LOVE TRAUMA

LOVE TRAUMA
#57


__ADS_3

Rhys meminta Finn membantunya untuk menyiapkan sebuah makan malam romantis untuknya dan Celine.


“Di restoran yang biasa kamu datangi saja ya?” tanya Finn.


“Tidak! Aku mau yang spesial,” jawab Rhys.


“Kalau begitu, kamu sebutkan saja mau di mana. Nanti tinggal aku booking tempat itu,” kata Finn.


“Kamu bantu aku cari tempatnya,” kata Rhys lagi.


“Ishh yang mau makan malam siapa, yang mikir siapa,” ungkap Finn kesal, “mana ini liburanku?”


Rhys melihat ke arah Finn dan tersenyum. Sebenarnya ia lupa dengan apa yang telah ia janjikan pada sahabat sekaligus asisten pribadinya itu.


“Pasti dia melupakannya,” gerutu Finn.


“Maafkan aku. Mintalah tiket pada Revan. Terserah padamu mau pergi ke mana, tapi hanya 1 minggu saja,” kata Rhys.


“Whatt?! 1 minggu? Mana puas? Kalau aku bertemu dengan wanita yang menarik, belum sempat PDKT, udah keburu pulang aku,” gerutu Finn lagi.


“Baiklah, paling lama 2 minggu. Aku tidak akan melebihkan lagi. Tapi sekarang, persiapkan dulu acara makan malamku.”


“Yess!!”


“Oya Finn, bagaimana Albanie?”


“Semua sudah kembali berjalan baik seperti sedia kala. Aku akan tetap ke sana seminggu 2 kali, selebihnya aku akan berada di sini, kecuali bila ada hal-hal yang mendesak,” jawab Finn.


“Hmm … kerjamu bagus, terima kasih,” kata Rhys.


Ia sangat senang karena Albanie tak akan bangkrut dan Rafael pun tidak lagi bersikeras untuk membelinya. Rhys paham bahwa semua yang dilakukan oleh Rafael, hanya untuk menarik perhatian Alice.


**

__ADS_1


Sebuah restoran mewah di lantai paling atas sebuah hotel, menjadi pilihan Finn. Ia tak mau terlalu banyak berpikir dan memilih sehingga ia mencari tempat yang paling mahal saja.


Celine terlihat sudah siap dengan sebuah gaun berwarna hitam di tubuhnya. Perutnya yang sudah membuncit pun terlihat dengan jelas.


“Aku terlihat gendut,” kata Celine saat melihat dirinya di sebuah cermin yang menampakkan keseluruhan tubuhnya.


“Kamu cantik,” kata Rhys sambil tersenyum dan mengusap perut besar Celine.


Mereka berdua pun pergi ke restoran yang telah dipesan oleh Finn. Saat sampai di sana, Celine tersenyum karena melihat keindahan Kota Helsinki di malam hari.


“Ini indah sekali,” kata Celine.


“Tapi tak ada yang lebih indah dari dirimu,” wajah Celine mulai memerah karena Rhys selalu saja mengeluarkan pujiannya.


Mereka makan malam sambil menikmati pemandangan Kota Helsinki. Celine merasa sangat bahagia sekali saat ini. Tak pernah terbayang bahwa ia akan kembali merasakan kebahagiaan setelah apa yang dilaluinya.


Rhys bangkit dan mengulurkan tangannya, mengajak Celine berdansa. Dengan rasa bahagia, Celine menyambut tangan Rhys. Keduanya berdansa bersama beberapa tamu yang juga menikmati makan malam di sana. Suasana begitu romantis, membuat Rhys dan Celine seakan ingin menghentikan waktu dan menikmati lebih lama semua itu.


Setelah selesai acara makan malam dan berdansa, Rhys pun mengajak Celine untuk pulang. Ia tak ingin pulang terlalu malam karena Celine sedang hamil saat ini.


Plak plakk plakkk


Begitu cepatnya sebuah tangan mendarat di pipi Celine, membuatnya terjatuh karena kaget. Rhys yang sedang membukakan pintu untuk Celine juga kaget dengan cepatnya kejadian itu.


Matanya langsung menatap nyalang ke arah siapa yang telah berani memukul istrinya.


“Tangkap dia!” teriak Rhys pada petugas security yang tengah berjaga.


“Lepaskannn aku!!” teriak Eve yang tak suka jika kedua lengannya dipegang. Ia masih ingin menghajar Celine.


Rhys segera membantu Celine untuk bangkit. Ia memeriksa kondisi Celine dan untung saja tak sampai melukai kehamilan istrinya itu.


“Bawa dia pada pihak kepolisian dan gunakan CCTV sebagai bukti. Aku ingin dia mendapatkan hukuman atau aku akan menuntut hotel ini karena tak melakukan penjagaan dengan baik,” kata Rhys penuh ancaman.

__ADS_1


Petugas keamanan langsung membawa Eve yang terus berteriak menuju pos keamanan. Mereka akan memanggil pihak kepolisian untuk melanjutkan kasus ini.


Di Kediaman Keluarga Alban,


Rhys mengompres pipi Celine yang terlihat kemerahan, “maaf. Ini semua karena diriku. Kalau saja aku tidak pernah berurusan dengannya, tentu hal ini tak akan terjadi padamu.”


“Aku tidak apa-apa,” kata Celine sambil memegang tangan Rhys yang berada di pipinya.


“Aku pastikan ia akan mendapatkan hukumannya.”


“Tapi dia sedang hamil, sayang.”


“Hamil bukan alasan ia bisa berbuat hal seperti itu. Justru seharusnya ia tak berbuat kasar dan menjaga kehamilannya tersebut, bukan begitu?” ungkap Rhys kesal.


Celine tak ingin banyak bicara dan menentang suaminya. Ia tahu Rhys sangat kuatir padanya, apalagi melihat apa yang telah dilakukan Eve. Ia akan menyerahkan semuanya pada pihak kepolisian, akan tetapi ia tak ingin menaruh dendam pada Eve.


**


Aunty Emmy terus saja menunduk di hadapan Alice. Ia tak berani menatap putri kandungnya itu setelah apa yang dikatakan oleh Nyonya Anna di depan Alice.


Alice sendiri memang kaget sewaktu pertama kali mendengarnya. Namun, ia mencoba untuk berdamai dengan keadaan. Mengetahui bahwa ia bukanlah putri kandung dari Ronald dan Anna Alban, ada sedikit kelegaan di hatinya. Tapu bukan berarti ia akan lepas tangan atas semua yang dilakukan kedua orang tua angkatnya itu. Bagaimana pun juga, mereka-lah yang merawatnya.


Greppp


“Terima kasih,” kata Alice sambil turun dari tempat tidur dan memeluk Aunty Emmy yang tak mau duduk di dekatnya dan memilih bersimpuh di lantai.


“Terima kasih telah melahirkanku. Terima kasih telah menjaga dan merawatku. Aku tak menyalahkanmu atas semua yang terjadi karena aku yakin semua itu memiliki alasan,” bisik Alice di telingan Aunty Emmy.


“M-maafkan aku,” kata Aunty Emmy sedikit terisak.


“Mom, aku menyayangimu. Kamu yang selalu menjagaku saat aku bayi dan masih kecil, saat Dad Ronald dan Mom Anna pergi. Hanya dirimu yang tak pernah meninggalkanku,” Alice memeluk Aunty Rmmy dengan tulus, bahkan memanggilnya Mom. Hati Emmy menghangat dan ia pun membalas pelukan itu dan mengusap punggung putrinya.


“Mom juga menyayangimu.”

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2