LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
Lucas mulai mengetahui sedikit demi sedikit kehidupan Liliana


__ADS_3

malam tiba Liliana tidur di kamar nya (kamar di tempat Jessy ) menunggu Lucas sampai tertidur


" akhirnya kamu datang juga" ucap Jessy


" aku sudah bilang aku tidak ada waktu" seru Lucas


" lalu kenapa kamu datang? pergilah jika benar-benar tidak ada waktu" ucap Jessy


Lucas yang sedang duduk mulai berdiri dan jalan keluar


" pergi jika kamu tidak menyayangi istri mu" ucap Jessy


Lucas langsung berbalik lagi dan menekan Jessy di atas kursi


" jangan ikut campur" ucap Lucas dengan tegas


" apa kamu tau istrimu datang kemari sambil menangis karna takut hamil anak orang lain dia mengira kamu adalah orang lain yang membelinya dia tidak tahu bahwa suaminya adalah orang yang membelinya hingga dia menangis menginginkan pil karna takut hamil anak orang lain dan membawanya ke sisi mu, itu akan memberi harapan palsu pada mu" ucap Jessy dengan tegas


Lucas terdiam mendengar ucapan Jessy


" jadi seperti itu" seru Lucas


" iya, pergilah temui dia" ucap Jessy


" makasih" sertu Lucas sambil pergi


" dia berterimakasih pada ku, seorang CEO pemimpin perusahaan berterimakasih pada ku orang lain saja menghina ku habis-habisan" gumam Jessy


Lucas pergi ke kamar Liliana terlihat Liliana tidur dengan begitu lelapnya


" bahkan air mata mu keluar di saat kamu sedang tidur" ucap Lucas sambil menyeka (membersihkan) air matanya Lalu Lucas memakaikan penutup matanya Liliana yang tergeletak di atas meja


" tu… tuan? kamu sudah datang?" tanya Liliana


" kapan kamu terbangun? " tanya Lucas


" saat tuan mengangkat kepala ku" seru Liliana

__ADS_1


" tuan apa kita bisa melakukannya dengan cepat?" tanya Liliana


" untuk malam ini tidur lah di pelukanku tanpa harus melakukannya, akan ku hitung tiga malam dengan malam ini, walaupun kamu tidak melakukannya" ucap Lucas


"benarkah! hanya tidur? lalu di hitung tiga janji?" sontak Liliana dengan senang


"iya, hanya tidur" saut Lucas


"makasih, terimakasih banyak" seru Liliana dengan air mata yang mengalir di pipinya


"sudah jangan menangis " ucap Lucas


"ini adalah air mata bahagia" saut Liliana


" aku ingin tahu sebenarnya apa alasan mu menjual keperawanan mu demi uang?" tanya Lucas dengan lembut sambil memberikan pelukan pada liliana


" karna aku membutuhkannya" saut Liliana


" apa kamu tidak memiliki kluarga? kenapa kamu tidak meminjam nya pada keluarga mu?" tanya Lucas


" apa baginya aku adalah orang yang rumit?" gumam Lucas


"lalu kamu gunakan untuk apa uang itu?" tanya Lucas


" seseorang" seru Liliana


" seseorang?" tanya Lucas


" iya, dia adalah satu-satunya kluarga yang ku miliki" seru Liliana


" apa laki-laki itu lebih berharga daripada suami mu?" gumam Lucas


" seberapa berharga dia, apakah aku bisa bertemu orang itu di pertemuan kita selanjutnya?" tanya Lucas


" dia satu-satunya orang yang memberi ku kehangatan tanpa kebohongan" ucap Liliana


" seberharga laki-laki itu?" gumam Lucas

__ADS_1


" apa aku bisa bertemu dengan nya?" tanya Lucas


" saya nggak tau karna dia sedang di Thailand sekarang, dan dia pergi untuk berobat, aku tidak tahu kapan dia pulang" seru Liliana


" apa kamu menjual dirimu hanya untuk orang lain, bagaimana jika orang itu menipu mu" ucap Lucas


" yang pertama dia adalah orang yang paling berharga bagi ku, lalu yang kedua dia bukan orang lain, dan Yanng ketiga dia tidak mungkin menipu ku" seru liliana


" jika kamu sangat menyayanginya kenapa kamu tidak membawanya pulang ke rumah mu, dan merawatnya? " tanya Lucas


" karna aku tidak memiliki rumah" seru Liliana


"kenapa kamu berkata seolah-olah kamu sangat miskin dan tidak punya tempat tinghal" gumam Lucas


" jika kamu tidak memiliki rumah lalu tinggal di mana kamu sekarang?" tanya Lucas


" aku tinggal di rumah suami ku" seru Liliana


" kamu memiliki suami, bukankah yang di miliki suami juga adalah milik mu" ucap Lucas


"ya tapi kami sedikit berbeda dari orang lain" seru Liliana


" apa bedanya?, dan kenapa kamu tidak meminjam uang pada suami mu?" tanya Lucas


" kami menikah karna keinginan orang tua kami, kami bahkan seperti seorang pelayan dan tuan beberapa waktu lalu, dan aku sudah pernah mencoba meminjam uang padanya tapi dia malah membahas mas kawin yang dia berikan dua tahun yang lalu" seru Liliana


" aku sudah melewati batas, jika bukan karna Casis yang memberitahu soal Liliana yang ingin menjual dirinya mungkin saja kamu sudah tidur dengan banyak pria lain" gumam Lucas


" hubungan kami sempat membaik ya kurang lebih dua tiga Minggu lah, tapi kami kembali seperti tuan dan pelayan ah tida kalau yang sekarang lebih tepatnya orang asing" ucap Liliana


" kenapa kalian seperti itu lagi? dan aku penasaran berapa mahar yang di berikan suami mu dua tahun lalu, lalu kamu gunakan untuk apa uang itu?" tanya Lucas


" karna salah paham mungkin dia nggak tau istrinya jadi pelac*r di luar jadi aku menginginkan pil kontrasepsi agar mencegah kehamilan tapi dia pikir aku tidak ingin memiliki anak dengannya jadi sebab itulah aku meminta mu agar dengan cepat menyelesaikan janji kita, dan soal mahar selama dua tahun lebih aku tidak pernah menyentuhnya aku tidak mendapatkan uang bulanan, resiko, atau uang jajan jadi selama dua tahun aku slalu membeli resiko pakai uang tabungan ku sampai sekarang sudah habis, dan uang maharnya aku gunakan untuk pengobatan nenek dan bayar kremasi dan lahan buat kuburan kakek" say Liliana


" sebenarnya apa lagi yang masih kamu sembunyikan?" gumam Lucas sambil memeluk Liliana


perasaan Lucas untuk saat ini campur aduk antara kesal penasaran bersalah dan rasa simpati

__ADS_1


__ADS_2