
" kamar? kenapa ada kamar di ruangan mu?" tanya Liliana
" untuk beristirahat" saut Lucas
" ihh berat, turun" ucap Liliana pada Lucas yang tidur di atas perut Liliana
"panggil sayang'' saut Lucas dengan manja sambil melihat wajah Liliana
" hah apa?" saut Liliana dengan kaget
" kalo gak mau aku akan terus begini" ucap Lucas
" kelakuannya semakin hari semakin aneh" gumam Liliana
" ayo sekali aja ya yang, ya" ucap Lucas dengan manja
" sayang, udah kan cepet turun berat" seru Liliana
" bukan gitu, dengan lembut" saut Lucas
" haaa, yang ih berat, tidur nya di sono gih" ucap Liliana
" nggak mau, aku maunya kayak gini" saut Lucas yang mengangkat kepalanya dan sedikit mendekat lalu tidur lagi di atas dadanya Liliana
" rasanya kayak punya bayi gede" gumam Liliana
krururukk (suara perut liliana)
" kamu lapar?" tanya Lucas sambil senyum
" malu-maluin" gumam Liliana
" ada resto dekat sini, kita kesana" ucap Lucas sambil bangun
" ngapain ke resto? di kantor juga kan ada makanan" saut Liliana
" makanannya gak enak" saut Lucas
" kalau tau gak enak, kenapa gak ganti menu saja" ucap Liliana
" udah beberapa kali" saut Lucas
Liliana dan Lucas turun kebawah, para pekerja terus menatap nya
" Lucas apa ada sesuatu di wajahku?" tanya Liliana
__ADS_1
" nggak, ga ada apa-apa" saut Lucas
" lihat bos udah turun"
"tumben sebentar"
" dan lihat cewek nya gak ganti baju"
"bener bajunya jadi kusut"
" mungkin karna boss terlalu kasar"
" stamina juga mungkin berkurang" ucap para staf
" ternyata semua orang sedang memperhatikan hal itu" gumam Liliana dengan wajah yang ngeblush
"selain di rumah dan di hotel ternyata dia juga masih sering melakukan nya di kantor" gumam Liliana yang wajahnya jadi agak muram
" aku janji" ucap Lucas
" janji apa?" tanya Liliana
" bukan apa-apa" saut Lucas
"aneh" gumam Liliana
" ugh leher ku terasa sakit" ucap Liliana
" eh ini bukan kantor, ini kamar ku dan lebih dari itu dia tertidur sambil memeluk ku dengan erat " gumam Liliana
" selama beberapa hari ini, kami sudah seperti suami istri yang sungguhan, kami seperti orang yang menikah karna saling mencintai" gumam Liliana sambil mengelus rambut Lucas, lalu mata Lucas terbuka dengan perlahan
" ka… kamu sudah bangun, kapan?" ucap Liliana
" barusan saat kamu menyentuh ku" saut Lucas
" maaf" seru Liliana
" maaf untuk apa?" tanya Lucas
" karna membangunkan mu" saut Liliana
" jangan minta maaf, selain itu jika kamu terus memainkan telinga ku, aku tidak menjamin akan seperti apa kedepannya " ucap Lucas
" ah " seru Liliana sambil melepaskan tangan nya
__ADS_1
" terlambat, aku sudah tidak bisa menahannya, coba rasakan" ucap Lucas sambil memeluk erat Liliana
" ah tidak lagi, tubuhku masih terasa sakit" saut Liliana sambil meronta
"jadi kamu harus diam dengan tenang, jika tidak menginginkannya" ucap Lucas
" janji ya, gak bakalan lakuin itu" saut Liliana
" iya jadi, tidur lah di samping ku tanpa rasa waspada" ucap Lucas
" baiklah" saut Liliana dengan tenang
" bagaimana jika suatu saat dia tau kalau aku menjual diri ku demi uang, dan bagaimana jika dia tidak memaafkan ku, lalu menceraikan ku? padahal kebahagian ini yang sudah aku dambakan dari dulu" gumam Liliana dalam hati sambil menatap wajah Lucas dengan sedih
" ada apa?" tanya Lucas
" bukan apa-apa, hanya ini seperti mimpi" saut Liliana
" jika ini mimpi mu, aku akan mewujudkannya" ucap Lucas
" apa bisa?" tanya Liliana
" tentu aku bisa mewujudkan mimpi mu yang ini" seru Lucas
" walau sebenarnya aku masih penasaran untuk Apa kamu menjual dirimu? dan kepada siapa kamu mengirimkan uang itu? lalu untuk apa uang itu?" gumam Lucas
" aku hanya berharap ini adalah mimpi yang panjang" ucap Liliana
" aku janji" seru Lucas
" janji? janji apa?" tanya Liliana
"aku janji kedepannya aku tidak akan pernah mengulangi kesalahnku yang lalu" ucap Lucas
" kesalahan apa? kesalahan yang mana?" tanya Liliana
"begitu banyak kah kesalahan ku?, sampai bertanya kesalahan yang mana?" gumam Lucas
" bermain-main dengan wanita lain, aku dulu hilaf" ucap Lucas
" apa kamu benar-benar berjanji?" tanya Liliana
" iya" saut Lucas
tapi kemudian wajah senangnya itu terhapus lagi " itu kebutuhan mu, mungkin Bella bener kalau aku gak bisa layanin kamu kayak yang Bella lakuin ke kamu" ucap Liliana
__ADS_1
" jangan berpikir seperti itu" saut Lucas
" tapi masalahnya berbeda sekarang, dulu aku bisa menjawab iya dengan senyum lebar, tapi sekarang nggak bisa, karna sekarang aku nggak kayak dulu, aku yang sekarang hanya seorang wanita gila yang mengorbankan berliannya hanya demi uang" gumam Liliana