
" a…a…aku dari toko benang" ucap Liliana sambil menunjukan kantong belanjaannya
" Casis" ucap Lucas
"aku pikir dia bertanya pada ku" gumam Liliana dalam hati
" sa…saya abis dari luar" saut Casis
Liliana melihat kebelakang dan terlihat Casis yang berkeringat dengan kemeja putihnya
"Casis kenapa tubuh mu sangat berkeringat" ucap Liliana
" ah ini sudah biasa nona" saut Casis
" jika kamu pergi di antara kerumunan wanita aku yakin kamu bakal jadi rebutan" ucap Liliana
" ah nona memang pa…"
" Casis bereskan dokumen yang kemarin dan pergi dari sini" ucap Lucas
" tuan kamu bisa lebih lembut saat berbicara dengan seseorang" saut Liliana
" kenapa aku mengatakan sesuatu yang akan membuat ku dalam situasi bahaya" gumam Liliana dalam hati
" kamu sangat senang melihat tubuh pria, jika itu benar kemari lah dan lihat" ucap Lucas
"apa? apa yang kamu bicarakan" ucap Liliana sambil pergi karna malu
" benar! apa yang aku lakukan?" gumam Lucas
__ADS_1
lima hari kemudian
terlihat Liliana sedang menyulam syal yang ia rajut sendiri sambil terus-terusan menggunakan irama music
" dia membuat syal lagi, dan menyulam bunga lili di ujung nya" ucap Lucas
"selesai" sontak Liliana
driririrng
" iya hallo" saut Liliana
"apa? iya aku ke sana sekarang" ucap Liliana dengan kaget dan langsung terburu-buru pergi keluar sambil membawa syal itu
" kamu mau kemana terburu-buru?" tanya Lucas
Liliana yang berlari keluar tak mendengar Lucas memanggilnya, Liliana pergi naik taxi sedangkan Lucas yang penasaran mengikutinya dari belakang
" kamu harus tenang ya, dan jangan lari-lari, nenek kamu sudah naik pesawat di temani dua perawat" ucap Arno
" Arno kenapa bisa tiba-tiba keritis?" tanya Liliana
" aku juga kurang tau" jawab Arno
" aku harus gimana no? aku gak punya uang, aku juga gak bisa nemenin nenek" ucap Liliana sambil menangis
" kamu jangan menangis aku yang bakalan nemenin nenek ke Thailand, dan kamu bisa pake uang tabungan aku dulu" saut Arno sambil menenangkan Liliana dan menghapus air matanya di saat itu Lucas datang dan melihat kejadian itu
" tapi, bukanya kamu mau ke China?" tanya Liliana
" aku dah batalin pemesanan tiketnya, jadi kamu tenang ya" ucap Arno sambil memeluk Liliana
__ADS_1
" sekali lagi aku minta maaf sama kamu, udah berapa kali aku ngerepotin kamu" saut Liliana
" kamu harus tenang, dan berpikir jernih ya, kamu juga harus jaga diri baik-baik" ucap Arno sambil mengelus-ngelus kepalanya lalu pergi
"Arno tunggu!" teriak liliana
" ada apa?" tanya Arno
" ini pakai syal nya, mungkin kamu membutuhkan nya" ucap Liliana sambil memakaikan nya
" terima kasih" saut Arno sambil pergi dan tersenyum
" sesedih itu kah di tinggalkan kekasihmu?, baru dua Minggu saya di Jepang, ternyata di sini kamu malah selingkuh" ucap Lucas dengan tegas
" ini… gak seperti yang kamu bayangkan, ini hanya salah paham" saut Liliana
" salah paham, setelah aku melihatnya dengan mataku sendiri! salah paham!" sontak Lucas dengan tegas hingga membuat dirinya menjadi pusat perhatian
" tuan kamu harus tenang semua orang melihat kemari!" ucap Liliana
"tenang! apa kamu pikir aku bisa tenang setelah melihat istri mu punya kekasih?!" sontak Lucas
" aku sudah bilang, ini hanya salah paham!" ucap Liliana
" sampai kapan kamu akan mengatakan salah paham, sampai kapan pun pemikiran ku tidak akan berubah, gak tau malu harusnya kamu bersyukur nikah sama konglomerat seperti saya! kalo kamu gak nikah sama saya kamu sudah jadi gemb*l di jalanan" ucap Lucas
" iya terserah kamu" saut Liliana dengan pasrah sambil pergi
" kamu mau kemana?, jangan harap bisa pergi!" tanya Lucas sambil menarik tangan Liliana dan melemparkan nya ke dalam mobil
"tuan mungkin anda terlalu kas…" Casis
__ADS_1
" diam! jalankan mobil nya" ucap Lucas uang menyela Casis