruntung si pengendara mobil beraksi dengan cepat, sehingga ia berhasil menginjak pedal rem pedalnya sebelum mobilnya mengenai Jasmeen, kini Jasmeen masih mematung gemetaran, lalu terlihat sopir mobil itu pun keluar dan mendekat ke arah Jasmeen.


" Anda tidak apa-apa mbk? " Seseorang bertanya dan menyadarkan Jasmeen yang masih ketakutan sambil menutupi matanya.


Jasmeen membuka matanya pelan, ia mendengus lega karena ia selamat, Jasmeen kembali melihat sosok pria di depannya, sepertinya pria itu ialah supir yang mengemudikan mobil tersebut.


" Bagaimana mbk, mbk tidak apa-apa? " Tanyanya sekali lagi, tanpa berkata Jasmeen pun mengangguk.


" Syukurlah kalau begitu mbk hampir saja, maafkan saya ya, lain kali mbak hati - hati kalau mau menyebrang jalan." ucapnya tulus.


" Em tidak apa-apa saya yang seharusnya minta maaf, saya juga tidak berhati hati. "


" Ya sudah tidak apa-apa mbak. "


" Iya kalau begitu saya pamit dulu. "


" Siap mbak. "


***


Lintang yang melihat Jasmeen menghampirinya segera beranjak mendekat ke arahnya.


" Kamu tidak apa-apa? " Lintang bertanya seolah ia sedang khawatir akan keadaan Jasmeen.


Jasmeen mengangguk, " iya aku tidak apa-apa. "


" Huft syukurlah. "


" Oh ya Lintang, bagaimana dengan pekerjaanku katanya kamu sudah dapat ya? " Jasmeen bertanya dengan tidak sabaran.


" Ah bawel, iya aku sudah dapat, bersabar lah. " Kemudian Lintang menatap Jasmeen dari atas sampai ke bawah dengan tatapan intens.


" Jasmeen kamu tidak berdandan ya? "


Seketika Jasmeen refleks memukul dahinya.


" Aduh iya aku lupa, maaf habisnya tadi aku keburu-buru dari rumah sakit, memangnya kenapa harus berdandan dulu? " tanya Jasmeen dengan penasaran.


" Em eh ya untuk bertemu dengan bos lah, masa di hari pertama kamu bertemu tidak rapi sih, nanti gimana boss menilaimu, bagaimana kalau kamu di tolak gara-gara kamu terlihat kusut begini? " balas Lintang sembari menatap Jasmeen, gadis itu sedikit gugup ketika ditanya seperti itu oleh Jasmeen.


Jasmeen terdiam, gadis itu teringat oleh kejadian yang menimpa dirinya ketika sedang mencari pekerjaan, bagaimanapun juga saat itu ia sangat kecewa lantaran lamaran bekerjanya selalu ditolak.


" Sungguh miris. " Pikir Jasmeen membayangkan.


" Hm Baiklah. "

__ADS_1


" Ya sudah kamu tidak usah khawatir ayo ikut aku dulu, " ajak Lintang.


" Ke kemana? "


" Sudah ayo. " Kemudian Lintang segera menarik tangan Jasmeen, lalu mereka berdua pergi meninggalkan taman.


***


Satu jam kemudian Jasmeen terlihat sudah cantik dan seksi. Bagaimana tidak Lintang menyuruhnya untuk memakai mini dres yang tipis seperti kekurangan bahan. Jasmeen yang mengenakaannya merasa sangat tidak nyaman.


" Em Lintang kau yang benar saja aku harus memakai ini, apa tidak ada pakaian yang lain? ini terlalu bar-bar tau nggak. " Jasmeen berkata dengan menatap dirinya didepan cermin.


" Tidak. " Lintang membalasnya dengan cetus, " kau sudah sangat cantik. " Imbuhnya.


