
" jika ada warga datang bersikaplah seakan tidak ada apa- apa" ucap Bella
Bella pergi dari tempat itu, tak lama setelah Bella pergi benar saja warga datang ke lokasi karna penasaran dengan suara ledakan itu
" apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya warga
" menurut mu kami sedang apa memangnya?" seru pria
" ini tempat sudah lama tak di gunakan, kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya warga
" seperti yang kamu lihat kami sedang bersenang- senang dengan mobil rongsokan itu" ucap pria
" jadi kalian sengaja membuat ledakan itu?"tanya warga
" benar! kami sengaja meledakkan nya di sini karna ini tanah kosong" ucap pria
" jika kalian merasa keberatan kami memakai tanah ini untuk meledakkan mobil, lain kali kami akan meledakkannya di rumah kalian" ucap pria
warga itu akhirnya pergi meninggalkan lokasi
di lemari besi
" dingin! ini sangat dingin!" ucap Liliana yang sudah menggigil
"aku akan menghangatkan mu" ucap Lucas
" hp nya mati"gumam Lucas
semakin lama Liliana semakin menggigil akhirnya Lucas melepaskan jas nya dan menutupi tubuh Liliana yang berada di pangkuan nya sambil terus terusan menghangatkan tangan Liliana
__ADS_1
" apa ini kamu Lucas? apa ini hanya ilusi ku sebelum meninggal" ucap Liliana
" ini aku bukan ilusi, kamu akan selamat" seru Lucas
" jika ini benar tolong jadilah pria yang baik dan bertanggung jawab kedepannya" ucap Liliana
" iya, aku akan menjadi pria yang baik untuk seterusnya" seru Lucas
" bagus kalau begitu setidaknya istri mu kelak tidak akan merasakan hal yang sama seperti ku" ucap Liliana
" apa yang kamu bicarakan istri ku hanya akan ada kamu satu selamanya" seru Lucas
" aku harap begitu tapi aku sudah tidak tahan lagi sepertinya aku…" ucap Liliana
" jangan katakan apapun, Liliana jangan!" seru Lucas
" apa itu? katakanlah aku akan menjawabnya" seru Lucas
" aku ingin mendengar kamu mengatakan I LOVE U sekali saja" ucap Liliana
" I LOVE U, I LOVE U Liliana, aku mencintai mu" seru Lucas sambil meneteskan air mata melihat kondisi Liliana
" I LOVE U TOO, cium aku" ucap Liliana
Lucas langsung mencium Liliana namun Liliana yang sudah dua hari di lemari es itu menggigil dan terjatuh lemas saat berada di dalam pelukan dan ciuman itu
" bangun! Liliana bangun!! mohon bertahanlah sebentar lagi" ucap lucas
Lucas langsung bergegas ke arah pintu besi memukulnya dengan keras! meminta tolong namun tidak membuahkan hasil apa-apa hanya menghasilkan luka memar di tangan nya
__ADS_1
BRUKK
Lucas yang sudah terluka sedari tadi sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk berteriak tubuhnya terbaring lemas, di saat kondisi seperti itu Lucas secara kebetulan melihat kaca di bagian atas ruangan namun sayang tubuhnya sudah tidak bisa apa- apa
" liliana! Liliana! Liliana ayo Lucas gapai tangannya" ucap Lucas yang mulai kehilangan kesadaran dan menggapai Liliana
...di saat bersamaan ujung jari Lucas menyentuh ujung jari Liliana disaat itu pula kesadarannya benar-benar hilang...
di tempat lain
"maaf kami sudah berusaha sebisa mungkin, namun di kerana kan nomornya tidak aktif jadi kami tidak bisa melacak nya" ucap polisi
" bagaimana ini hari sudah gelap, tapi kita tidak menemukan apapun" seru Casis yang mundar- mandir dari tadi karna khawatir
" kami benar- benar minta maaf, kami sudah melakukan sebisa mungkin" ucap polisi
" tunggu sebentar saya akan menelpon dulu tuan muda" seru Casis
Casis melihat pesan itu dan langsung membacanya
" pandu aku ke tempat ini!" ucap Casis sambil menunjukan pesan di hp ny
" baik" seru polisi
" bawa beberapa orang lagi untuk berjaga- jaga" ucap Casis
^^^The next chapter^^^
^^^----------------^^^
__ADS_1