LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
malam yang panas


__ADS_3

"apa yang terjadi pada mu?" tanya Jessy


" beritahu saja di mana Liliana cepat!!" teriak Lucas


" lili dia di kamarnya" seru Jessy dengan gagap


Casis mengantarkan Lucas ke kamar Liliana saat membuka pintu Casis sangat terkejut melihat liliana dengan tampilan seperti itu


" kamu sudah mengantarkan nya?" tanya Luna


" ayok kita pulang! di sini berbahaya" ucap Casis sambil menarik Luna yang sedang duduk bersama Jessy


" apa? apa nya yang berbahaya?" tanya Luna


" kamu bilang sudah berhenti, jadi ayo pulang" seru Casis


" berhenti? apa maksudnya?" tanya Luna


" apa perkataan mu di mobil adalah bohong?" tanya Casis


" aku baru paham sekarang! apa kamu takut?" tanya Luna


"iya aku sangat takut, sangat takut!" ucap Casis


"duduklah kemari dan tenangkan dirimu" seru Luna


" aku takut, sangat takut! aku takut kamu akan kembali" ucap Casis yang sudah duduk di kursi

__ADS_1


" aku tidak akan kembali, jadi tenanglah, tapi sejak kapan kamu mulai menyukai ku?" ucap luna


"terimakasih karna kamu tidak akan kembai" seru Lucas


"aku bertanya kapan kamu mulai menyukaiku?" ucap Luna


" saat kita bertabrakan di depan pintu hotel 3 tahun yang lalu" seru Casis


"kamu sudah tertarik kepada ku, dari saat pertama kali kita bertemu?" tanya Luna


" aku slalu Ter ingat saat pertama kali kita bertemu itu, " seru Casis


" apa ini ungkapan?, apa kamu sedang mengajak ku menikah? " tanya Luna


" iya, tapi penghasilan ku tidak banyak" seru Casis


" maaf Jess, Jess lo nggak ada niatan buat berhenti?" tanya Jessy


"aku tidak tahu" seru Jessy


" apa kamu sangat menikmati dirimu yang sekarang?" tanya Luna


" tentu tidak setiap kali aku hubungan intim dengan seseorang rasanya aku ingin muntah" seru Jessy


" lalu kenapa kamu tidak berhenti saja?" tanya Luna


" aku ingin tapi aku tak seperti dirimu, jika aku berhenti aku akan makan apa?" seru Jessy

__ADS_1


" bukankah kamu memiliki bakat dalam melukis?" tanya Luna


" ya begitulah " seru Jessy


" bagaimana kalau kita buka butik" ucap Luna


" aku tak memiliki banyak uang untuk membeli bahan, dan membuat bangunan" seru Jessy


" aku akan menyiapkan butiknya, dan kamu yang membuat desain nya, bagaimana" ucap Luna


" akan ku pikirkan, tapi by the way kamu punya uang dari mana?" tanya Jessy


" ada sedikit tabungan dan uang sisa jual diri ku yang terakhir" ucap Luna


mereka terus merencanakan bisnis untuk di masa depan, di tempat lain seperti biasa Liliana sudah bersiap namun Lucas yang sudah merasa tidak tahan dia melakukannya dengan kasar tidak seperti biasanya


sreeeekkkk (suara pakaian yang sobek)


" lain kali jangan gunakan pakaian, aku lebih suka melihat mu tanpa sehelai pakaian pun" ucap Lucas sambil mendorong Luna dan mencium tubuhnya dengan kasar


" jangan terlalu… ah uh ……ha ah uh…… kasar" seru Liliana


malam itu pun berlalu dengan panjang ruangan besar itu diisi suara Liliana yang terus menjerit kesakitan dan ******* Sorang pria ruangan itu seperti di bakar suasana panas mereka membakar ruangan hampa itu sampai Liliana tidur pun Lucas masih meneruskannya karna ketidak sasarannya membuat dirinya seperti binatang


"malam ini tak seperti biasanya" gumam Liliana sambil melangkah keluar dengan sempoyongan (matanya juga masih tertutup ya guys)


" Jess " seru Liliana sambil membuka pintu

__ADS_1


" ke… kenapa ada Casis ?" tanya Liliana dengan kaget


__ADS_2