LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
teman


__ADS_3

" kamu sudah bangun?" tanya mommy


"hmm iya" saut Liliana


" bagaimana malam mu tadi" tanya mommy


" bagus" Saut Liliana dengan malu


" mommy apa saya bisa cuci sendiri seprainya nanti saya balikin lagi ke sini!" ucap Liliana


" gak usah nanti kami bawa ke laundry seprainya" saut mommy


" itu… se…benarnya… ada banyak darah di seprainya " ucap Liliana


" darah? jadi dia masih perawan? lalu kenapa dia ingin mengorbankan perawannya?" gumam mommy.


" jadi bagaimana mommy?" tanya Liliana


" gak papa itu hal biasa nanti kami yang urus" saut mommy


" makasih mommy" saut Liliana


" kalo boleh tau kenapa kamu menjual diri?" tanya mommy


Liliana terdiam


" baiklah kamu boleh cerita apapun itu, jika kamu menginginkannya" ucap mommy


" sepertinya ada cerita menarik di dalam kehidupannya" gumam mommy


" karna kedepannya kita akan sering bertemu, jadi apa boleh kita berteman" ucap mommy


" teman?" tanya Liliana


" benar, dari dulu aku gak punya seorang teman, mungkin ini akan menyenangkan"gumam Liliana


" iya teman, bagaimana?" tanya mommy


" boleh mommy, saya mau" saut Liliana

__ADS_1


" kalau begitu jangan terlalu formal panggil saja Jessy " ucap mommy


" iya Jessy " saut Liliana


" nih pakaian pergilah bersihkan diri mu, lalu kita akan pergi ke resto untuk sarapan, kamu belum sarapan kan?" ucap mommy


" iya" saut Liliana


" tunggu apalagi, cepat siap-siap" ucap Jessy


" tapi bisakah kamu meninggalkan aku sendiri, sekarang aku telanjang" saut Liliana


" kamu bisa berjalan di depanku tanpa busana" ucap Jessy


" akan lebih baik jika aku sendirian di ruangan ini" saut Liliana


" aku akan keluar, tapi cepat-cepat lah" ucap Jessy


" hm aku akan cepat jika kamu tidak mengganggu" saut Liliana


" iya" seru Jessy sambil meninggalkan kamar Liliana


tak selang berapa lama Liliana selesai berpakaian dan pergi ke luar


" iya, tapi apa kamu menunggu ku dari tadi?" tanya Liliana


" enggak, aku baru ke sini karna kamu lama banget" saut Jessy


" benarkah? tapi padahal aku bersih-bersih lebih cepat dari biasanya" seru Liliana


" sudahlah, ayo kita pergi makan" ucap Jessy


mereka pergi naik mobil lalu pergi ke resto terdekat mereka makan sambil berbincang-bincang



" bagaimana malam mu?" tanya Jessy


" uhuk uhuk"

__ADS_1


"santai aja, kenapa harus segala acara batuk, itu kan cuma pertanyaan yang biasa di tanyakan teman" ucap Jessy


" ma…malam tadi… aku tidak mengingatnya hanya saja terasa seperti mimpi, namun rasa sakit nya masih terasa sampai sekarang" saut Liliana


" itu hal biasa yang sering terjadi untuk pertama kali" ucap Jessy


" apa semua orang merasakan nya?" tanya Liliana


" iya, semua orang merasakannya " saut Jessy


" itu pertama kalinya bagi mu? tapi kenapa kamu rela menjualnya?" tanya Jessy


" iya itu pertama kalinya, tapi mau bagaimana lagi aku membutuhkan uang dengan jumlah besar dalam waktu dekat" jawab Liliana sambil meminum minuman


" untuk apa uang dengan jumlah besar itu memangnya?" tanya Jessy


" pengobatan nenek" saut Liliana


" tapi apa itu cincin pernikahan di tangan mu?" tanya Jessy


" ah ini ya, iya ini cincin pernikahan" saut Liliana sambil melihat cincinnya


" jika kamu memiliki suami kenapa kamu harus menjual diri, setidaknya kamu bisa meminta uang padanya" ucap Jessy


" aku sudah memintanya" saut Liliana


" kamu sudah memintanya? " tanya Jessy


" iya, bahkan saat itu aku sudah memintanya beberapa kali padanya, tapi jawabannya membuat ku putus asa dan tak ada pilihan lain" saut Liliana dengan raut wajah yang sedih


" memangnya apa jawabannya?" tanya Jessy


" dia mengatakan soal mas kawin yang pernah ia berikan" saut Liliana


" mas kawin? apa selain mas kawin kamu mendapat uang bulanan?" tanya Jessy


" enggak sama sekali" saut Liliana dengan wajah yang semakin muram dan mata yang sudah berkaca-kaca


" apa laki-laki biad*b, sudah berapa lama kamu menikah dengan pria itu, dan bagaimana kamu bisa menikah tanpa cinta, kalau terus begini minta cerai saja kamu" ucap Jessy

__ADS_1


" tapi aku mencintainya, dan kami sudah menjadi suami istri selama 2 tahun lebih" saut Liliana


" apa? kenapa kamu bisa jatuh cinta sama laki-laki sial*n itu, tapi kamu hebat bisa bertahan sampai dua tahun" sontak Jessy sambil memukul meja dan bicara dengan nada tinggi, hingga menjadi sorotan


__ADS_2