
" ada apa? apa kamu tidak senang dengan pernyataan ku, atau tidak puas?" tanya Lucas
"bukan begitu aku sangat senang, jadi mari kita tidur saja sekarang" ucap Liliana
pagi hari terlihat Liliana yang masih tidur sedangkan Lucas sudah siap dengan kemejanya dan menghampiri Liliana memberi kecupan pagi pada keningnya lalu meninggalkan sepucuk surat di atas meja
lucas yang sudah bersiap pergi ke kantor dan Liliana masih tertidur tak lama Liliana terbangun
" hoaahmm tidurku nyenyak sekali" seru Liliana
" eh dia sudah pergi? kapan?" gumam Liliana
" ada surat, bahkan dia meninggal kan surat, lucu sekali" gumam Liliana sambil mengambil surat itu
" pagi sayang ku, semoga harimu hari ini menyenangkan, jangan sampai telat makan, aku ada pekerjaan di luar kota kemungkin akan pulang setelah dua atau tiga hari" (dalam surat yang di tulis Lucas )
"haha apa masih ada orang yang menaruh surat seperti ini? kan dia bisa kirim chat " ucap Liliana sambil tersenyum
dua hari kemudian
" Li kamu kenapa? kok kayak nggak senang gitu?" tanya Jessy
__ADS_1
" Jess apa orang yang waktu itu tidur sama aku gak ada ngasih kabar sama kamu, kapan gitu dia bakalan datang lagi?" tanya Liliana
" apa kamu sangat menginginkan ***, jika kamu tidak kuat aku bisa panggilin gig*Lo buat kamu" saut Jessy
" bukan gitu, kalo dia minta terlalu lama nangkanya aku takut suamiku bakalan tau aku jual diri " ucap Liliana
" Li by the way gimana rasanya cowok waktu itu? apa dia ganas? atau nggak liar?" tanya Jessy
" kalo menurut aku dia mirip kayak suami aku deh Jess" saut Liliana
"benarkah, memangnya siapa suami mu itu?" tanya Jessy
" akan ku beritahu nanti" saut Liliana
" akan memberi tahu mu nanti" seru Liliana
" kamu bilang tadi suami kamu, mirip sama orang yang tidur bareng kamu waktu itu?" tanya Jessy
" iya, dari suaranya lalu postur tubuhnya mungkin terasa agak mirip" seru Liliana
" benarkah?" sontak Jessy
" iya bener " saut liliana
__ADS_1
" apa mungkin kalo Lucas CEO itu adalah suaminya?, tapi nggak mungkin kalo istrinya Lucas nggak mungkin nggak punya uang sampai-sampai harus jual diri, tapi dengan scandal nya tentang hobi nya bermain-main sama wanita itu mungkin aja kan" gumam Jessy
" ada apa Jess ? kok malah bengong?" tanya Liliana
"nggak apa-apa, mau aku kirim surel pada orang itu agar cepet-cepet di selesaikan janji s*x bersama mu?" saut Jessy
" boleh deh, tapi nanti dia akan berpikir aku ini cewek yang nafsuan" ucap Liliana
" ah jangan pedulikan hal itu, yang penting janji s*x sama kamu selesai, kan? kamu bisa bebas setelah ini" saut Jessy
"iya, tapi bagaimana kamu tau kalau aku akan berhenti setelah janji s*x ini selesai" tanya liliana
" ya… ya itu… itu karna orang yang tidur dengan mu bilang, minta kamu di berhentikan dan dia bayar tebusan, sepertinya orang ini mengenalmu" ucap Jessy sambil mengirim message pada Lucas
" orang yang aku kenal? tapi siapa ya?" seru Liliana
" mungkin orang yang sudah memperhatikan mu sejak lama" ucap Jessy
di tempat lain Lucas yang baru saja pulang dari Kalimantan mencari Liliana di rumah nggak ada
" kemana perginya gadis itu? dia tak menyambut ku di depan pintu, di ruang utama juga nggak , situasi seperti ini sangat hampa" ucap Lucas
tuing ( pesan)
__ADS_1
"ternyata dia sedang menyambut ku di tempat seperti itu, daripada di rumah, kalau begitu aku akan mandi dulu lalu pergi menemuinya untuk bersenang-senang" seru Lucas sambil tersenyum