
" dia malah tidur, padahal aku sudah mandi untuknya" ucap Liliana
Liliana yang sudah berpakaian pun tidur bersama Lucas sambil memeluknya
pagi hari Lucas terbangun dan melihat pakaian Liliana yang begitu **** dan mengangkat ke atas membuat set pakaian dalamnya terlihat
" pagi- pagi aku sudah melihat yang seperti ini"
ucap Lucas sambil menarik bajunya ke bawah
" mhh pagi honey" ucap Liliana
" jangan salah paham"
seru Lucas sambil melepaskan pakaian Liliana yang sedang di pegangnya
" tidak apa, kamu bisa melihatnya sampai puas dan aku juga ingin melihat milik mu" ucap Liliana sambil memeluk Lucas dari belakang
"yang jangan kayak gini yang ini masih pagi" seru Lucas
" bukankah di pagi hari slalu berdiri, lili akan membantu mengeluarkannya" ucap lili
" kamu harus diam! ini sangat berbahaya" ucap Lucas
" kenapa? yang kita kan lagi sama -sama mau kenapa kita nggak melakukannya saja" seru Liliana
Lucas berbalik dan mencium Liliana
" aku akan mandi dulu " ucap Lucas
" jika aku melakukannya sekarang aku tidak bisa menyelesaikan janji malam ini" gumam Lucas
driririring
" iya hallo" seru Liliana
" really? di mana kamu sekarang?" tanya Liliana
" baik, aku akan ke sana sekarang" seru Liliana
Liliana dengan cepat berganti baju dan pergi ke luar meninggalkan catatan untuk Lucas di atas meja
__ADS_1
" jangan harap kamu bisa lari…"
ucap Lucas yang baru keluar dari kamar mandi berniat ingin menggoda Liliana, tapi sayang Liliana tidak ada di kamarnya lalu Lucas melihat catatan yang di tinggalkan Liliana
[maaf yang ada urusan mendesak, lain kali saja ya, yang ummmach ]
" kemana gadis ini perginya" gumam Lucas
beberapa saat kemudian
"Casis apa kamu menemukan sesuatu?" tanya Lucas
" maaf tuan kami dan para polisi belum menemukan Bella " seru Casis
" bukan itu, penyelidikan mu bagaimana?" tanya Lucas
" saya menemukan nona liliana bertemu seorang nenek tua sekitar dua bulan yang lalu, neneknya memiliki penyakit jantung dan waktu itu juga adalah hari kematian kakeknya nona" seru Casis
" lalu siapa laki- laki yang berada di bandara hari itu?" tanya Lucas
" dia seorang doctor, juga sepertinya teman nona lili" seru Casis
" dan soal syal mungkin itu adalah ucapan terimakasih nona lili karna sudah menemani neneknya di Thailand dan sudah meminjamkannya uang sekitar 250 untuk pengobatan neneknya" seru Casis
" jadi begitu, dan aku adalah suami yang tak bisa diandalkan di masa sulitnya" gumam Lucas
di sisi lain
"nenek lili khawatir banget lili pikir lili nggak bisa melihat nenek lagi" ucap Liliana
" iya nak nenek juga sangat senang melihat cucu nenek lagi" ucap nenek
" sekali lagi terimakasih" ucap Liliana pada Arno
" menurut nenek kalian sangat cocok" ucap nenek
" benarkah, tapi maaf nek lili sudah menikah"
" benarkah, tapi maaf nek Arno sedang mencari seseorang" ucap Arno dan Liliana secara bersamaan
" sayang sekali, kapan kamu menikah" seru nenek
__ADS_1
" belum lama nek, maaf lili nggak ngasih kabar" ucap Liliana
" nggak apa- apa" seru nenek
" dari nenek do'a yang baik- baik untuk kalian" ucap nenek
" makasih nek" seru Arno dan Liliana
"nenek ingin tidur dulu sebentar" ucap nenek
" ayok nek lili antar" seru Liliana
Liliana dan Arno mengantarkan nenek ke kamarnya dan kembali duduk di teras depan
" nggak nyangka ternyata kamu sedang menunggu seseorang" ucap Liliana
" tapi maaf sebelumnya setelah mendengar cerita mu tentang suami mu yang brengs*k itu aku langsung terpikir pada diriku aku juga sama brengs*kn ya dengan suami mu" seru Arno
" suami ku sekarang sudah berubah, tapi memangnya apa yang kamu lakukan?" tanya Liliana
" dari dulu ada seorang gadis yang selalu mengganggu ku, dulu aku bodoh, sangat bodoh aku mengatakan I love u padanya dan dia langsung mempercayai ku,aku memberinya obat yang di berikan teman ku semua teman ku bilang itu obat untuk menghilangkan rasa kepada seseorang tapi sebelumnya aku harus mengatakan i love u pada gadis itu" ucap Arno
"lalu apa yang terjadi" seru Liliana
"gadis itu bilang tubuhnya terasa panas dan dia mulai menggoda ku, aku menghancurkan gadis itu, sampai di saat pagi hari aku bangun dia sudah tidak ada di rumah ku, tempat tidur ku di penuhi banyak darah, aku melalui hari- hari ku seperti biasa…" ucap Arno
" gila! kamu bener- bener gila no!" teriak Liliana yang menyela ucapan Arno
" aku tahu itu" seru Arno
" lalu bagaimana setelah itu?" tanya Liliana
" biasanya gadis itu slalu mengantarkan sarapan makan siang hingga makan malam, menggangguku belajar dan slalu menggagalkan kencan ku, namun setelah hari itu dia tak pernah datang ke rumah ku lagi, kontrakannya kosong kuliah nya berhenti, aku menghentikan cita-citanya menjadi desainer, aku sangat menyesal, mencarinya kemana- manapun aku tidak menemukannya, sampai suatu hari aku tak sengaja melihatnya, tapi aku tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengannya" seru Arno
" ini pasti sulit, tapi cobalah berbicara padanya di mulai kamu meminta maaf dan katakan dimana letak kesalahan mu" ucap Liliana
...the next chapter...
...----------------...
...SEE YOU, SALAM DARI AUTHOR...
__ADS_1