
" yang! sayang!" ucap liliana sambil menepuk nya
" ah iya" seru Lucas
" apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Liliana
"bu… bukan apa- apa" seru Lucas
" sebenarnya apa yang ada di pikirannya sekarang?" gumam Liliana
" jika aku memberitahunya, aku takut dia minta cerai, tapi kalau tidak…" gumam Lucas
TRIING ( handphone Liliana dan Lucas berbunyi secara bersamaan)
" eh "
seru Liliana sambil melihat wajah Lucas, matanya saling bertatapan lalu mereka tersenyum bersama
" iya, iya saya akan segera ke sana" seru Lucas
" apa?" seru Liliana
" ada apa yang?" tanya Lucas
" bu… bukan apa- apa" seru Liliana
" sayang, aku berangkat dulu, kamu hati- hati ya" ucap Lucas sambil mengecup keningnya
Liliana tak menjawabnya, Lucas pergi dengan buru- buru tak lama setelah Lucas pergi air mata Liliana mulai terjatuh
" kenapa? kenapa? kenapa slalu seperti ini? kenapaa?" teriak Liliana sambil menarik rambutnya
" maaf apa yang terjadi nona?" tanya bi Iis di luar
" ti… tidak ada apa- apa, hanya terbawa suasana karna nonton film" seru Liliana
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi non" saut bi Iis
namun tak kunjung ada jawaban bi Iis pergi dan tak memeriksanya, Liliana pergi berjalan dengan gila keluar
BRUK!
"Lili ? mau kemana kamu seperti sedang terburu- buru" tanya Jessy
Liliana mengangkat kepalanya dan Jessy melihat wajahnya yang menangis itu langsung sangat terkejut
" antar,antar aku ke TPU " ucap Liliana
" ada apa? siapa yang meninggal? coba tenangkan dirimu" seru Jessy
" cepat! ayo cepat!" ucap Liliana
" iya, iya "seru Jessy
Jessy mengantarnya ke TPU, di mobil Jessy selalu mengajukan pertanyaan pada Liliana namun tak kunjung ada jawaban Liliana hanya melihat keluar dan terus-terusan menggigit kukunya karna khawatir
" nenek, nenek ku yang meninggal" seru Liliana
" tapi bukanya kamu bilang, kamu sudah tidak memiliki siapapun" seru Jessy
"iya, dia adalah nenek yang mengasuh ku saat ayah bekerja dulu" ucap Liliana
" kau di asuh nenek ini? memangnya kemana ibunu?" tanya Jessy
" ibuku meninggal saat melihat ku" seru Liliana
" maaf" saut Jessy
" tak apa itu sudah biasa" seru Jessy
tak lama mereka sampai di pemakaman, Jessy pergi memarkir mobilnya terlebih dahulu sedangkan Liliana datang ke sana tepat saat semua orang baru selesai menguburkannya
__ADS_1
" no, bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Liliana
" setelah nenek tidur waktu itu nenek tak bangun- bangun, aku berpikir nenek sedang tidur nyenyak namun semakin lama aku semakin merasa heran dan akhirnya aku memeriksanya dan ternyata nenek bukan sedang tidur melainkan…" ucap Arno
" nek, maaf Liliana nggak ada di sisi nenek di saat- saat terakhir nenek, dan Liliana tak bisa melihat nenek yang terakhir kalinya" ucap Liliana
setelah para warga selesai selesai mengtahlilkan nenek Liliana mereka berpamit pulang Liliana terus- terusan menangis
" kamu harus kuat Li, harus sabar" seru Arno
" aduh dimana si Liliana memakamkan neneknya itu" gumam Jessy
" ah di sana, siapa laki- laki yang berada di sampingnya itu" gumam Jessy
" no makasih ya sudah membantu ku merawat nenek" ucap Jessy
" iya tak apa, lagian aku juga sudah anggap dia adalah nenek ku sendiri" seru Arno
tak lama Liliana dan Arno keluar dari TPU terlihat Jessy yang sedang kebingungan
" ada apa Jess ?" tanya Liliana
" eh lili tadi aku nyusulin kamu tapi nggak ketemu jadi aku balik lagi" seru Jessy
"Jess kenalin ini temen aku Arno " ucap Liliana
" kenalin saya Jess ……" seru Jessy sambil mengulurkan tangannya dan melihat wajahnya
" Jessy ?" deru Arno
" Li ayo kita pulang" ucap Jessy sambil menarik tangan Liliana ke dalam mobil
...the next bab ...
...----------------...
__ADS_1