
Lucas melepaskan tangan Liliana dengan cepat lalu duduk di kursi
" mata kami saling bertemu, benarkan, dia juga memakai baju yang aku siapkan" gumam Liliana
" mana sarapannya" ucap Lucas
" iya bentar, bentar" saut Liliana sambil menyiapkan satu persatu yang sudah ia masak
" Lucas, kamu mau sarapan ya? kita sarapan bareng yuk" ucap Bella yang tiba-tiba datang sambil membelai Lucas dari belakang
" oke lili tenang ya lili, kamu harus tenang, harus sabar" gumam Liliana dalam hati
" darimana perempuan gil* ini datangnya, aku sudah berharap akan ada hal manis yang lebih banyak, nona kamu harus kuat" gumam Casis yang dari tadi gak sengaja ngintip
" boleh, kamu boleh sarapan bareng aku, sekalian cicipi sarapan bikinan aku sendiri" ucap Liliana
" apa? ini masakan kamu? sayang gak boleh di makan ya, nanti kamu sakit perut" seru Bella sambil membawa satu persatu masakan buatan Liliana dan membuangnya ke tempat sampah
" kamu ini gila ya! kalo gak suka yaudah jangan di buang" teriak Liliana yang langsung pergi
" kan sudah beres" ucap Bella
" apanya yang sudah beres?" tanya Lucas dengan nada dingin dan suasana yang mencengkram
" jal*Ng itu sudah aku beresin" ucap Bella dengan santuy nya
brak( suara Lucas yang memukul meja)
" denger baik-baik mulai sekarang jangan pernah datang ke rumah ini lagi, dan jangan pernah datang ke kantor ku lagi" ucap Lucas dengan tegas
" ta…tapi aku cuma…"
__ADS_1
" Casis" ucap Lucas dengan nada tinggi
" saya mengerti tuan" saut Casis yang membawa pergi Bella
" maaf silahkan pergi!" ucap Casis di depan pintu rumah
" lepasin gue!, gue juga bisa jalan sendiri!" teriak Bella
" kalo begitu pergilah, lain kali jika ada nona ini datang kemari jangan biarkan masuk" ucap Casis
" baik asistant Casis" saut satpam
" tolong bawa jauh-jauh wanita ini!" ucap Casis
" iya tuan" saut satpam
di kamar Liliana terlihat murung kerja kerasnya di sia-siakan di depan matanya sendiri di terus-terusan menahan air matanya agar tidak jatuh
" iya hallo" saut Liliana dengan suara agak serak
"lili kamu gak papa kan?" tanya Arno
" iya gak papa,emangnya kenapa tuh" jawab Liliana
" gak ada apa-apa aku cuma mau ngasih tau Minggu depan aku ngambil cuti dari rumah sakit terus mau jalan-jalan ke China, kalo mau jenguk nenek kamu ke rumah gak apa-apa kok rumahnya gak bakalan di kunci" ucap Arno
" iya kebetulan banget sekarang aku mau ke rumah kamu" saut Liliana
" oke baiklah, kalo gitu di tunggu ya kedatangannya" ucap Arno
" ya see you" saut Liliana yang jadi akhir percakapan mereka
__ADS_1
setelah beberapa waktu
" kalo aku bikinin syal kamu mau enggak?" tanya Liliana
" boleh, mau banget biar tambah semangat aku" ucap Arno
" yaudah ntar aku bikinin dulu ya, kalo udah selesai nanti aku kasih kamu oke" saut Liliana
" iya, dan jangan terlalu berisik nenek lagi tidur" ucap Arno
"iya, dan juga terimakasih banyak ya, atas bantuan kamu no" ucap Liliana
"iya, tapi kalo kamu terus-terusan bilang makasih nanti lama kelamaan aku gak mau bantuin kamu lagi, berisi tau" saut Arno
" hahaha iya, iya" saut Liliana sambil tertawa
"eh gak terasa ya udah jam 13:10" ucap Arno
" eh bener udah mau sore ternyata, mungkin karna kita terlalu asyik kali ya" gumam Liliana
" kamu mau makan gak, aku masakinn" ucap Arno
" gak ah, aku belum ngerasa lapar tuh, dan lagi lili mau pulang sekarang, mohon bantuannya ya, tolong jagain nenek" saut Liliana
" iya, iya, aku anterin ya" ucap Arno
" gak usah, lagian aku mau ke toko benang dulu jadi gak perlu di anter" saut Liliana yang sedang bersiap-siap untuk pergi
sesampainya di villa
" kamu dari mana?" tanya Lucas yang sedang duduk
__ADS_1