LOVE TRAUMA

LOVE TRAUMA
#43


__ADS_3

Keadaan Aunty Anna belum juga membaik. Hal itu membuat Alice terpaksa benar-benar membatalkan kepergiannya ke Swiss. Ia tak bisa meninggalkan Mommynya. Meskipun ia ingin tahu keadaan Celine, tapi keadaan Mommynya jauh lebih penting saat ini.


Alice kembali ke rumah dan memeriksa CCTV yang terpasang di Kediaman Keluarga Alban. Sebenarnya jarang sekali Keluarga Alban memeriksa CCTV, tapi Alice ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Menghabiskan waktu hampir 1 jam, Alice malah mendapati sesuatu yang di luar perkiraannya.


“Tak mungkin, Mommy tak mungkin melakukan itu,” Alice mengusa wajahnya kasar. Ia tak mengira Mommynya yang telah mendorong Eve dari tangga sebelumnya, hingga Eve menyalahkan Celine.


Awalnya ia hanya ingin melihat kejadian kemarin, tetapi ia terus memeriksa kalau-kalau ada hal lain yang bisa dijadikan bukti untuk menjerat Eve. Ia pun memeriksa semua rekaman CCTV itu hingga hampir sore.


Alice mulai menitikkan air mata ketika melihat Daddynya membawa masuk Celine ke dalam kamar tidurnya saat Mommynya sedang pergi dan Rhys sedang bekerja. Hancur? Ya, tak pernah terbayang bahwa Daddynya melakukan perselingkuhan itu di rumah, di dalam kamar Mommynya.


Ia pun mematikan semua rekaman CCTV itu setelah melihat semuanya dan ia rasa tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Eve tak mendorong Mommynya karena justru saat itu Mommy-nya-lah yang mau memukul Eve tapi malah jadi terjatuh dari tangga. Kesalahan Eve hanya langsung pergi tanpa menolong.


Alice membersihkan dirinya, kemudian berangkat lagi menuju rumah sakit.


**


Rhys pergi keluar penginapan dan mencari makanan. Ia memesan 3 porsi makanan. Setelah selesai, ia kembali ke penginapan.


“Untuk anda, Nyonya,” Rhys memberikan 1 porsi makanan itu kepada Aunty Giza.


“Terima kasih,” Rhys tersenyum kemudian naik ke atas.


Kini ia berdiri di depan pintu kamar Celine. Ia menarik nafasnya dalam kemudian mengangkat tangan untuk mengetuk pintunya. Namun baru ia mau mengetuk, pintu terbuka dari dalam.


Rhys tersenyum, kemudian mengangkat makanan yang ia beli, “makan siang untukmu.”

__ADS_1


“Terima kasih,” Celine menerimanya, kemudian kembali menutup pintu. Saat ia melihat ada 2 porsi makanan di dalam kantong yang ia bawa, ia kembali memutar tubuhnya dan membuka pintu.


Rhys masih setia berdiri di depan pintu dan tersenyum ketika Celine membuka pintu lagi.


“Masuklah, kita makan bersama,” kata Celine, membuat senyum Rhys semakin lebar.


Celine membuka makanan itu dan menyiapkannya juga untuk Rhys. Sungguh, bagi Rhys ini adalah pemandangan yang sangat ia nantikan sejak dulu. Melihat Celine sebagai istrinya, mengandung anaknya, dan menjadi seorang ibu rumah tangga yang akan selalu ada untuknya.


“Maafkan aku,” tiba-tiba bibir Rhys mengucapkan kalimat itu.


Celine melihat ke arah Rhys dn menyerahkan makanan tersebut, “makanlah.”


“Terima kasih, istriku,” kata Rhys sambil tersenyum.


Celine terdiam, namun hatinya seakan ingin melompat keluar. Kalau saja pernikahannya diawali dengan cinta, mungkin saat ini mereka bisa menikmati kehamilannya sebagai satu keluarga yang utuh. Betapa hal itu sangat membahagiakan.


Ponsel Rhys tiba-tiba bergetar, tertera nama Finn di sana, “Ada apa, Finn?”


“Kembalilah. Ada sedikit masalah.”


“Masalah bagaimana?”


“Ini bukan masalah perusahaan pusat, tapi Albanie.”


“katakanlah.”


“Aunty Anna masuk ke rumah sakit. Ia terjatuh dari tangga. Alice tidak datang ke Albanie beberapa hari ini, hingga keadaan agak sedikit kacau. Rafael Kaili berniat mengambil alih Perusahaan Albanie.”

__ADS_1


“Lakukan sesuatu dulu, Finn. Aku tak akan membiarkan perusahaan itu jatuh ke tangan siapapun, meskipun itu ke tangan sahabatku sendiri.”


“Aku akan melakukan semampuku, Rhys. Kembalilah.”


“Aku mengerti.”


Rhys memutus sambungan telepon tersebut, kemudian menoleh ke arah Celine. Terlihat wanita itu sedang makan, tapi juga memperhatikannya.


“Aku harus kembali ke Helsinki. Apa kamu mau ikut denganku?” tanya Rhys.


Celine tampak berpikir. Ia tak mungkin meninggalkan pekerjaannya di sini begitu saja. Ia memiliki tanggung jawab.


“Aku tak bisa. Ada pekerjaan yang harus kujalani di sini.”


“Aku tak akan memaksamu, tapi berjanjilah bahwa kamu akan menjaga dirimu dengan baik. Aku akan segera kembali dan menjemputmu. Aku tak akan membiarkan dirimu sendirian melewati masa kehamilan ini. Aku mencintaimu,” Rhys meraih tangan Celine dan mencium punggung tangannya.


Celine tersenyum tipis melihat Rhys-nya yang twlah kembali. Hanya saja masih ada perasaan di dalam hatinya yang terus mengingat semua kejadian buruk yang pernah ia alami.


Saat Rhys berjalan ke arah pintu, ia memutar tubuhnya dan melihat ke arah Celine.


“Aunty Anna masuk rumah sakit dan Perusahaan Albanie sedang dalam masalah. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang kubutuhkan. Aku ingin kamu berada di dekatku, agar aku bisa menjaga dan melindungimu,” kata Rhys.


Tatapan Rhys seakan menusuk ke dalam hati Celine. Manik mata yang terlihat begitu hangat dan tulus yang selalu pria itu berikan, membuat Celine ingin berjalan ke arahnya dan memeluknya erat.


Mengapa hatiku tak pernah bisa lepas darimu? - batin Celine.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2