
"ugh jam berapa sekarang? dia sudah pergi!" ucap Liliana
" aw tubuhku sakit semua rasanya aku akan hancur dalam pelukannya" ucap Liliana
Liliana merenggangkan tubuhnya secara perlahan pergi membersihkan diri dan ganti pakaian
" siang bi" sapa Liliana
" siang non" saut pelayan
" ada apa ini? kenapa semua orang tersenyum dengan sangat aneh" gumam Liliana
" bi " ucap Liliana
" iya non saut" irong yang kebetulan ada di dapur
" tolong beliin daging kaleng kluar" ucap Liliana
" baik non, tapi non…" saut irong
" tapi apa bi" tanya Liliana
" menurut saya mending nona makan aja masakan yang sudah kami masakan tadi" saut irong
" tolong beliin aja bi, yang saya minta" ucap Liliana
" kan lebih enak non, kalo non makan yang sudah ada, gak usah segala masak" saut irong
Liliana melihat ke arah irong dan menarik nafas panjang
"iya, iya non saya akan membelinya sekarang" ucap irong
sambil menunggu daging sapi kaleng Liliana memasak bahan masakan lainnya dulu
driririring
__ADS_1
" ah iya no, hallo" saut Liliana
"nenek udah siuman dan operasinya berjalan lancar" ucap Arno
" benarkah? lalu kapan kamu akan pulang ke indonesia?" tanya liliana
" kalo pulang aku kurang tau Li, nenek baru siuman masih masa pemulihan" ucap Arno
" begitu ya" saut Liliana
" apa uang yang aku transfer sudah ada?" tanya Liliana
" ada, tapi dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu pada waktu singkat?" tanya Arno
" aku pinjam dari teman" saut Liliana dengan tanpa ragu
" siapa teman mu itu? katanya kamu gak punya temen?" tanya Arno
" kita baru berteman kemaren-kemaren belum lama" ucap Liliana
" iya nanti akan ku kenalkan" ucap Liliana
" wait a minute i'm on the phone (tunggu sebentar saya sedang menelpon) " Arno dengan seseorang di Thailand
" siapa?" tanya Liliana
" perawat, yang bertugas jagain nenek" saut Arno
" makasih banyak ya no, sekali lagi makasih" ucap Liliana
" iya udah dulu ya" saut Arno yang langsung mematikan telpon nya
" kemana beli daging kalengnya si, irong lama banget masakan yang lain keburu dingin" ucap Liliana
" non yang ini bukan?" tanya irong
__ADS_1
" nah datang juga, lama banget kamu beli daging nya dari mana?" tanya balik Liliana
" itu non saya gak tau daging kaleng adanya di Alfamart jadi tadi saya ke pasar nyari daging kaleng nya" ucap irong
" haduh irong, irong makasih ya, kamu boleh pergi sekarang" seru Liliana
Liliana masak daging kaleng nya dan mulai menyiapkan untuk makan siang Lucas
" non apa nona mau makan dulu? nona belum makan apa-apa dari tadi nona hanya baru minum satu gelas air putih" ucap bi Iis di depan pintu
" gak usah bi, nanti saya makan nya di kantor aja bareng mas Lucas" saut Liliana
" yaudah hati-hati ya non" ucap bi Iis
"iya bi" saut Liliana
tak selang berapa lama Liliana sampai di depan perusahaannya, karna takut hal yang sudah berlalu Ter ulang-ulang lagi Liliana menarik nafas panjang dan melangkah dengan berat
" aku takut bakalan di suruh pulang lagi, atau di suruh makan sendiri karna dia sudah makan siang" gumam Liliana sambil melangkah masuk ke perusahaan
Liliana berjalan menuju lift perusahaan dan di saat dia akan masuk seorang staf memanggilnya
" nona! maaf itu lift khusus CEO" ucap staf itu
" ah iya" saut Liliana
" nona?, kenapa kamu ada di sini?" tanya Casis
" aku hanya ingin mengantarkan bekal makanan pada Lucas " ucap Liliana
"kalo begitu saya antar" saut Casis sambil mengajak Liliana naik khusus CEO
" orang itu bilang ini khusus CEO" ucap Liliana
" kamu kan istrinya jadi apa bedanya" saut Casis
__ADS_1
di saat pintu lift terbuka Liliana sangat terkejut begitu juga Casis melihat Bella yang sedang memeluk Lucas hingga mata Liliana dan Lucas bertatapan satu sama lain