LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
di usir


__ADS_3

Lucas melepaskan tangan Liliana dengan cepat lalu duduk di kursi


" mata kami saling bertemu, benarkan, dia juga memakai baju yang aku siapkan" gumam Liliana


" mana sarapannya" ucap Lucas


" iya bentar, bentar" saut Liliana sambil menyiapkan satu persatu yang sudah ia masak


" Lucas, kamu mau sarapan ya? kita sarapan bareng yuk" ucap Bella yang tiba-tiba datang sambil membelai Lucas dari belakang


" oke lili tenang ya lili, kamu harus tenang, harus sabar" gumam Liliana dalam hati


" darimana perempuan gil* ini datangnya, aku sudah berharap akan ada hal manis yang lebih banyak, nona kamu harus kuat" gumam Casis yang dari tadi gak sengaja ngintip


" boleh, kamu boleh sarapan bareng aku, sekalian cicipi sarapan bikinan aku sendiri" ucap Liliana


" apa? ini masakan kamu? sayang gak boleh di makan ya, nanti kamu sakit perut" seru Bella sambil membawa satu persatu masakan buatan Liliana dan membuangnya ke tempat sampah


" kamu ini gila ya! kalo gak suka yaudah jangan di buang" teriak Liliana yang langsung pergi


" kan sudah beres" ucap Bella


" apanya yang sudah beres?" tanya Lucas dengan nada dingin dan suasana yang mencengkram


" jal*Ng itu sudah aku beresin" ucap Bella dengan santuy nya


brak( suara Lucas yang memukul meja)


" denger baik-baik mulai sekarang jangan pernah datang ke rumah ini lagi, dan jangan pernah datang ke kantor ku lagi" ucap Lucas dengan tegas


" ta…tapi aku cuma…"

__ADS_1


" Casis" ucap Lucas dengan nada tinggi


" saya mengerti tuan" saut Casis yang membawa pergi Bella


" maaf silahkan pergi!" ucap Casis di depan pintu rumah


" lepasin gue!, gue juga bisa jalan sendiri!" teriak Bella


" kalo begitu pergilah, lain kali jika ada nona ini datang kemari jangan biarkan masuk" ucap Casis


" baik asistant Casis" saut satpam


" tolong bawa jauh-jauh wanita ini!" ucap Casis


" iya tuan" saut satpam


di kamar Liliana terlihat murung kerja kerasnya di sia-siakan di depan matanya sendiri di terus-terusan menahan air matanya agar tidak jatuh


" iya hallo" saut Liliana dengan suara agak serak


"lili kamu gak papa kan?" tanya Arno


" iya gak papa,emangnya kenapa tuh" jawab Liliana


" gak ada apa-apa aku cuma mau ngasih tau Minggu depan aku ngambil cuti dari rumah sakit terus mau jalan-jalan ke China, kalo mau jenguk nenek kamu ke rumah gak apa-apa kok rumahnya gak bakalan di kunci" ucap Arno


" iya kebetulan banget sekarang aku mau ke rumah kamu" saut Liliana


" oke baiklah, kalo gitu di tunggu ya kedatangannya" ucap Arno


" ya see you" saut Liliana yang jadi akhir percakapan mereka

__ADS_1


setelah beberapa waktu


" kalo aku bikinin syal kamu mau enggak?" tanya Liliana


" boleh, mau banget biar tambah semangat aku" ucap Arno


" yaudah ntar aku bikinin dulu ya, kalo udah selesai nanti aku kasih kamu oke" saut Liliana


" iya, dan jangan terlalu berisik nenek lagi tidur" ucap Arno


"iya, dan juga terimakasih banyak ya, atas bantuan kamu no" ucap Liliana


"iya, tapi kalo kamu terus-terusan bilang makasih nanti lama kelamaan aku gak mau bantuin kamu lagi, berisi tau" saut Arno


" hahaha iya, iya" saut Liliana sambil tertawa


"eh gak terasa ya udah jam 13:10" ucap Arno


" eh bener udah mau sore ternyata, mungkin karna kita terlalu asyik kali ya" gumam Liliana


" kamu mau makan gak, aku masakinn" ucap Arno


" gak ah, aku belum ngerasa lapar tuh, dan lagi lili mau pulang sekarang, mohon bantuannya ya, tolong jagain nenek" saut Liliana


" iya, iya, aku anterin ya" ucap Arno


" gak usah, lagian aku mau ke toko benang dulu jadi gak perlu di anter" saut Liliana yang sedang bersiap-siap untuk pergi


sesampainya di villa


" kamu dari mana?" tanya Lucas yang sedang duduk

__ADS_1



__ADS_2