LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
binatang ya tetap binatang


__ADS_3

" in… ini gak seperti apa yang kamu lihat" ucap Lucas sambil mendorong Bella


" kenapa kamu menyangkalnya?" tanya Bella sambil membelai wajahnya


" singkirkan itu" ucap Lucas


" tumben kamu datang ke perusahaan, lain kali gak usah repot-repot karna sudah ada yang nemenin Lucas di perusahaan, jadi lebih baik kamu pulang" ucap Bella


" Bella apa-apaan kamu ini" seru Lucas


" kamu mau anterin makanan ya, sayang sekali kita baru aja mau makan keluar" ucap Bella


" oh begitu ya, makan siang lah sampai perut seperti wanita hamil" seru Liliana sambil tersenyum dan berbalik


" sayang karna udah ada yang nemenin kamu, jadi aku permisi dulu" ucap Liliana


" tunggu! kamu mau ke mana?" tanya Lucas sambil menarik tangan Liliana


" lepas!" seru Liliana sambil menginjak kaki Lucas


" ahh aw" deru lucas


" Casis kita pergi ke kantin, temenin aku makan" ucap Liliana


" lili tunggu hey!" seru Lucas


" Lucas kenapa si kamu mau ngejar cewe enggak berkelas kayak dia?" tanya Bella sambil memegang tangannya


lepasin! saya sudah memperingati anda beberapa kali, apa kamu pikir peringatan saya adalah lelucon" ucap Lucas dengan nada yang tegas, Lucas marah besar emosinya sudah ber api-api sedangkan Liliana sudah tidak ada lagi di depan pandangan matanya


" Lucas kamu akan menyesal, apa istri mu bisa melayani diri mu seperti aku?" tanya Bella


" security! satpam, satpam bawa wanita ini keluar dan jangan pernah biarkan dia masuk ke perusahaan ini lagi" ucap Lucas

__ADS_1


Lucas pergi menyusul Liliana sedangkan di lantai bawah perusahaan sedang ribut besar karna ulah Bella


" sebenar nya siapa wanita tadi?"


" benar! sampai-sampai bos kita marah besar karena di tinggalkan"


"dan wanita itu sangat berani! meninggalkan boss di depan umum dan pergi bersama asisten nya" bisik-bisik para staf


" saya membayar kalian bukan untuk bergosip" ucap Lucas


seketika keadaan menjadi hening dan tenang semua orang kembali ke pekerjaannya masing masing


di tempat lain terlihat Liliana dan Casis duduk di satu meja yang sama


" apa kamu sudah makan siang?" tanya Liliana


"sa…saya belum si non" saut Casis


" kalo begitu kita bisa makan bareng" ucap Liliana


" kenapa? gak usah sungkan" ucap Liliana


" kalo begitu saya makan ya non" saut Casis


" makan sok yang banyak daripada nanti mubasir" ucap liliana


" iya non iya" saut Casis


" binatang ya tetap binatang" gumam Liliana dalam hati


" nona? " ucap Casis


"nona pasti ngerasa terpukul banget" gumam Casis

__ADS_1


"nona? kamu gak apa-apa kan?" tanya Casis


" ya saya baik-baik aja, kamu juga lihat kan aku baik-baik aja" saut Liliana


" nona, ayo makan bersama" ucap Casis


" saya sudah makan di rumah, perut saya masih kenyang " saut Liliana


Casis terdiam dengan wajahnya yang agak ketakutan Liliana melihat Casis


"ada apa? kenapa kamu diam?" tanya Liliana


" sayang" ucap Lucas sambil memeluk Liliana dari belakang


" ihh apaan si, geli ihh lepasin" saut Liliana


" kamu jangan salah paham ya" ucap Lucas


" aku nggak salah paham kok" saut Liliana


" bagus kalau gitu" ucap Lucas


" karna aku sudah terbiasa" saut Liliana


" apa maksudnya dengan sudah biasa?" tanya Lucas


" mungkin kamu salah minum obat, hingga membuat dirimu lupa ingatan" saut Liliana


" hey, turunkan aku semua orang melihat kemari" ucap Liliana pada Lucas yang tiba-tiba menggendongnya


" aku tak peduli" saut Lucas yang membawa Liliana pergi


" turunkan aku, ini di kantor kamu gak boleh macem-macem" sontak Liliana

__ADS_1


" ini perusahaan ku, kantor ku, terserah aku mau lakuin apapun" saut Lucas


" ini memalukan apa aku akan terus si gendong sampai ruangan nya" gumam liliana


__ADS_2