LOVE TRAUMA

LOVE TRAUMA
#38


__ADS_3

Albert dan Celine kini sedang berada di dalam mobil untuk kembali ke Desa Lauterbrunnen. Sama seperti saat berangkat, begitu juga mereka pulang, tak ada pembicaraan. Hanya keheningan yang meliputi keduanya. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Flashback On


“Lihatlah Nyonya, anak anda sedang bergerak,” dokter kandungan memperlihatkan gambar di layar dan menjelaskan dengan begitu detail. Celine mendengarkan sekaligus memperhatikan dengan seksama karena ia ingin tahu bagaimana perkembangan kandungannya.


Tiba-tiba saja pintu ruang periksa terbuka dan menampilkan sosok Albert. Celine yang kaget langsung menutup pakaiannya, membuat dokter kandungan pun menarik alat transducer.


“Ada apa?” tanya Celine. Ia hanya takut ada sesuatu yang terjadi hingga Albert masuk ke dalam ruang periksa.


“Tidak ada apa-apa, aku hanya bosan di luar,” kata Albert.


Celine meminta dokter untuk menutup tirai agar pemeriksaan pada dirinya tak terlihat oleh Albert. Setelah berbicara dengan dokter, mereka pun keluar. Tiba-tiba Albert memegang pinggang Celine dan mendekatkannya ke tubuh pria itu.


“Tuan,” bisik Celine yang tak ingin membuat keributan.


“Tolong aku, sebentar saja,” balas Albert.


Seorang wanita berdiri dan mendekati Albert, “Kamu benar-benar sudah menikah?”


“Seperti yang kukatakan tadi padamu. Aku sudah menikah dan istriku sedang mengandung. Jadi, jangan menggangguku dan berharap untuk kembali padaku. Sebaiknya kamu minta pada pria yang menghamilimu untuk bertanggung jawab,” Albert mengajak Celine untuk pergi dari sana, menjauh dari mantan kekasihnya itu.


Setelah agak jauh, barulah Albert melepaskan pelukannya,” Maaf dan Terima kasih.”


Flashback Off


Celine menatap hasil print usg yang tadi diberikan oleh dokter. Ia tersenyum melihat buah hatinya yang lebih kurang 4 bulan lagi akan ia temui secara langsung.


“Sehat-sehat, sayang. Mommy menantikanmu,” kata Celine sambil mengusap perutnya.


Biasanya, Celine akan mengirimkan foto hasil usg-nya pada Alice, tapi tidak kali ini. Ia masih merasa kecewa karena merasa bahwa Alice-lah yang memberitahukan pada Rhys bahwa ia berada di Desa Lauterbrunnen.


Celine menyimpan hasil print usg tersebut ke dalam sebuah kotak. Kotak di mana semua kenangan dan barang pentingnya berada. Ia mengambil selembar foto kedua orang tuanya.

__ADS_1


“Dad, Mom, lihatlah. Ini adalah cucu kalian. Kalau kalian ada di sini, pasti kalian akan bahagia, sama sepertiku,” kata Celine.


**


Eve sedikit bingung karena pemeriksaan yang ia lakukan terkesan berbelit-belit, bahkan ia diharuskan untuk menginap semalam di rumah sakit.


“Apa yang kalian lakukan sebenarnya?” tanya Eve pada salah seorang perawat.


“Nanti dokter yang akan menjelaskan semuanya pada anda, Nyonya,” jawab perawat itu. Ia tak berani melangkahi wewenang seorang dokter.


Eve terpaksa menunggu dokter yang akan menemuinya karena banyak sekali yang ingin ia tanyakan. Jika Rhys masih memperhatikannya, itu tandanya Rhys masih percaya bahwa anak yang ada dalam kandungannya adalah anak mereka.


Ceklekkk


Seorang dokter masuk ke dalam ruangan tempat Eve menginap. Eve yang baru saja ingin berbaring pun tidak jadi melakukannya dan langsung menatap sang dokter.


