
"sebenarnya apa yang terjadi sampai mereka tak sadarkan diri seperti ini?" tanya Luna
Casis dan Luna hanya mengobrol di luar ruangan karna takut mengganggu mereka, tanpa mengecek dulu bahwa Liliana sudah terbangun
" jadi begini BLA BLA BLA ( Casis bercerita singkatnya tentang kejadian hari itu)
BRUGH!
terdengar suara barang yang seperti terjatuh, Casis yang mendengar itu langsung bergegas melihat ruangan
" nona! kapan nona terbangun?" tanya Casis
Liliana hanya terdiam bibirnya sangat kering tubuhnya sangat lemas bahkan mengangkat tangan pun
dengan cepat Casis menekan tombol tak selang berapa lama para perawat datang
" ada yang bisa saya bantu?" tanya perawat
" suster nona saya sudah siuman" ucap Casis
" saya akan memeriksanya" seru perawat
" jangan khawatir kondisinya baik- baik saja, mungkin karna tubuhnya berada di tempat yang dingin untuk waktu yang lama jadi dia berhalusinasi, jika ingin lebih detail saya akan meminta dokter untuk memeriksanya" ucap suster
" baik, terimakasih sus" seru Casis
Luna masuk kedalam dan duduk di kursi menunggu Liliana bersama Casis
" kamu sedang menelpon siapa?" tanya Luna
" nyonya dan tuan besar" seru Casis
" mereka belum tahu?" tanya Luna
" saya lupa menelponnya kemarin" ucap Lucas
" hallo nyonya" ucap Casis
__ADS_1
"nyonya, tuan dan nona muda sedang sakit sekarang berada di rumah sakit xx " ucap Casis
" lebih baik nyonya datang dan melihat kondisinya sendiri" seru Casis
" iya, iya, baik nyonya" seru Casis yang menjadi akhir percakapan
" apa katanya?" tanya Luna
" nyonya nyuruh jagain mereka " seru Casis
" apa mereka akan datang menjenguk?" tanya Luna
" mungkin sekarang sedang di perjalanan" seru Casis
beberapa saat kemudian
" kenapa ini bisa jadi seperti ini?" tanya mama hally
" nona di culik dan di tempatkan di lemari es lalu tuan menyusul, seperti itulah kurang lenihnya" seru Casis
"siapa yang melakukannya?" tanya mama hally
satu Minggu kemudian
"akhirnya bisa keluar juga dari rumah sakit"
ucap Lucas, Liliana hanya tersenyum melihat Lucas dari belakang
" saya juga merasa sangat lega tuan!" seru Casis
" Casis kapan kamu akan kenikah?" tnya Liliana
" ke… kenapa nona menanyakan itu?" seru Casis
" tidak apa-apa, hanya saja aku ingin cepat- cepat melihatmu menikah" ucap Liliana
" jika saya menikah mungkin kedepannya saya tidak akan berada di villa lagi, mungkin saya hanya akan menemani tuan di kantor" seru Casis
__ADS_1
" itu tidak apa- apa" ucap Lucas
Casis pergi ke parkiran sedangkan Liliana dan Lucas menunggu di depan
" aku tahu itu hanya alasan kan yang? " tanya Lucas
" alasan apanya?" seru Liliana
" ayo jujur aja sebenarnya apa niat kamu nanya nikah sama Casis, jangan bilang" ucap Lucas
" mana ada, lili hanya ingin menangkap bunga bersama" seru Liliana
" bersama siapa?" tanya Lucas
"bersama siapa lagi, kalo bukan sama sayang ku" seru Liliana.
" kita kan udah nikah, sekarang tuh kita harusnya mikirin penerus kita, bukan nangkap bunga" ucap Lucas
tak lama Casis datang dan mereka pulang, melanjutkan percakapannya di mobil
" aku belum… satu kali lagi! tinggal satu kali lagi" seru liliana
" apanya yang stu kali ?" tanya Lucas
" ah bu…bukan apa- apa" seru Liliana
" aku sangat menginginkan anak, tapi sebelum itu aku harus menyelesaikan janji malam terakhir dulu dengannya" gumam Lucas
sesampainya di rumah
Liliana dan Lucas langsung naik ke atas
" yang lapar" ucap Lucas sambil memeluk manja Liliana
" aku akan masakin, tunggu sebentar" seru Liliana
" aku ingin makan kamu" ucap Lucas sambil menggigit leher Liliana
__ADS_1
"ak… aku akan mandi dulu" seru Liliana
" aku akan melakukannya besok di rumah mommy night" gumam Lucas sambil berbaring