
tok tok tok
" nona maaf saya menggangu, kami belum memasak karna biasa nya nona ingin masak, jadi apa sekarang nona akan memasak?" tanya bi Iis
" tolong masakin saja bi" saut Liliana
" baik non" seru bi Iis
" apa biasanya kamu masak?" tanya Lucas
" iya setiap waktu" saut Liliana
" benarkah? lain kali kamu anterin aku makanan masakan kamu ke kantor" ucap Lucas
" aku sering mengantarkannya" saut Liliana
" kapan? kenapa aku tidak pernah mengingatnya" ucap Lucas
" karna jawaban mu slalu sama ' aku akan makan siang di luar bersama Bella, bersama Luna ' kalau tidak kamu akan mengatakan aku masih sibuk" ucap Liliana
Lucas terdiam dan melepaskan pelukan nya pada Liliana secara perlahan dan membatu Liliana pergi ke kamar mandi sebelum pergi Liliana sempat melihat Lucas
" apa itu? yang benar saja dia mengeluarkan ekspresi seperti itu, aku tidak menyangkanya" gumam Liliana sambil melihatnya di wastafel kamar mandi
" apa aku sebrengs*k itu?" gumam Lucas ( gak sadar dia sendiri pernah s*x sambil telponan istrinya)
setelah beberapa waktu Liliana keluar dari kamar mandinya dengan menggunakan handuk
" apa kamu sedang menggoda ku?" tanya Lucas yang masih tiduran menunggu Liliana selesai mandi
" ap… mana mungkin, ak… aku terbiasa tidur sendiri jadi ku pikir tidak ada orang" ucap Liliana yang merasa kaget
__ADS_1
"kalau begitu mulai sekarang aku akan menemani mu tidur" ucap Lucas
" bu… bukan itu maksudku" saut Liliana
"lalu apa yang kamu maksud itu?" tanya Lucas sambil mendekat dan mendorongnya ke dinding Liliana merasa takut dia menyimpan kedua tangannya di atas dada nya dan memejamkan matanya
" cepatlah pakai bajumu lalu tolong bawakan pakaianku ke mari" ucap Lucas sambil membisikan itu di telinga Liliana
" ah iya, iya jangan terlalu dekat" saut Liliana
" seru juga ya, aku akan sedikit lagi menggodanya" ucap Lucas yang sudah tidak mendorong Liliana ke tembok lagi dan masuk pintu kamar mandi tapi di saat Liliana akan pergi
" ada yang tertinggal" ucap Lucas
" apa?" tanya Liliana yang berbalik dan langsung di berikan ciuman singkat oleh Lucas yang membuatnya terdiam tak berkata-kata bola matanya semakin membesar karna ciuman singkat yang langsung di tinggal masuk kamar mandi itu
" aneh!, dia benar benar aneh" ucap Liliana sambil pergi dengan salting nya
" apa kamu sudah mengambil pakaian ku?" tanya Lucas yang keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang bercucuran ke tubuhnya dan handuk yang sangat kecil di tubuhnya
" aku sudah…" saut Liliana sambil menoleh kebelakang dan membatu melihat karya seni indah itu ( ABS yang basah)
"bantu aku memakainya" ucap Lucas
" ah iy, iya" saut Liliana
Liliana membantu Lucas mengenakan bajunya
" nih pakai aja sendiri celananya" ucap Liliana
__ADS_1
" tapi aku mau kamu memakaikannya" ucap Lucas
"pakai aja sendiri, kamu bukan bayi" saut Liliana
" aku ingin kamu membantuku, coba lihatlah, sentuhlaj" ucap Lucas sambil terus mendorongnya ke atas kursi
" dasar orok gede" saut Liliana yang terus menghindari pandangan Lucas
" apa kamu bilang" seru Lucas sambil bercanda dan wajahnya yang tersenyum
" bayi gede, bayi gede!" teriak Liliana
Lucas terus mendorong Liliana semakin dalam dan wajahnya semakin mendekat
"ka… kamu mau apa?" ucap Liliana
" aku ingin mengambil ini memangnya apa, bukanya kamu gak mau bantuin aku pakai celana ya" saut Lucas
"ha hoh" seru Liliana
ceklek ( membuka pintu)
" kamu mau kemana?" tanya Liliana
" ruang kerja" saut Lucas
" kemari keringkan dulu rambut mu, nanti bisa terkena flu" ucap Liliana sambil menarik Lucas
" oke baikla" saut Lucas sambil duduk di kursi
"duduklah di bawah kamu tinggi, kalo kamu duduk di kursi aku gak bakalan bisa ngeringin rambut nya" ucap Liliana
__ADS_1
Lucas menuruti ucapan Liliana tanpa konplain