LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
pelukan manja


__ADS_3

"siapa? siapa?" tanya Jessy dengan semangat


" dia adalah… orang yang paling aku cintai" ucap Liliana


" aku pikir kamu akan memberitahunya kali ini" seru Jessy dengan kecewa


" hey jangan seperti itu, aku akan memberitahunya nanti " saut Liliana


"kapan itu?" tanya Jessy


" mm waktu yang akan menjawabnya " ucap Liliana


" Liliana yang benar saja" seru Jessy


" ini pernikahan rahasia, jika nanti kami mempublikasikannya akan ku beri tahu pada mu" ucap Liliana


" kalau nunggu di publikasi, aku bakalan udah tau duluan sebelum di beri tahu " saut Jessy


Ting (pesan masuk) Liliana langsung melihat pesan itu dan tersenyum


" Jess aku mau pulang dulu ya" ucap Liliana


" gak mau makan bareng lagi?" tanya Jessy


" kapan-kapan aja deh bisa kan, kita gak harus makan bareng setelah aku ada panggilan kan" ucap Liliana


" jadi penasaran siapa si yang barusan kirim pesan" saut Jessy


" bayi gede" seru Liliana


" bayi gede? jangan bilang dia…?" tanya Jessy


" iya seperti tebakan mu, suami ku" saut Liliana


" benarkah? kalian udah baikan?" tanya Jessy


" ya begitulah" saut liliana


" satu Minggu yang lalu kamu masih kurang baik kan?" tanya Jessy


" iya, dan yang lebih tepatnya 10 hari" ucap Liliana sambil pergi


" see you Jess nanti kapan-kapan aku kasih kabar deh kalo ada waktu" seru Liliana


" iya, aku juga (maksudnya ngasih kabar) " saut Jessy


tak selang berapa lama Liliana sampai di rumah

__ADS_1


" dari mana kamu?" tanya Lucas


" dari rumah temen" Sautr Liliana


" tapi tuan kapan pulang?" tanya Liliana


" kamu bilang apa barusan?" seru Lucas sambil menarik Liliana ke pangkuannya


" kapan pulang?" ucap Liliana


"bukan yang itu" saut Lucas


" lalu yang mana?" tanya Liliana


" ingat-ingat" ucap Lucas dengan wajah yang cemberut


" tapi" saut Liliana


" bukan" ucap Lucas


"oh tuan" saut Liliana


" kenapa kamu memanggil ku tuan?" tanya Lucas


" bukanya kamu bilang aku cuma sekedar pelayan dan jangan gak sopan jadi tuan adalah panggilan yang tepat kan" ucap Liliana dengan wajah yang sedih


Lucas terdiam


" iya maaf, maaf aku salah" seru Lucas sambil menarik Liliana



" ihh lepasin sesak" ucap Liliana


" aku lepasin tapi jangan pergi, dari pulang kerja nungguin kamu pulang itu lama loh " seru Lucas


" ka… kamu nungguin lili? emang kamu pulang nya jam berapa?" tanya Liliana dengan kaget


" kemaren sore" saut Lucas


" kamu nungguin lili dari kemarin?" tanya Liliana


"iya" saut Lucas sambil bersandar


" kenapa harus pulang di saat aku sedang ada janji" gumam Liliana


" kenapa bengong lili kan gak tau aku bakalan pulang, jadi gak apa-apa" ucap Lucas

__ADS_1


"haha iya" saut Liliana dengan canggung


" mulai sekarang jangan panggil aku dengan panggilan tuan lagi, gak boleh manggil mas Lucas atau kamu, gak boleh" ucap Lucas


" lalu aku harus dengan panggilan apa memanggil mu?" tanya Liliana


" sayang" ucap Lucas


"sa… sayang…" saut Liliana


" iya bener sayang" ucap Lucas


" rasanya geli, dan aneh " gumam Liliana


" gak mau ya" ucap Lucas


"iya sayang aku mau kok" seru Liliana


" ahh geli banget" gumam liliana


"yang" seru Lucas


" iya apa?" tanya Liliana


" mama udah pulang dari garis sama papa" ucap Lucas


" kapan mama sama papa pulang kok gak ngasih kabar sama lili " seru Liliana


" sebelum mama nelpon sama aku, mama nelpon sama kamu dulu yang " ucap Lucas


" benarkah?" seru Liliana


"iya mama bilang pagi tadi mama nelpon kamu tapi gak di angkat jadi mama nelpon aku" ucap Lucas


" ah mungkin lili masih tertidur " seru Liliana


" mama bilang, mama pulangnya kemaren malam karna lelah jadi mama ngasih kabarnya pagi" ucap Lucas


" lalu apa yang mama bilang?" tanya Liliana


" mama cuma nyuruh kita hadir di pesta " ucap Lucas


"pesta? tumben mama pulang dari luar negeri langsung Adain pesta?" tanya Liliana


" mama bilang pesta keberhasilan perjalanan bisnisnya " saut Lucas


" jadi kapan pestanya di laksanakan?" tanya Liliana

__ADS_1


" malam ini" saut Lucas


" malam… apa malam ini?" tanya Liliana


__ADS_2