“Dok, aku …”


“Maaf Nyonya, saya tidak bisa menjawab apapun pertanyaan anda. Tuan Rhys yang akan menjelaskan semuanya saat nanti ia menemui anda,” Dokter itu tak lama berada di ruangan itu. Ia hanya akan menjawab pertanyaan Eve yang tadi disampaikan oleh seorang perawat.


Hingga malam, tak ada tanda-tanda kedatangan Rhys, bahkan Finn pun tidak. Keesokan harinya, Eve meminta perawat yang datang untuk memberikan sarapan, untuk memanggil dokter karena Eve ingin segera pulang. Ia akan menanyakan langsung pada Rhys apa yang terjadi.


Takkk takk takk …


Suara heels beradu dengan lantai, membuat beberapa pasang mata melihat ke arah wanita yang kini datang ke Perusahaan Alban dengan gaun seksi dan perut yang terlihat membuncit.


Para pegawai yang melihat, mulai berbisik-bisik. Namun Eve tak peduli. Ia tetap merasa akan segera menjadi Nyonya Alban, apapun yang terjadi. Tidak tahu diri dan tidak tahu malu, itulah kalimat yang harus disematkan pada seorang Eve Finella.


“Van, apa Rhys ada di dalam?” Revan menatap Eve dengan jengah. Sama seperti Finn, Revan sangat tak menyukai kekasih … tidak tapi mantan kekasih atasannya itu.


“Sedang meeting,” jawab Revan singkat.


“Kalau begitu aku akan menunggu di dalam.”

__ADS_1


“Pintunya kukunci, silakan tunggu di sana,” Revan menunjuk deretan sofa yang biasa digunakan oleh para tamu.


“Bukakan pintunya!” perintah Eve.


“Maaf, tapi anda adalah tamu. Tuan Rhys tidak mengijinkan siapapun masuk kecuali keluarganya.”


“Dengar! Aku ini calon istri Rhys. Jangan macam-macam atau aku akan memecatmu saat aku sudah menjadi istri Rhys!”


“Bukankah anda calon istri Ronald Alban, pengkhianat perusahaan?” tanya Revan langsung to the point.


Mata Eve mendelik menampakkan kekesalan. Kejadian kemarin itu membuat dirinya sedikit tahu bahwa ia telah salah langkah. Kini ia akan kembali pada langkah awal yang sudah ia rencanakan.


30 menit kemudian, Rhys datang bersama Finn. Dari kejauhan, ia sudah bisa melihat kehadiran seorang wanita ular bernama Eve Finella. Ia sangat menyesal telah memilih Eve dan menyakiti Celine.


“Kapan aku bisa cuti, Finn?”


“Kapanpun, asal jangan lama-lama. Kamu tahu sendiri banyak yang harus kita selesaikan.”


“Baiklah, siapkan kembali keberangkatanku ke Lauterbrunnen. Aku akan kembali ketika test itu selesai,” kata Rhys.


“What?!! 2 minggu?” tanya Finn tak percaya.


“Hmm … dan usir jauh-jauh wanita itu karena aku tak ingin menemui penjilat dan pengkhianat seperti dia,” Rhys melewati Eve begitu saja dan langsung masuk ke dalam ruangannya. Sementara Finn kini berdiri di depan pintu menatap ke arah Eve.


“Awas! Aku mau bertemu dengan Rhys,” kata Eve dengan wajah juteknya.


“Maaf, ia sedang sibuk.”


“Tapi aku calon istrinya, Mom dari anaknya.”


Finn tertawa, “berkacalah sebelum berbicara. Jangan menjadi orang bebal!”


Finn meminta Revan menghubungi petugas keamanan agar segera membawa Eve dari Perusahaan Alban. Bahkan ia berpesan agar tak lagi mengijinkan wanita itu menginjakkan kakinya di sana.

__ADS_1


“Kalian tidak bisa melakukan ini! Aku ini calon istri dari seorang Rhys Alban!”


🌹🌹🌹


__ADS_2