
"apa kamu mencintai suami mu? walau hanya satu detik?" tanya Lucas
" ya, aku slalu mencintai nya dari dulu tidak ada waktu untuk tidak mencintainya walau itu di waktu yang terburuk sekalipun" seru Liliana yang suaranya mulai terdengar tak jelas
" jika laki-laki itu sangat berharga kenapa kamu tidak pergi dengan nya dan meninggalkan suami mu?" ucap Lucas
tak ada jawaban sama sekali
"li… nona? nona?" ucap Lucas
tapi masih saja tetap tidak ada jawaban akhirnya Lucas melihat Liliana ternyata dia tertidur dengan air mata di pipinya yang masih basah tangan yang menutupi mulut agar tidak terdengar suara
" maafkan aku… mungkin ini adalah karma aku dulu sering bermain-main dengan begitu banyak nya wanita di depan mu dan sekarang kamu yang bermain laki-laki di belakangku " ucap Lucas
Lucas akhirnya tertidur dan waktu terus berjalan tak terasa subuh sudah datang malam yang hangat dan sepi yang di isi pahitnya masa lalu dan air mata yang terus ber tetesan setetes demi setetes Lucas yang terbangun mulai melangkah untuk pergi
" kamu?… apa kamu sudah mau pergi?" tanya Liliana sambil menarik bajunya dengan mata yang masih tertutup
" ya aku harus segera pulang" seru Lucas
" terimakasih " sahut Liliana
" untuk apa?" tanya Lucas
" terimakasih karna kamu sudah mendengarkan cerita pahit tentang kehidupan ku" seru Liliana
" aku ingin bertanya satu hal kepada mu" ucap Lucas
" ya apa itu?" tanya Liliana
__ADS_1
" jika suami mu dan orang berharga mu itu ingin bunuh diri mana yang akan kamu selamatkan?" tanya Lucas
" aku tidak tahu" seru Liliana
" mengapa tidak tahu? aku ingin jawaban yang meyakinkan" ucap Lucas
" jika orang yang paling berharga yang aku selamatkan aku akan mendapatkan kehangatan lagi darinya tapi aku tidak akan melihat suami ku lagi, jika aku menyelamatkan suamiku aku tidak akan pernah merasakan kehangatan lagi tapi aku akan melihat suami ku setiap harinya " seru Liliana
" apa suami seburuk itu di mata mu? mana mungkin suami mu tidak memberikan kehangatan" ucap Lucas dengan nada yang kesal
" benar, jika itu suami pada umumnya namun lain dengan suami ku, dari awal pernikahan yang aku dapatkan hanyalah rasa di rendahkan di hina di anggap tidak ada, dia bahkan tak pernah sekalipun memakan masakan ku lalu setiap aku ingin bersandar ingin pulang ingin kehangatan aku slalu bingung harus kemana aku pergi nyatanya aku tidak memiliki siapapun di dunia ini sampai orang itu mengatakan pulanglah menangis lah di pangkuan ku bersandarkan kepadaku dan dia mengatakan kamu adalah kluarga ku" ucap Liliana
" jadi kamu sangat menyayanginya sampai-sampai kau mengorbankan yang pertama demi orang itu?" tanya Lucas
" aku ada satu pertanyaan untukmu, misalnya kamu sedang berjalan kaki di gurun tidak ada orang tanaman apalagi danau lalu kamu merasa lelah dan haus tiba-tiba ada orang datang di masa-masa kritis mu itu dan orang memberi mu seteguk air apa yang akan kamu lakukan?" tanya Liliana
" aku,aku…" seru Lucas yang masih kebingungan
Lucas meras kesal karna Lucas salah mengartikan Lucas mengira Liliana berpikir suaminya adalah seorang pembunuh dan laki- laki itu adalah penyelamatnya dan meninggalkan ruangan itu tanpa berkata- kata
" tuan…? tuan?…" seru Liliana tapi ruangan itu terasa sunyi akhirnya Liliana membuka penutup matanya
" dia pergi, pasti sungguh konyol bukan mendengarkan cerita ku" gumam Liliana
Liliana pergi menyiapkan dirinya tak terasa pagi yang masih gelap itu sudah terpancar sinar matahari yang langsung memancar masuk ke kamar Liliana , Liliana pergi menemui Jessy
" bagaimana malam mu tadi? tanya Jessy
"begitulah… tapi tadi malam kami tidak melakukannya" seru Liliana
__ADS_1
" really! kalau begitu masih ada tiga pertemuan lagi" ucap Jessy
" orang itu bilang malam tadi juga di hitung janji" seru Liliana
" oh gitu ya" sahut Jessy
" Jess maaf banget ya gak bisa lama-lama aku mau langsung pulang kamu tau kan ada problem antara aku dan suami ku jadi aku akan pulang cepat" seru Liliana
" lili kamu mau mendengarkan ku tidak" ucap Jessy
" mendengarkan apa?" tanya Liliana
" lebih baik kamu bersikap seperti dia bersikap seperti itu padamu dan jangan luluh karna perkataan yang manis nya" ucap Jessy
" jadi maksudnya aku bersikap dingin seperti dia pada ku?" tanya Liliana
" iya" seru Jessy
"akan ku coba" sahut Liliana
" mending kita makan dan bersenang-senag dulu sebelum kamu pulang benarkan" ucap Jessy
" boleh " seru Liliana
" huh sungguh menyenangkan" ucap liliana yang baru pulang rumah di siang hari
" dari mana saja kamu? baru pulang?" tanya Lucas di ruang utama
"a…" "aku tak perlu menjawabnya " gumam Liliana yang mengacuhkan Lucas dan pergi seperti tak mendengar apapun
__ADS_1
^^^oke the next chapter ya guys……^^^