
mereka langsung bergegas dengan beberapa polisi lainnya
BUGH!
baru saja turun dari mobil sudah di sambut dengan pukulan
" lagi gali kubur sendiri rupanya " ucap Casis
terjadilah perkelahian yang cukup memakan waktu di sana beberapa polisi pergi mencari Lucas dan Liliana
" cari di lantai atas!" ucap Casis
" tidak ada, di atas tidak ada apa pun" seru polisi
" berpencar cari ke balakang, sebagian terus geledah ruangan ini" ucap polisi
" ingin mati rupanya kamu"
ucap polisi yang berada di luar sambil menendang salah satu pria, petugas yang berada di luar menyeret para pria itu ke dalam dan langsung di interogasi
" dimana kami menyembunyikan tuan muda dan nyonya?!" tanya Casis dengan tegas
" cari saja sampai kalian mati" seru pria
" jangan main- main! " ucap Casis sambil menekan pria itu
" dia tidak akan bicara jika seperti itu" ucap polisi sambil menenangkan Casis
BRUGH
" dimana kamu menyembunyikan orang itu?" tanya polisi sambil menggertak nya
DUAR!!
__ADS_1
suara peluru yang membuat bangunan tua itu menjadi sangat menggema, membuat semua mata melihat ke arahnya
DUARR!!
sekali lagi tembakan itu terdengar kali ini peluru itu di arahkan tepat pada salah satu pria, pelurunya tepat di sisi telinganya membuat mata pria itu terbuka lebar
" apa kali ini kamu masih tidak ingin bicara!" ucap Casis yang menodongkan dua pistol sekaligus
Beberapa saat kemudian
" lebih kuat lagi!"
ucap para polisi dan Casis yang membuka pintu lemari besi itu
" apa sandinya cepat katakan " tanya Casis pada pria
" kami tidak mengetahuinya, kami hanya mengikuti arah dari orang lain" seru pria
" bagaimana dengan kondisi tuan? pintunya saja sudah sangat dingin!" gumam Casis
" bagus! terus lebih keras lagi!, sedikit lagi, pintunya hampir terbuka!"
ucap para polisi yang membuka pintu, saat pintunya terbuka mereka sangat terkejut pada apa yang mereka lihat di dalam
" cepat hubungi rumah sakit! kirim ambulan secepatnya!!" ucap polisi
setelah beberapa saat
" kita akan membagi tugas dari sini!" ucap polisi
" baik pak" saut polisi lainnya
" bawa orang- orang ini ke kantor, interogasi dia, dan cari tahu dalang di balik insiden ini" ucap polisi
__ADS_1
" baik pak!" saut polisi
" saya akan pergi ke rumah sakit bersama mereka ( Lucas, Casis, Liliana )" ucap polisi
" baik pak"saut polisi lainnya
suara sirine yang sangat kencang itu membuat mobil lain menepi, sesampainya di rumah sakit pihak rumah sakit dengan cepat menangani Liliana dan Lucas, sedangkan polisi itu langsung pulang setelah beberapa percakapannya dengan dokter
" bagaimana kondisinya dok?"
tanya Casis yang terus terusan mundar- mandir dari tadi
" karna ini sangat serius kami tidak bisa memastikan apa-apa, ini juga pertama kalinya kami mendapatkan pasien yang memebeku" ucap dokter
" apa mereka bisa di selamatkan?" tanya Lucas
" saya tidak bisa memastikannya, namun kondisinya sudah lebih baik" seru doctor
" terimakasih dok" ucap Casis
" ini sudah tengah malam" gumam Casis sambil melihat jam tangannya
Casis yang duduk menunggu Liliana dan Lucas siuman ia malah tertidur di kursi, jari Liliana sudah mulai bergerak tapi matanya masih tertutup
pagi hari
"ugh seluruh tubuhku terasa sakit, mungkin karna aku tidur sambil duduk di kursi" ucap Casis
" mereka berdua masih belum siuman" gumam Casis sambil menatap mereka berdua
" aku akan membeli kopi dan gorengan di depan rumah sakit sebentar"
ucap Casis sambil pergi, bersamaan dengan perginya Casis Liliana mulai membuka matanya, tapi walau matanya sudah terbuka dia terlihat seperti orang buta yang tidak bisa melihat apa- apa seperti orang gila yang kehilangan akalnya, Casis yang sedang membeli kopi tanpa sengaja bertemu Luna dan pada akhirnya Luna ikut ke rumah sakit bersama casis
__ADS_1