" Aku tidak nyaman, kalau begitu aku mau memakai pakaianku yang tadi saja, " sela Jasmeen yang akan mengambil pakaiannya , kemudian Lintang yang melihat segera menahan Jasmeen.


" Sudah ah kenapa kamu ini, begini saja sudah cantik, ayo kita bertemu boss, tidak ada waktu lama lagi! " Seru Lintang menarik tangan Jasmeen.


Jasmeen pun mendengus dengan menuruti kemauan Lintang, sesekali ia menggerutu namun saat ini pikirannya hanya kepada ibu Andini. Jasmeen harus bisa mendapatkan pekerjaan.


***


Disisi lain.


Zayn si laki - laki dingin itu sedang duduk bersandar di sofa panjang ruang VIP bar club favoritnya dengan ditemani bermacam minuman Alkohol seperti Wine, Brendy, Whisky, Vodka dan lainnya, namun dari salah satu minuman itu tak ada yang disentuh oleh Zayn sama sekali.


" Hey bradher! " seseorang tiba - tiba memasuki ruangan Zayn.


" Hm. " Zayn membalas dengan berdehem karena ia tahu yang datang ialah teman dekatnya yang bernama Rangga sekaligus pemilik Club besar ini.


" Sama siapa kesini? " tanyanya basa basi.


" Vano! "


" Dimana dia? " tanya laki - laki itu sekali lagi, padahal laki - laki itu tahu jika Zayn kesini dengan Vano si sekertarisnya sekaligus temannya.


" Kenapa gak kau suruh masuk? " tanyanya begitu heran.


" Tadi dia angkat telpon, bentar lagi juga balik, " ujarnya dengan posisi yang sama.


" Oh ya bro aku mau tau kabar Rania dong! " seru lelaki itu kepada Zayn, Rania adalah adik kandung Zayn dan ternyata Rangga menyukai gadis itu. Namun Zayn tidak setuju jika Rania dekat dengan Rangga, karena Zayn tahu. Rangga adalah cowok fakboy yang suka bermain dengan wanita.


" Hm kenapa banyak bicara sekali kau hari ini! " ujar Zayn sambil berdesis tak suka, ia sengaja tidak menjawab ucapan Rangga karena malas.


" Lahkan gue cuma tanya doang bro, kayaknya lu lagi banyak masalah deh, sampai ditanya marah - marah gitu, " ujar Rangga sembari duduk disebelah Zayn yang sedang bersantai.


Zayn hanya berdecak tidak membalas ucapan Rangga, laki - laki itu mengubah posisi tubuhnya.


" Oh ya bro, bagaimana cewek yang sedang lo kejar itu? " Tanya Rangga kepada Zayn.


" Cewek yang mana? "


" Wah wah parah lo men mentang-mentang tampan, sampai kebanyakan cewek ya lo, sampai sama gebetan sendiri lupa, hahaha. " Rangga sengaja menggoda temannya tersebut.


" Shit ngga lo bisa diem nggak! " balas Zayn dengan nada sedikit membentak.


" Hehe maaf bro, gue hanya bercanda. " Jawab Rangga dengan sedikit takut melihat perubahan raut wajah Zayn.


" Gue lagi pusing! "


***


Di tempat lain...


Lintang dan Jasmeen turun di depan sebuah bangunan mewah yang bertulisan Blackstar Club.

__ADS_1


Jasmeen kebingungan kenapa Lintang malah membawanya kemari, kali ini ada perasaan tidak enak menyelimuti hati gadis itu.


" Ngapain kamu bawa aku kesini Lintang? katanya bertemu bos? " Jasmeen bertanya dengan polos.


" Hmm iya sebentar, aku mau bertemu dengan temanku dulu bentar saja, ayo ikut aku masuk. " Ajaknya.


Dengan sedikit ragu Jasmeen pun mengikuti Lintang dengan langkah yang pelan. Lintang yang melihat Jasmeen berjalan pelan segera menarik tangannya.


