LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
pelukan


__ADS_3

"apa arti ciuman ini?" gumam Liliana


Lucas menggigit bibir Liliana dan melepaskan nya dengan perlahan


" kenapa teknik cium*n mu sangat jelek" ucap Lucas


" ya itu karna… karna" saut Liliana dengan wajah yang kemerah-merahan karna malu


Lucas hanya tersenyum melihat Liliana yang bicara dengan ragu dan wajah yang malu


" tuan sa… ya permisi dulu" ucap Casis yang masuk ke ruangan itu dan melihat ke uwuan mereka berdua


" issshh awas" seru Liliana sambil mendorong Lucas dan turun dari meja


" aw waw wa, ugh ini masih sakit" ucap Liliana


Lucas yang melihat Liliana turun dari meja sempoyongan karna bekas semalam langsung menggendongnya ke atas


" turunkan aku! aku bisa jalan sendiri" teriak Liliana


" diem, berisik!" saut Lucas


" ihh lepasin, aku bisa jalan, tuan turunkan aku , tuan, tuan" ucap Liliana


Lucas tak menghiraukannya dia naik ke atas sambil mendengar teriakan Liliana


" Lu… Lucas turunkan aku!" teriak Liliana


" apa? kamu panggil aku barusan?" tanya Lucas berhenti sejenak saat berjalan


" tu…an" saut Liliana

__ADS_1


" bukan yang itu, yang barusan" ucap Lucas


" Lu… Lucas " saut Liliana dengan takut dan memejamkan matanya


" bagus, kedepannya terus panggil aku dengan panggilan itu" seru Lucas sambil tersenyum


" dia tidak marah?, ada apa dengan sifatnya akhir-akhir ini sungguh aneh" gumam Liliana


" kamu pasti lelah tidurlah" ucap Lucas yang membaringkan Liliana sambil mencium kening nya lalu memeluk Liliana di atas tempat tidur


" hey tunggu! tunggu!" ucap Liliana yang meronta dari pelukan Lucas


" diam, dan tidurlah seperti ini, jika kamu terus meronta-ronta aku tidak bisa menjamin kedepannya akan seperti apa" ucap Lucas


Liliana yang mendengar itu langsung terdiam dan melihat dengan heran pada Lucas yang sudah memejamkan matanya


" ada apa? kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya Lucas


" tidak bukan apa-apa" saut Liliana


"tapi bukankah aneh jika kita tidur seperti ini?" tanya Liliana



"apanya yang aneh? diam dan rasakan" ucap Lucas


" ah ini membuatku gila, tapi entah kenapa aku merasa dia sedikit bersikap manja" gumam Liliana


mereka tidur siang setelah menghabiskan malam yang penuh gair*ah itu, sedangkan para pelayan sangat berisik di bawah menggosipkan tuan nya sendiri


" apa kalian tahu?" ucap juminten (salah satu pembantu, sifatnya sangat centil)

__ADS_1


" ada apa Jumi?" tanya bi Iis


" itu loh bi, nona dan tuan mesra-mesraan, pake ada acara gendong cium segala lagi bi" ucap bi Jumi


" yang bener, kamu gak bohong kayak wak tu itu kan?" tanya irong (pelayan lainnya)


" kalo begitu kita harus siapkan makanan yang sehat-sehat dan uang bikin subur" ucap Jumi


" ada ada aja kalian ini" saut bi Iis


" kalo bi Iis gak perca bi Iis bisa tanya sama tuan Casis, tuan Casis juga melihat sesuatu bi" saut Jumi


" ah sudah-sudah kalo tuan sampai tau kalian gosipin tuan, kalian pasti di pecat" ucap bi Iis


"iya bi" saut irong dan Jumi


malam hari


" hoaaahm dia masih tertidur lelap, aku akan menelpon Arno sebentar " ucap Liliana sambil menggeliat


" hallo" ucap Liliana


" benarkah?"


" apa keadaan nenek sudah membaik?"


"masih belum siuman? baiklah aku akan transfer uangnya" ucap Liliana


" tranfer? siapa sebenarnya yang akan dia kirimi uang dengan jumlah besar itu?" tanya Lucas


Liliana menutup tirai karna sudah malam dan ia duduk perlahan di samping Lucas yang pura-pura tidur

__ADS_1


" andai kamu seperti ini setiap hari, pasti lebih tenang kan, tapi itu tidak mungkin sadar liliana" ucap Liliana sambil bangun dan hendak pergi


" kenapa tidak mungkin?" tanya Lucas sambil memeluk Liliana dari belakang secara tiba-tiba ( serangan mematikan)


__ADS_2