
" iya mah kami sudah bangun" saut Liliana
" yaudah turun sarapan ya sayang" ucap mama hally
" minggir ah" ucap Liliana yang mendorong Lucas
Liliana pergi mencuci muka lalu mengikat rambut nya saat Liliana berbalik Liliana sangat Terkejut karena Lucas berdiri di belakangnya.
"Kenapa kamu malah berdiri di sana cepat cuci mukamu Ibu sudah memanggil kita untuk sarapan"Ucap Liliana
"Tolong bantu aku cuci muka"
"Cuci saja sendiri Kamu punya tangan buat apa coba punya tangan kalau nggak digunain"Ucap Liliana.
"Tangan kamu juga kan sama tangan aku juga" saut Lucas
" lama-lama aku tinggalin kamu" ucap liliana sambil meninggalkan Lucas
" yang, yang" seru Lucas
Liliana dengan cepat turun kebawah untuk sarapan
" sini mama udah nungguin dari tadi" ucap mama hally
" maaf ma, tadi pagi Liliana bangunnya agak kesiangan " seru liliana sambil duduk
" mana Lucas nya?" tanya mama
" masih cuci muka ma" saut Liliana
" papa mana ma? kok gak ada?" tanya Liliana
__ADS_1
" papa pergi jogging bentar lagi pulang" saut mama hally
" rajin banget ya ma, papa nggak kayak…" ucap Liliana
" nggak kayak siapa?" tanya Lucas yang memotong ucapan Liliana
" nggak kayak seseorang, olahraga gih sana kayak papa biar sehat" ucap Liliana
" kan udah pagi tadi" seru Lucas
"kapan?, orang dari tadi kamu di kamar" tanya Liliana
" olahraganya kan bareng kamu tadi pagi" seru Lucas sambil duduk
" ihh apaan si, mana ada" saut Liliana
" ada apa ini, rame bener" tanya papa yang baru pulang
" sepertinya sebentar lagi di penthouses ini akan di penuhi tangisan bayi sebentar lagi" ucap kakek
" benar mama juga sudah berharap sangat lama" ucap mama hally
" ah ha ha" Liliana yang tersenyum dengan canggung dan bingung
" sayang apa kalian tidak berpikir untuk memiliki anaka? sudah dua tahun lebih loh semenjak kalian menikah apa masih belum mikirin anak?" tanya mama hally
" iya ma kami sudah berencana memiliki bayi" seru Lucas
" bagaimana ini, aku masih harus melanjutkan janji ku dengan pria itu, dan itu tiga kali lagi, aku bahkan lupa minum pil kontrasepsi, kalau aku tiba-tiba hamil bagaimana? anak siapa ini?" gumam Liliana
" benarkah sayang bagus kalau begitu" ucap mama hally
__ADS_1
pagi telah berlalu waktu terus berjalan sore hari pun tiba
" ma kami pamit ya" ucap Liliana di depan lift
" iya sayang, kapan-kapan datang lagi lah kemari " seru mama hally
" iya ma, jika kami punya waktu luang kami akan datang menjenguk mama" ucap Liliana
setelah berpamitan mereka langsung pulang Lucas pergi ke ruangannya memeriksa beberapa berkas untuk besok sedangkan Liliana berusaha pergi keluar lagi untuk pergi ke apotek tapi slalu gagal karna Casis slalu memaksa Liliana untuk diantarkan olehnya ( Casis ) Liliana yang sudah merasa pasrah dia kembali ke kamarnya dan menelpon Jessy
" Jess bagaimana ini?" tanya Liliana
"bagaimana apanya? kenapa kamu risih banget?" tanya balik Jessy
" gini loh Jess kakek dan nenek udah minta cicit dari kita" ucap Liliana
" bagus dong" seru Jessy
" bagus apanya jess! masih ada tiga janji lagi dengan pria misterius itu, lalu aku lupa minum pil kontrasepsi kalau aku tiba-tiba hamil gimana? anak siapa yang ada di kandungan ku" ucap Liliana dengan risih
"dia nggak tau kalo orang yang membelinya adalah suaminya sendiri" gumam Jessy
" Jess kok malah diem gimana ini, aku harus gimana?" tanya Liliana dengan risih
" yaudah kamu coba tenang dulu ya li, coba berpikir dengan jernih" seru Jessy
" Jess gimana mau berpikir jernih coba, untuk sekarang tolong kamu kirim ke aku beberapa pil kontrasepsi oke" ucap Liliana
"pil kontrasepsi, kamu mau minum obat penghalang?" tanya Lucas
Liliana takut kaget gelisah gugup perasaan nya campur aduk dia langsung mematikan telponnya dengan Jessy
__ADS_1