
" aku minta maaf, aku salah" ucap Arno
" dimana letak kesalahan mu?" tanya Jessy
" aku… aku… " seru Arno yang langsung terdiam
" untuk apa kamu minta maaf, jika kamu tidak tahu dimana kesalahan mu" ucap Jessy
Arno hanya terdiam Jessy melihatnya
" sudahlah, lepasin tangan aku, ada orang yang lagi nungguin aku" ucap Jessy
" kamu sangat ingin tidur dengan pria, ikut aku, akan ku kabulkan" ucap Arno sambil menarik Jessy.
" lepasin, lepasin nggak" seru Jessy
BRUGH!
"Arno kamu ngapain, minggir!" seru Jessy
" aku minta maaf Jess, aku salah, aku mohon maafkan aku ya" ucap Arno
" apa dia bener- bener menyesal" gumam Jessy
Arno menggigit leher Jessy
"ahhhkh, sakit!" seru Jessy
" aku akan melakukannya dengan perlahan jadi relax" ucap Arno
Arno memulainya dengan ciuman lembut ke daerah- daerah sensitif Jessy, tubuh Jessy mulai memanas keadaan yang entah harus di kelas dengan cara apa
" berhenti! ah sud…ah aku lel…ah" seru Jessy
" satu kali lagi saja ya" sahut Arno
__ADS_1
"aku sudah lelah ah" seru Jessy
"akan ku lakukan satu kali lagi, kali ini benar hanya satu kali lagi ugh" ucap Arno
" aku sudah tidak kuat lagi ah" seru Jessy
" tubuh mu lebih jujur, mulut mu " ucap Arno
malam yang panjang bagi kedua pasangan itu, Jessy dan Arno menghabiskan malam nya di hotel sedangkan Liliana menghabiskan malamnya di rumah mommy night
...tak lama pagi pun sudah tiba Liliana yang bangun sendirian tanpa ada pria itu sedangkan Jessy sebaliknya dia meninggalkan Arno sendiri di kamar hotelnya...
driririring
"iya hallo" seru Arno
" operasi? baik saya akan segera ke sana" ucap Arno
" dia sudah pergi" gumam Arno
"ugh tubuh ku pegal " gumam liliana
"surat" gumam Liliana
" terimakasih atas pelayanan mu selama ini, dan sampai jumpa" (dalam surat)
" akhirnya selesai juga" ucap Liliana
Liliana yang sudah selesai membersihkan diri keluar dari rumah mommy night dengan senyum bahagia
CEKREK CEKREK
Liliana sudah berada di depan villa menarik nafas dan membuang ketakutannya akan masalah kehamilan, Liliana membuka pintu dan masuk ke dalam saat liliana hendak ke kamar nya terdengar suara dari ruang kluarga
" ma, Lucas mohon jangan beritahu Liliana ma" ucap Lucas
__ADS_1
" kapan kamu akan memberitahunya?" tanya mama hally
" tunggu sebentar lagi saja ma, sebentar saja" ucap Lucas
" mama ngerti, itu terserah kamu mau memberitahunya sekarang atau nanti" seru mama hally
" ma saya takut di saat saya memberitahu Liliana bahwa saya adalah orang yang menabrak ayahnya, dan pernikahan ini sebenarnya bukan janji sahabat lama tapi melainkan rasa bersalah" ucap Lucas
" mama ngerti, ini juga salah mama, mama nggak langsung kasih tahu kamu soal pernikahan kamu dan Liliana juga kematian ayahnya" seru mama hally
" apa? ja…jadi sebenarnya yang nabrak papa tuh Lucas, itulah kenapa setiap hari memperingati meninggalnya papa selalu ada bunga di makam papa, jadi semua itu adalah lucas" gumam Liliana
" kenapa selalu saja di penuhi kebohongan, kenapa" gumam Liliana sambil pergi dan menahan air mata
" ma, Lucas hanya belum siap pada apa yang akan terjadi setelah Lucas memberitahu Liliana soal ini" seru Lucas
" mama ngerti apa yang kamu maksud itu, tapi jika kamu bisa jujur mungkin tak akan seburuk yang kamu pikirkan" ucap mama hally
dring ( message )
" ma Lucas pergi ya" ucap Lucas
" mau kemana?" tanya mama hally
" ada urusan dikit di Thailand "seru Lucas
" kalau begitu hati-hati" deru mama hally
Lucas pergi berangkat ke Thailand berniat menyusul nenek Liliana tanpa mencaritahu lagi bahwa nenek Liliana sudah meninggal
tak lama setelah Lucas pergi ke Thailand sebuah kabar besar membanjiri media sosial yang berawal dari media di sebuah acara tv
" BREAKING NEWS "
"terlihat seorang istri dari pengusaha muda keluar dari rumah wanita kupu-kupu malam dengan wajah nya yang sangat bersinar di penuhi dengan senyuman, namun apakah benar istri dari pengusaha muda itu melakukan perselingkuhan di belakang suaminya mati simak info berikutnya" pembawa berita
__ADS_1