LOVE TRAUMA

LOVE TRAUMA
#70


__ADS_3

Finn melihat Lyn yang tengah menunggu taksi di lobby. Ia langsung berlari ke arah wanita itu.


Greppp


Finn memeluk tubuh Lynelle dari belakang dan berbisik di telinganya, “jangan pergi. Menikahlah denganku.”


Hati Lynelle kembali bergetar. Pria ini mengejarnya dan tak membiarkan dirinya pergi. Apa ini saatnya ia mendapatkan kebahagiaan dan cinta? Cinta yang hanya ia dapatkan dari Mommynya.


Lynelle memutar tubuhnya dan kini keduanya berdiri berhadapan.


“Apa kamu tak memiliki perasaan sama sekali padaku?” tanya Finn.


Lynelle menatap Finn, menatap dengan jelas manik mata pria itu, kemudian ia tersenyum.


Cuppp


Lynelle mengecup bibir Finn, membuat Finn terdiam sesaat. Namun ia langsung meraih tengkuk Lynelle dan mencium Lynelle lebih dalam. Setelah mereka selesai berciuman, Finn menempelkan keningnya dengan kening Lyn.


“Menikahlah denganku. Aku serius,” kata Finn.


“Lalu, bagaimana dengan wanita yang bersamamu?”


Finn menautkan kedua alisnya, “wanita? Bersamaku?”


Finn tampak berpikir dan mengingat-ingat, “apa maksudmu Debora? Ia hanya sekretarisku, tak lebih.”


“Tapi kalian terlihat begitu dekat. Kalian terlihat cocok satu sama lain,” kata Lynelle.


Finn tersenyum, “Kamu cemburu?”


“Tidak! Aku tidak cemburu.”


“Tak apa jika kamu cemburu. Aku suka. Itu tandanya kamu memiliki rasa cinta padaku. Aku hanya mencintaimu dan kamu harus tahu itu. Sejak pertama melihatmu, ada sesuatu di dalam diriku yang mengatakan bahwa aku harus melindungimu. Semakin lama aku semakin mencintaimu.”


“Benarkah? Bukan hanya karena kamu kasihan melihatku?” tanya Lynelle.


“Memang pada awalnya aku kasihan melihat dirimu. Apa yang terjadi pada dirimu, sama seperti yang kualami. Harus melihat bagaimana Dad memukul Mom. Aku tak suka itu, karena itulah aku ingin melindungi dan menjagamu. Tetapi, bersamamu setiap hari membuatku merasa tak bisa hidup tanpamu. Jangan pergi, okay?”


Lynelle memeluk tubuh Finn, bahkan semakin erat. Ia merasakan kehangatan dan kenyamanan saat bersama pria itu, “okay.”


Cuppp


Finn mencium kening Lyn dalam dan tersenyum.

__ADS_1


“Kita akan menikah. Aku akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di dunia,” kata Finn, membuat Lyn sedikit terkekeh.


“Aku serius, aku tidak bercanda. Aku ingin anak-anak kita hanya melihat kebahagiaan kita. Meskipun kita bertengkar, aku tak ingin bertengkar lama. Will you marry me?” tanya Finn sambil menata dalam manik mata Lynelle.


Mengenal Finn tak sampai 3 bulan dan pria itu mengajaknya menikah. Apa yang harus ia putuskan? Ia tak ingin kehilangan Finn meskipun awalnya ia ingin melepaskan agar Finn bisa mendapatkan kebahagiaannya.


Lynelle menganggukkan kepala pada akhirnya. Finn langsung memeluknya erat dan mencium dalam kening Lynelle.


“Kita kembali ke apartemen ya,” ajak Finn. Lynelle pun menganggukkan kepalanya.


Mereka kembali ke dalam apartemen. Untuk menghabiskan waktu bersama, keduanya memasak bersama untuk makan malam.


**


“Menikah?” tanya Rhys seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Finn. Pasalnya selama ini Finn tak pernah mengenalkan seorang wanita padanya. Bahkan ia tak pernah melihat Finn pergi bersama wanita, kecuali …


“Debora?” tanya Rhys untuk memastikan wanita yang akan menikah dengan Finn.


“Bukan. Ia kan hanya sekretarisku,” jawab Finn.


“Lalu?” Rhys menautkan kedua alisnya.


“Aku akan mengajaknya makan malam bersamamu, Celine, Rafael, dan Alice. Bagaimanapun, aku harus mengenalkannya pada kalian,” kata Finn.


“Bagaimana kalau malam ini?” tanya Finn.


