
" jangan kencang-kencang, semua orang melihat ke arah kita" ucap Liliana
" ekhem iya" saut Jessy sambil duduk kembali
" yang benar saja, tapi kamu malah mencintai nya, walaupun dia gak memberi mu uang bulanan, dan setelah dua tahun lebih dia malah menanyakan soal mas kawin, g*la! bener-bener gak abis pikir" ucap Jessy
" iya aku tahu itu dengan pasti, tapi apa daya ku, perasaan ini tak bisa di rubah walau sudah beberapa kali aku bertekad akan melupakannya, tapi aku terlanjur terlalu mencintai nya" saut Liliana
" memang benar jika sudah mencintai seseorang, itu sangat sulit untuk di rubah" ucap Jessy
" apa kamu juga pernah merasa seperti itu?" tanya Liliana
" iya, dan hal itu juga yang membuat ku berakhir menjadi kupu-kupu malam" ucap Jessy
" benarkah? siapa laki-laki yang meninggalkan mu?" tanya Liliana
" teman SMA dulu" ucap Jessy
" benarkah, laki-laki jaman sekarang sama brengs*knya" saut Liliana
" benar, itu memang benar" seru Liliana
mereka terus mengobrol seakan-akan teman lama yang baru bertemu
" dah see you" ucap Jessy
" iya bye-bye, sampai jumpa lagi nanti ya" saut Liliana sambil melambaikan tangan nya
__ADS_1
" iya kalau mau datang, telpon dulu ya, nanti akan ku siapkan teh dan desert nya " ucap Jessy
" iya akan ku telpon" saut Liliana
mereka berpisah di restoran menuju ke tujuan nya masing-masing sesampainya di villa
" senangnya punya teman" ucap Liliana sambil tersenyum
" apa sesenang itu menjual tubuhnya demi laki-laki yang baru di kenalnya" deru Lucas di balkon kamarnya
" aku harus beralasan apa ya?" gumam Liliana
saat masuk Liliana melihat Lucas di ruang tv Liliana pergi mengacuhkannya seolah-olah dia tidak melihat orang
" apa kamu tidak melihat ku di sini?" tanya Lucas
" Jessy bilang aku harus jadi dingin jika dia juga bersikap dingin pada ku" gumam Liliana
" lalu kenapa kamu mengacuhkan ku?" tanya Lucas
" lalu? apa saya harus joget di depan anda?" tanya balik Liliana
" baru jual diri satu malam saja sudah belagu" gumam Lucas
Liliana pergi ke lantai atas karna dia merasa lelah dan punggungnya masih terasa sakit tapi Lucas menarik tangannya hingga terjatuh di pangkuan Lucas
"ah aw" sontak Liliana
__ADS_1
" aku lupa tadi malam, adalah pengalaman pertamanya" gumam Lucas
" dari mana saja kamu pagi ini?" tanya Lucas
" aku… aku… aku" seru Liliana yang kebingungan
" aku ingin tau, alasan apa yang akan dia gunakan" gumam Lucas sambil menatap tajam Liliana
" aku apa?" tanya Lucas
" itu, itu, saya dari rumah teman" ucap Liliana sambil memalingkan pandangan matanya
" aku takut dia melihat bekas di leher ku" gumam Liliana yang langsung bangun dari lahunan nya dan berjalan pergi meninggalkan ruangan tv, tapi Lucas tak menyerah dia mengikuti Liliana dari belakang hingga Liliana merasa canggung dan terganggu oleh keberadaan Lucas
" berhentilah mengikuti ku" ucap Liliana
" jujur aku masih merasa kurang puas dengan pelayanannya semalam, tapi tubuhnya sangat lemah, jika tubuhnya tidak lemah, jangankan sampai pagi pingsan pun masih akan ku lanjutkan" gumam Lucas
" hey" sontak Liliana
" aku tidak mengikuti mu, tapi hasr*at ku membawa ku berjalan ke arah mu secara perlahan
"apa? apa yang dia katakan? kenapa sifatnya jadi aneh?" gumam Liliana yang merasa kebingungan
Lucas mendekat Liliana yang merasa takut dan heran terus mundur, sampai Lucas mendorongnya ke dinding lalu mengangkatnya ke atas meja dan menciumnya secara perlahan dan lembut
__ADS_1