LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
nafsu makan ku sudah hilang


__ADS_3

" apa ada sesuatu di wajah ku?" tanya Liliana


" tidak ada" saut Lucas


" lalu kenapa kamu terus… terusan menatap wajah ku?" tanya Liliana


" ada sesuatu dalam dirimu" ucap Lucas


" apa itu?" tanya Liliana dengan penasaran


" matahari ku" saut Lucas sambil pergi meninggalkan kamar Liliana


Liliana yang mendengar itu ngeblush wajah nya menjadi merah, setelah itu Liliana turun ke bawah untuk makan malam di sana sudah ada Lucas seperti biasa Liliana akan duduk di kursi yang paling jauh di hadapan Lucas


" kenapa kamu duduk sangat jauh?" tanya Lucas


" ah" Liliana sambil berjalan ke arah Lucas dan duduk di sampingnya


Lucas dan Liliana saling terdiam karena merasa canggung Liliana mulai membicarakan topik


" kamu mau makan sama apa aku ambilkan" ucap Liliana


" tolong ambilkan spaghetti bolognese ayam sama sosis barbeque" saut Lucas


" oke, nasinya? tumis kacang panjang nya?" tanya Liliana


" aku tidak makan kacang panjang" ucap Lucas


" loh kenapa? enak tau, apa kamu alergi?" tanya Liliana


" enggak" saut Lucas


" jangan pilih-pilih makanan kamu bukan anak kecil loh" ucap Liliana


" gak enak" saut Lucas

__ADS_1


" coba cicipi doang, kalo emang gak suka gak papa, tapi kalo kamu bisa makan kacang, kamu harus makan gak boleh pilih-pilih, sini aaaaahh" ucap Liliana sambil menyuapi Lucas nasi dan kacang dari pirinh makan nya


" enggak mau, ya enggak mau" saut Lucas


" nona ini terlalu memaksa" gumam irong yang mengintip


" benar, gimana kalo tuan tiba-tiba marah coba" ucap Jumi yang sedang mengintip bareng irong


" kalian sedang apa?" tanya bi Iis yang datang dari belakang


" ka… kami itu loh bi, tadi barangnya irong jatuh jadi kita lagi nyari barang nya irong" ucap Jumi


irong yang suka ngelag gak ngerti malah melongo di depan bi Iis lalu Jumi mengedipkan matanya


" ah iya bi, tadi hilang bi" saut irong


" apanya yang ilang?" tanya bi Iis


" itu bi jejak kaki irong ilang" ucap irong


" maaf bi kami cuma penasaran" saut Jumi dan irong


" kenapa gak ajak bibi? bibi juga penasaran" ucap bi Iis


kembali ke meja makan setelah sekian lama mereka makan malam Liliana masih saja tetap menawarkan tumis kacang dan nasi putih nya pada Lucas


" kamu yakin gak mau ini enak loh" ucap Liliana


" enggak" saut Lucas


Liliana terus memakan tumis kacang dan nasi itu sambil menawarkan nya pada Lucas, lama-kelamaan Lucas mulai merasa berisik pada Liliana yang tak berhenti menawarkannya tumis kacang


" mmhh aba (apa) " ucap Liliana


" benar yang kamu katakan tumis kacang dan nasi itu memang enak, apalagi di suapinya dengan bibir bukan sendok" saut Lucas

__ADS_1


"apa? jangan tiba-tiba mencium ku begini" sontak Liliana sambil menyeka mulutnya


" jika aku memberitahu mu dulu rasanya tidak akan seenak ini" ucap Lucas


"aku sudah selesai" saut Liliana sambil pergi


" habiskan dulu makanan mu" ucap Lucas


" nafsu makan ku sudah hilang" saut Liliana


" kenapa ini terasa familiar" gumam Lucas


" aku ingat" gumamnya


masa lalu


" kenapa kamu duduk di meja makan?" tanya Lucas pada Liliana


" kita kan suami istri, apa salah makan bareng" ucap Liliana


" pertama ini hanya pernikahan kontrak, ke dua jangan panggil aku mas" seru Lucas sambil pergi


" iya tu…an" saut Liliana


" tuan kamu mau kemana?" tanya Liliana


" nafsu makan ku sudah hilang" ucap Lucas


" makanannya belum gabis" saut Liliana


" saya sudah bilang, nafsu makan saya sudah hilang!" ucap Lucas dengan nada tinggi yang membuat Liliana menjadi murung


kembali ke masa depan


"apa dulu perasaan nya sama seperti ku? rasa sakit yang tiba-tiba muncul di dada seperti ini" gumam Lucas sambil melihat ke arah Liliana yang berjalan semakin jauh

__ADS_1


__ADS_2