LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
Luna datang lagi


__ADS_3

"Liliana apa kamu budeg (tuli ) ?" tanya Lucas dengan nada tinggi


Liliana hanya menghiraukannya dan naik ke atas


" kamu ini" ucap Lucas dengan tegas sambil mengejar Liliana


Liliana masuk ke kamarnya dan mengunci pintu


"Liliana buka pintunya cepat lili, sayang buka" ucap Lucas


...Liliana malah senyum-senyum sendiri melihat Lucas yang bersikeras, Liliana yang awalnya hanya ber ekting lama- kelamaan dia menjadi benar- benar tidak peduli karna semakin muak pada alasan- alasan dan pertanyaan aneh dari Lucas, waktu sudah berlalu dua hari namun mereka masih tetap seperti itu....


seperti biasa Lucas terbangun di pagi hari seperti dua hari sebelumnya tak ada set pakaian yang di siapkan Liliana bahkan bathub tak di isi air


" siapa yang harus marah, yang marah siapa , bukankah yang seharusnya marah itu aku karna pil perselingkuhan " ucap Lucas yang sedang berendam di bathub


" Casis! Casis " teriak Lucas yang sudah memakai pakaian di kamar


Casis yang mendengar panggilan amarah itu langsung datang menghampiri Lucas


" ada apa tuan?" saut Lucas menghampiri ke kamarnya


" Liliana sedang apa?" tanya Lucas


" nona sedang di kamar nya" seru Casis


" apa dia tidak memasak?" tanya Lucas


" tidak tadicnona turun ke dapur hanya sarapan lalu naik lagi ke atas" seru Casis


" kenapa orang itu lama sekali marahnya" ucap Lucas sambil jalan keluar yang di ikuti Casis sambil membawa tas kantornya


" orang itu? maksudnya nona Liliana ?" tanya Casis


"siapa lagi" seru Lucas

__ADS_1


" menurut saya ini hanya dua hari, nggak lma" sahut Lucas dengan polosnya


" apa kamu bilang hanya dua hari, di dalam dua hari itu ada 48 jam 2880 menit 172800 detik, kamu bilang hanya" ucap Lucas


"lalu bagaimana dengan tuan yang mengacuhkan nona selama dua tahun lebih? ada berapa jam? berapa menit? berapa detik dalam waktu dua tahun itu?" tanya Casis


" kamu ingin bekerja secara gratis?" seru Lucas


"tidak tuan, saya minta maaf" sahut Casis


,


" sarapan di kantor" ucap Lucas


"baik tuan" seru Casis yang langsung pergi menghangatkan mobil


selama di perjalanan Lucas slalu Ter ingat kata- kata Casis


" apa dia sengaja memperlakukan ku seperti ini? agar aku bisa mengerti apa yang ia rasakan, atau ini adalah hukum karma" gumam Lucas


beberapa jam kemudian terlihat Lucas sedang melihat-lihat berkas di ruangannya lalu datang Casis sambil membawa surat undangan


" tuan ada surat undangan pesta" ucap Casis


" pesta apa?" tanya Lucas


"pembuatan cabang baru RJ " ucap Casis


" tolak undangan itu" seru Lucas


" lalu ada surel dari nyonya katanya 'sampai bertemu di pesta" ucap Casis


" baiklah aku akan datang" seru Lucas


malam hari di malam yang gelap itu terasa seperti bukan malam dengan cahaya kamera dimana- mana terpantul cahaya lampu dan ornamik- ornamik lainnya

__ADS_1


" sudah datang sudah datang" seru para reporter sambil menodongkan kamera dan mic


" tuan kamu datang sendiri?"


" dimana istri anda?"


"kenapa dia tidak ikut datang"


"sudah berapa lama kalian rumah tangga?"


" apa benar istri anda marah karna simpan- simpanan anda di luar sana?


tanya para reporter


emosi Lucas sudah meluap namun Casis mencoba menenangkannya


" istri ku sedang kurang enak badan sekarang" ucap Lucas sambil pergi dengan bantuan Casis


pesta terus berlanjut Lucas hanya mengamati dari susutan sambil meminum jus


" tuan apa tuan mau saya ambilkan wine atau bir?" tanya Casis


" tidak perlu, saya tidak meminum ke duanya" ucap Lucas


" baiklah" sahut Casis


"pergilah bersenang- senang aku ingin sendiri" ucap Lucas


"baik tuan" sahut Casis


sambil pergi


" Lucas nggak nyangka kita bisa bertemu di sini!" ucap Luna


^^^the next chapter…… thank you ^^^

__ADS_1


__ADS_2