
" apa kamu tidak senang memiliki anak dengan ku?" tanya Lucas
"bukan… bukan aku… aku… " seru Liliana dengan rasa gelisah yang kuat
" baiklah kalau kamu tidak menginginkannya lebih baik seperti itu" ucap Lucas sambil pergi
"ini semua nggak bener! kenapa slalu saja slalu! dari dulu aku aku hanya akan merasakan kebahagian sesaat kenapa?!!" seru Liliana sambil menangis
" jika ada barang yang datang untuk nona buang dan bakar itu, beritahu semua orang" ucap Lucas pada bi Iis
" baik tuan" saut bi Iis
malam tiba mereka kembali tidur terpisah setelah beberapa Minggu menghabiskan hari dan malam-malam yang indah, malam berlalu pagi pun datang matahari bersinar terang seperti biasanya, Lucas yang terbangun dari tidurnya seperti biasa melihat set pakaian yang sudah Liliana siapkan di gantung di sana Lucas dengan wajah kesalnya turun kebawah dan seperti hari-hari mereka sebelum menjadi baik terlihat Liliana yang memasak hanya saja Liliana yang sedang memasak sekarang berbeda dengan Liliana yang biasanya memasak, karna biasanya dia slalu tersenyum bahagia jika sedang memasak namun saat ini wajahnya terlihat sangat muram
" akhirnya selesai juga" ucap Liliana sambil menata makanan yang sudah di masak nya di atas meja lalu secara kebetulan melihat Lucas
"sayang kamu mau sarapan sama apa? aku sudah masak makanan favorite kamu" ucap Liliana
" aku akan sarapan di kantor" seru Lucas tanpa melihat ke arah Liliana sedikit pun
" dia kembali seperti dulu, dan hari-hari kemarin berlalu seperti tidak pernah terjadi hal yang membahagiakan " ucap Liliana
__ADS_1
Liliana yang merasa lelah setelah memasak dan rasa sakit hati yang membuatnya kecewa, karna rasa kecewa itu Liliana berasa sangat kecewa dan tidak ada harapan jadi Liliana kembali ke kamarnya dengan mata yang berkaca-kaca
" Jess apa kamu sudah mengirimkan pil nya?" tanya Liliana lewat telpon
" sudah aku kirimkan dari kemarin" seru Jessy
" benarkah? apa alamatnya benar?" tanya Liliana
" ya semuanya sudah benar" seru Jessy
" baiklah kalau begitu" saut Liliana
" tunggu Jess apa kamu bisa menyampaikan pesan pada orang yang membayar ku" seru Liliana
" iya pesan seperti apa?" tanya Liliana
" tolong sampaikan pada orang itu, apa kita bisa melakukan janji yang ke tiga lalu apa waktu janji ke janji bisa di percepat" ucap Liliana
" iya akan ku sampaikan" seru Jessy yang kemudian telpon itu tertutup
Liliana keluar dengan penyamaran karna takut di kerumini orang-orang akhirnya Liliana sampai di tempat Jessy Liliana masuk dengan penyamaran penuh
__ADS_1
" Jessy buka pintunya" ucap Liliana
" Liliana ini masih pagi kenapa kamu datang sepagi ini?" tanya Jessy sambil membuka pintunya
" Jess bisakah aku tinggal di sini untuk beberapa hari" ucap Liliana sambil masuk
" kenapa kamu berpakaian seperti imi? "tanya Jessy
" kamu tau kan berita semalam, kalau aku keluar tanpa penyamaran aku takut akan tertangkap paparazi " ucap Liliana sambil membuka kacamatanya
" lili kamu sangat sembab" ucap Jessy
" hmm aku gak bisa tidur semalaman dan air mataku terus keluar" seru Liliana
" apa seburuk itu masalahnya?" tanya Jessy
" iya Jess, karna suamiku tanpa sengaja mendengar aku membicarakan pil kontrasepsi, karna kesalahpahaman pil ini kami bertengkar dan tidak saling beebicara" ucap Liliana
" jadi ribet ya, kamu juga bingung mau bilang apa?" tanya Jessy
" Jess jadi mohon ya bilang sama orang itu aku ingin mempercepat waktu" ucap Liliana dengan air mata yang mulai menetes
__ADS_1