" Ah...Ayo kamu lama sekali jalannya, kita sebentar saja. " Jelas Lintang.


Setelah mereka sampai di pintu masuk, perasaan Jasmeen mulai tak karuan, ia mulai merasa resah.


Ada apa ini sebenarnya, kenapa Lintang membawaku kemari jangan-jangan, ah tidak mungkin aku harus percaya dia kan sudah bilang kalau mau bertemu dengan temannya.


Saat Jasmeen mengikuti Lintang untuk masuk kedalam, terdengar suara alunan musik keras yang mengusik telinga, cahaya lampu berwarna warni memenuhi ruangan, banyak pria dan wanita menari dengan pakaian seksi, beberapa orang ada yang sedang minum-minuman Alkohol dan ada yang bercumbu dengan pasangan masing-masing. Jasmeen yang tidak sengaja melihat mereka semua kini ia bergidik ngeri.


" Astaga tempat apa ini sungguh menjijikkan. "


Terlihat Lintang sudah bertemu dengan temannya, kemudian ia berbincang - bincang dengan seseorang pria pemilik Club malam ini, namun Jasmeen tak bisa mendengarkan perbincangan mereka, karena suara musik yang keras mengganggu telinganya.


Tanpa Jasmeen sadari, pria itu sesekali menoleh ke arah Jasmeen dengan tatapan puas.


Jasmeen mendengar samar-samar ucapan Lintang dengan temannya.


" Baiklah bawa di kesana. " sambil menunjukkan tempat, tak lama Lintang kembali menemui Jasmeen.


" Jasmeen. " Sapa Lintang tersenyum.


" Ya Lintang? " Jasmeen langsung menoleh.


" Ayo kita kesana dulu. " menunjukan arah meja kosong, seketika Jasmeen diam sambil menoleh.


" Baiklah. " Balasnya dengan polos, ia melangkah mengikuti Lintang, setiap Jasmeen melewati para pria yang sedang berada disana mereka semua selalu saja menggoda Jasmeen.


Hey cantik, sini sama abang saja.


Cantik mau kemana?


Wah cantik sekali, temenin abang dong.


Cantik ayo temenin abang saja.


Jasmeen yang mendengarkan mereka hanya bergedik ngeri kemudian setelah Jasmeen sampai, ia disuruh duduk oleh Lintang.


" Oh ya Jasmeen sebentar ya, aku mau pesan minum dulu. " Jasmeen membalas dengan mengangguk, tanpa Jasmeen sadari ada seseorang pria paruh baya sedang menghampirinya.


" Cantik. " Ucapnya lalu menoel sedikit dagu Jasmeen. Pria itu menatap Jasmeen dengan penuh nafsu.


Seketika Jasmeen menepis tangannya dengan Refleks. " Apaan sih! " lalu mengernyitkan dahinya.


" Kau ini benar gadis yang bernama Jasmeen kan? " Seketika Jasmeen tiba-tiba terdiam, bagaimana bisa pria tersebut mengetahui namanya.


" Siapa kamu? kenapa tahu namaku? "


Tanpa menjawab Pria tersebut tertawa dan tiba-tiba mengusap paha Jasmeen dengan lembut. Gadis itu merasa geli.


" Lepaskan tanganmu! "


" Temanmu Lintang yang menjualmu ke aku." Bisiknya di telinga Jasmeen. Jasmeen pun terkejut, ia membeku wajahnya berubah pucat pasi.


Apa? Lintang menjualku, tidak! kenapa dia jahat sekali.


Sejujurnya Jasmeen ingin menangis dan marah, namun ia tahan, sampai Jasmeen merasa sangat tidak nyaman.


" Singkirkan tanganmu dari tubuhku, dasar B*A*J*I*N*G*A*N. " Cetus Jasmeen marah.

__ADS_1


" Kenapa marah sayang, kan aku sudah membayarmu di temanmu, kamu ya harus menemaniku sekarang, ayo lah sayang."


***


__ADS_2