
"apa arti ciuman ini?" gumam Liliana
Lucas menggigit bibir Liliana dan melepaskan nya dengan perlahan
" kenapa teknik cium*n mu sangat jelek" ucap Lucas
" ya itu karna… karna" saut Liliana dengan wajah yang kemerah-merahan karna malu
Lucas hanya tersenyum melihat Liliana yang bicara dengan ragu dan wajah yang malu
" tuan sa… ya permisi dulu" ucap Casis yang masuk ke ruangan itu dan melihat ke uwuan mereka berdua
" issshh awas" seru Liliana sambil mendorong Lucas dan turun dari meja
" aw waw wa, ugh ini masih sakit" ucap Liliana
Lucas yang melihat Liliana turun dari meja sempoyongan karna bekas semalam langsung menggendongnya ke atas
" turunkan aku! aku bisa jalan sendiri" teriak Liliana
" diem, berisik!" saut Lucas
" ihh lepasin, aku bisa jalan, tuan turunkan aku , tuan, tuan" ucap Liliana
Lucas tak menghiraukannya dia naik ke atas sambil mendengar teriakan Liliana
" Lu… Lucas turunkan aku!" teriak Liliana
" apa? kamu panggil aku barusan?" tanya Lucas berhenti sejenak saat berjalan
" tu…an" saut Liliana
__ADS_1
" bukan yang itu, yang barusan" ucap Lucas
" Lu… Lucas " saut Liliana dengan takut dan memejamkan matanya
" bagus, kedepannya terus panggil aku dengan panggilan itu" seru Lucas sambil tersenyum
" dia tidak marah?, ada apa dengan sifatnya akhir-akhir ini sungguh aneh" gumam Liliana
" kamu pasti lelah tidurlah" ucap Lucas yang membaringkan Liliana sambil mencium kening nya lalu memeluk Liliana di atas tempat tidur
" hey tunggu! tunggu!" ucap Liliana yang meronta dari pelukan Lucas
" diam, dan tidurlah seperti ini, jika kamu terus meronta-ronta aku tidak bisa menjamin kedepannya akan seperti apa" ucap Lucas
Liliana yang mendengar itu langsung terdiam dan melihat dengan heran pada Lucas yang sudah memejamkan matanya
" ada apa? kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya Lucas
" tidak bukan apa-apa" saut Liliana
"tapi bukankah aneh jika kita tidur seperti ini?" tanya Liliana
"apanya yang aneh? diam dan rasakan" ucap Lucas
" ah ini membuatku gila, tapi entah kenapa aku merasa dia sedikit bersikap manja" gumam Liliana
mereka tidur siang setelah menghabiskan malam yang penuh gair*ah itu, sedangkan para pelayan sangat berisik di bawah menggosipkan tuan nya sendiri
" apa kalian tahu?" ucap juminten (salah satu pembantu, sifatnya sangat centil)
__ADS_1
" ada apa Jumi?" tanya bi Iis
" itu loh bi, nona dan tuan mesra-mesraan, pake ada acara gendong cium segala lagi bi" ucap bi Jumi
" yang bener, kamu gak bohong kayak wak tu itu kan?" tanya irong (pelayan lainnya)
" kalo begitu kita harus siapkan makanan yang sehat-sehat dan uang bikin subur" ucap Jumi
" ada ada aja kalian ini" saut bi Iis
" kalo bi Iis gak perca bi Iis bisa tanya sama tuan Casis, tuan Casis juga melihat sesuatu bi" saut Jumi
" ah sudah-sudah kalo tuan sampai tau kalian gosipin tuan, kalian pasti di pecat" ucap bi Iis
"iya bi" saut irong dan Jumi
malam hari
" hoaaahm dia masih tertidur lelap, aku akan menelpon Arno sebentar " ucap Liliana sambil menggeliat
" hallo" ucap Liliana
" benarkah?"
" apa keadaan nenek sudah membaik?"
"masih belum siuman? baiklah aku akan transfer uangnya" ucap Liliana
" tranfer? siapa sebenarnya yang akan dia kirimi uang dengan jumlah besar itu?" tanya Lucas
Liliana menutup tirai karna sudah malam dan ia duduk perlahan di samping Lucas yang pura-pura tidur
__ADS_1
" andai kamu seperti ini setiap hari, pasti lebih tenang kan, tapi itu tidak mungkin sadar liliana" ucap Liliana sambil bangun dan hendak pergi
" kenapa tidak mungkin?" tanya Lucas sambil memeluk Liliana dari belakang secara tiba-tiba ( serangan mematikan)