“Baiklah.”


Malam pun tiba, Finn mengajak Lynelle untuk makan malam. Finn bahkan menyiapkan gaun yang sangat cantik untuk Lyn. Ia juga membawa kekasihnya itu ke salon.


“Aku akan mengenalkanmu pada Keluarga Alban. Tapi jika kamu tak menginginkannya, aku akan membatalkannya,” kata Finn. Ia tak akan memaksa Lynelle.


“Aku tak apa. Maaf jika selama ini aku membenci Keluarga Alban dan terus menyalahkan mereka atas kematian Mommyku. Aku tahu ini semua sudah takdir,” kata Lynelle.


“Aku yang akan menggantikan Mommymu, untuk selalu menjagamu, menyayangi, dan mencintaimu.”


“Terima kasih. Aku tak pernah dicintai seperti ini,” kata Lynelle.


“I love you.”


Lynelle tersenyum dan memeluk Finn erat, menghirup harum maskulin dari pria yang memberikannya rasa nyaman dan aman.


Keduanya pergi menuju sebuah restoran. Finn telah memesan sebuah ruang VIP untuk acara makan malam mereka kali ini. Mereka tina lebih dulu dibanding Rhys-Celine dan Rafael-Alice.

__ADS_1


Saat pintu terbuka, tampak sosok pria dan wanita yang begitu ramah dengan senyum yang terukir di wajah mereka. Lynelle selalu berpikir bahwa Keluarga Alban adalah keluarga yang sombong dengan wajah yang pasti akan memandang rendah dirinya, apalagi ia bukan siapa-siapa.


“Apa kamu kekasih Finn?” tanya Celine yang menghampiri Lynelle sambil menggendong putranya, Nix.


Lynelle menganggukkan kepalanya malu-malu dan rasa percaya diri yang kurang.


“Kita bersahabat?” Celine langsung menyodorkan tangannya pada Lynelle, membuat Lynelle menengadahkan kepalanya. Melihat senyum di wajah Celine, Lynelle pun tersenyum.


Kedua pasang suami istri di hadapannya itu ternyata tak seperti apa yang ada dalam pikiran Lynelle. Mereka sangat ramah dan tak membedakan dirinya. Bahkan tak ada pembicaraan atau pertanyaan yang merendahkan dirinya. Lynelle merasa sangat amat diterima di sana.


“Kamu yakin mau menikah dengannya?” tanya Celine pada Lynelle.


“Kamu jangan menghasutnya,” balas Finn.


“Dia itu gila kerja. Nanti kamu banyak ditinggal, sendirian, kesepian,” kata Celine yang belakangan ini terlihat sangat menyebalkan bagi Finn.


“Aku banyak pekerjaan juga karena suamimu itu.”


“Eh eh, kok jadi aku,” kata Rhys yang tak ingin disalahkan. Rafael dan Alice hanya memalingkan wajahnya karena perseteruan antara Celine dan Finn akan kembali dimulai.


“Sayang …,” Celine mulai merengek.


“Finn, mengalahlah,” bisik Rhys yang juga tak kuat menghadapi sifat Celine yang belakangan ini sulit ditebak.


“Ishh,” kata Finn, “kalian berdua benar-benar ya. Nggak suami nggak istri. Lihat saja nanti, aku yang akan menindas Nix.”


“Loh loh, kok jadi Nix?” Kata Rhys yang sedang menggendong Nix. Nix yang baru berusia 4 bulan itu langsung menoleh ke arah Rhys, kemudian ke arah Finn yang ada di sebelahnya.


Pluggh


Nix memukulkan mainan krincingannya ke wajah Finn, membuat pria itu menahan nafas seketika dan melihat ke arah Nix. Nix justru tertawa melihat wajah Finn yang terkena pukulannya.


“Sepertinya kamu akan kalah darinya juga, Finn. Sabarrr …,” Rhys menepuk perlahan bahu sahabatnya itu.


Mereka berbincang dan bercanda hingga lupa waktu. Namun yang pasti, persahabatan mereka akan terus berjalan karena mereka saling melengkapi satu sama lain.


🌹T A M A T 🌹


🌹🌹🌹


Terima kasih sudah membaca Novel “Love Trauma” kali ini. Pansy sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan selama ini. Pansy masih perlu banyak belajar dan berharap teman-teman semua selalu memberikan komen yang membangun.


Setelah ini Pansy akan melanjutkan novel “Painfull Marriage” yang sudah ditelantarkan 10 hari lebih. Mohon dukungannya ya. Terima kasih. Love love ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2