
" hari yang melelahkan" gumam Liliana yang baru pulang
" eh kemana Lucas perginya" ucap Liliana
" tuan sedang ada urusan" seru Casis
"hah kapan kamu ada di belakang ku" ucap Liliana
" barusan" seru Casis
" nona saya sudah merencanakan pernikahan" ucap Casis
" benarkah? kapan itu?" tanya Liliana
" ini baru rencana, mungkin sekitar dua tiga bulanan lagi, saya akan memberitahu nona nanti" seru Casis
" dengan siapa?" tanya Liliana
"nona akan melihatnya nanti" seru Casis
" kamu ini, mulai suka becanda, pasti karna wanita yang akan kamu nikahi kan" ucap Liliana
" hehe" Casis tersenyum malu
ding dong ( bel)
" iya sebentar" seru Liliana
begitu pintu di buka Liliana langsung terkejut karna tiba- tiba di peluk
" lili, kamu nggak apa-apa kan? kamu udah baikan? gimana kondisi mu sekarang?" tanya Jessy
" a…aku baik, lepaskan dulu pelukan mu itu sesak" ucap Liliana
" ah maaf" seru Jessy
__ADS_1
" sebenarnya aku kesini tuh ini loh malam terakhir" ucap Jessy
" kenapa kamu tidak menelpon ku saja" seru Liliana..
" aku juga sekalian ingin melihat kondisi mu? aku dengar kamu sakit! maaf telat jenguk ya aku baru dapat kabar dari tuan muda Lucas " ucap Jessy
" iya nggak papa, tapi kamu sepertinya kenal sama lucas?" tanya Liliana
" ah itu… itu … itu sebenarnya dia… dia… dulunya adalah pelanggan kami" seru Jessy
" kok bisa dia bisa tahu kalau aku berteman dengan mu?" tanya Liliana
"oh iya Li, orang itu minta malam terakhir malam ini" ucap Jessy
" iya" seru Liliana dengan wajah yang sedih
" kenapa? harus nya kamu seneng ini malam terakhir" ucap Jessy
" iya aku seneng, tapi aku sedih aja semenjak sembuh aku nggak pernah sama suami aku, tapi malah bareng orang lain dulu" seru Liliana
di tempat lain
"Lucas kamu harus mengetahui sesuatu" ucap mama hally
" apa ma" saut Lucas
" mama harap kamu bisa baik- baik pada Liliana, walau kamu tidak menyukainya, membencinya, kamu harus slalu menjaganya jangan perlihatkan rasa benci mu dihadapannya" ucap mama hally
" iya ma, sebenarnya ada apa si ma?" tanya Lucas
" kamu ingat kecelakaan mu tiga tahun yang lalu?" tanya mama hally
"iya memang kecelakaan tiga tahun yang lalu sama Liliana tuh apa hubungannya?" tanya Lucas
" saat kecelakaan itu terjadi kamu menabrak seorang pria tua yang sedang membawa bunga" ucap mama hally
__ADS_1
" kenapa mama ungkit lagi masalah ini!" teriak Lucas sambil pergi
" mama tau kamu sangat sensitif terhadap kejadian ini, tapi kamu harus tahu dan mendengarkannya" ucap mama hally
" apalagi yang harus saya dengarkan ma! kenapa mama selalu mengungkit hal ini!" sontak Lucas
" Liliana adalah anak dari laki- laki itu" ucap mama hally
" ap… apa ma, lili… Liliana anaknya orang yang meninggal karena aku?" tanya Lucas
" iya, semua keluarga laki- laki itu sudah meninggal, tinggal dia dan putrinya seorang, dia meminta agar aku menikahkannya dengan laki- laki yang baik, mama tidak tahu harus berbuat apa, karna mama nggak mau kamu di penjara mama……" ucap mama hally
" jadi mama menikahkan kami? " seru Lucas
" bukannya Liliana seharusnya benci kepadaku karna sudah membuat ayahnya meninggal" ucap Lucas
" Liliana tidak tahu akan hal itu" seru mama hally
" apa ma? Liliana nggak tahu! lalu bagaimana kedepannya aku menghadapi liliana" ucap Lucas
" maafkan mama" seru mama hally
" jangan beritahu Liliana aku sendiri yang akan memberi tahunya" ucap Lucas sambil pergi
...----------------...
Lucas kembali pulang ke villa dan Lucas sedang menonton bersama Liliana di kamar
"Liliana sebenarnya aku orang yang menyebabkan ayahmu meninggal" ucap Lucas
" apa? kenapa kamu sungguh tega, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi, jadi mari kita cerai" seru liliana
...the next chapter...
...----------------...
__ADS_1