LOVE TRAUMA

LOVE TRAUMA
#51


__ADS_3

Hari demi hari dijalani Alice dengan cukup berat. Mom Anna sangat sulit diajak bekerja sama agar bisa menjalani segala pemeriksaan kesehatan. Semakin hari bukan semakin membaik, Mom Anna malah semakin mengalami sakit hampir di seluruh bagian tubuhnya.


Hampir 2 bulan mereka berada di sana, tapi Alice merasa bagai 1 tahun. Dalam 1 hari, ia diharuskan membujuk Mommynya itu untuk makan, untuk minum, namun itu saja tak mau diikuti.


Beberapa hari ini, tubuh Alice mulai lelah. Seperti hari ini, ia tak kuasa untuk bangkit dari tempat tidur. Kepalanya sangat pusing dan rasanya mual sekali saat melihat makanan.


Alice memanggil seorang pelayan yang ditugaskan oleh Rhys menemani mereka.


“Aunty, bisakah membantuku mengurus Mommy hari ini?” tanya Alice pada seorang wanita paruh baya.


“Tentu saja, Nona. Apa Nona sakit?” tanya Emmy.


“Aku merasa kurang enak badan, Aunty,” kata Alice, “mungkin aku hanya kelelahan saja.”


“Baiklah, hari ini beristirahatlah dan serahkan semuanya pada Aunty.”


“Terima kasih,” Alice kembali memejamkan matanya karena kepalanya akan terasa sakit ketika ia membukanya.


Sementara itu di Kota Helsinki, Rafael yang tak melihat Alice selama hampir 2 bulan ini, merasa sangat kesepian. Ia bahkan tak bisa konsentrasi mengurus perusahaan. Awalnya ia ingin menunjukkan pada Alice bahwa ia bisa lebih dari Rhys, tapi sekarang pada siapa ia akan menunjukkannya?


“Arghhh!!! Ke mana kamu pergi sebenarnya?”


Max masuk ke dalam ruangan Rafael sambil membawa beberapa berkas. Rafael sudah lemas melihat semua pekerjaan itu, lebih tepatnya ia tak bersemangat.


“Max, apa kamu sudah menemukannya?” tanya Rafael.

__ADS_1


“Belum. Keluarga Alban sepertinya menutup jejak kepergian Nona Alice. Aku tak menemukan namanya di penerbangan mana pun, dalam maupun luar negeri,” jawab Max.


Rafael menghela nafasnya kasar. Ia merasa tak akan menemukan apa-apa jika hanya mengandalkan Max. Ia harus bicara pada Rhys, ia harus mengakui semuanya, ya semuanya.


**


“Aku tidak mau makan!” teriak Aunty Anna yang menepis suapan dari Aunty Emmy. Bahkan dengan kasarnya ia membalikkan mangkok yang dipegang oleh Emmy hingga tumpah dan mengenai pakaiannya.


“Anda harus makan, Nyonya,” kata Aunty Emmy.


“Makan?! Untuk apa? Untuk hidup lebih lama dan dihina!”


“Nyonya …”


“Mengapa kamu melihatku seperti itu? Atau jangan-jangan kamu juga menghinaku hah?! Kamu senang dengan apa yang terjadi padaku?! Dasar pelayan sialannn!!!” Aunty Anna menarik rambut Emmy dengan kasar.


“Nyonya ….”


“Itu kan tujuanmu ikut ke sini! Agar kamu bisa mengawasiku dan mencari celah untuk menghancurkanku,” ujar Aunty Anna.


“Tidak, Nyonya. Sungguh saya tidak berani,” kata Aunty Emmy.


“Ambil kembali putrimu itu! Ia tak bisa diajak bekerja sama untuk mengambil kekayaan Keluarga Alban. Kalian semua tak berguna! Sialannn!!” teriak Aunty Anna.


“Nyonya, nyonya … tenanglah,” kata Aunty Emmy.

__ADS_1


“Pergi!!!”


Plakkk


Aunty Anna memberikan tamparan pada Aunty Emmy karena wanita itu tak beranjak juga dari hadapannya. Namun akhirnya ia pergi setelah mendapatkan 2 kali tamparan di pipi kirinya.


Di balik sebuah tiang kayu, Alice bersembunyi. Awalnya ia ingin mengambil air di dapur, tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara mangkok terjatuh dan teriakan Mom Anna dimulai.


Alice memegang dadanya, namun ia berusaha tersenyum. Kini ia tahu mengapa Mommynya tak memanjakannya dan selalu menganggapnya sebagai alat yang bisa digunakan untuk mendapatkan keinginannya.


Ia berbalik kembali masuk ke dalam kamar dan berbaring di atas tempat tidur. Ia menyelimuti dirinya sendiri dan memeluk tubuhnya erat.


Tak pernah ada cinta untukku. Tak pernah ada cinta yang tulus untukku. - batin Alice.


**


Eve yang kandungannya kini telah mencapai 8 bulan, merasa kesulitan dengan sekua aktivitasnya. Ia bahkan tak memiliki pekerjaan lagi dan hanya berdiam di dalam apartemennya. Lila sang manager telah pergi membawa sebagian hasil kerja kerasnya selama ini.


Ingin sekali Eve keluar dari apartemen dan menemui Rhys. Sekali lagi ia ingin mencoba untuk merayu Rhys. Ia yakin Rhys masih mencintainya, meskipun di media sudah terlihat bahwa Rhys hidup bahagia bersama istrinya.


Sementara Dad dari anaknya, dipenjara. Ya … Dad dari anaknya adalah Uncle Ronald. Rhys pernah menemuinya 2 bulan lalu, saat hasil test DNA dari anak yang dikandungnya telah keluar. Eve menertawakan dirinya sendiri karena kecolongan dengan tindakan Rhys.


Pria itu bahkan melempar hasil test DNA itu ke arahnya dan menatap jijik dirinya. Ia tak masalah jika harus menggugurkan anaknya ataupun memberikan anak ini ke panti asuhan, asalkan Rhys kembali padanya.


“Tak bisa, aku tak bisa diam terus seperti ini. Aku tak mau hidup bersama anak dari seorang narapidana,” gumam Eve.

__ADS_1


Penampilan Eve sudah sangat kacau. Ia yang dulunya seorang model dan aktris, kini tak terurus. Ia bahkan tak pernah lagi pergi ke salon dan memanjakan dirinya.


🌹🌹🌹


__ADS_2