LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
menggoda ku


__ADS_3

"bereskan meja makan nya" ucap Lucas


" baik tuan" saut para pembantu


" nona apa nona merasa lebih baik sekarang?" tanya Casis


"ah saya slalu merasa sangat baik, memangnya kenapa?" tanya Liliana


" maaf, tadi sore gak sengaja" saut Casis


"ah yang sore tadi ya, gak usah di bahas lagi ya" ucap Liliana dengan malu


beberapa saat kemudian terlihat Lucas yang sedang memeriksa dokumen di ruang kerjanya dengan kaca mata yang membuatnya terlihat lebih tampan



" kenapa kamu terus tertawa seperti itu apa ada yang luvu?" tanya Lucas


" ma…ff…maafkan saya tuan saya hanya tiba-tiba teringat pada ucapan nona" ucap Casis


" memangnya apa yang dia katakan?" tanya Lucas


" nona berkata kalo tuan mungkin harus di periksa, kalo bisa di bawa ke rumah sakit" ucap Casis


" saya tidak sedang sakit, lalu untuk apa saya ke rumah sakit?" tanya Lucas


" nona bilang kayaknya tuan salah makan obat, dan lebih dari itu nona bilang sepertinya tuan harus di rawat di rumah sakit" ucap Casis


" rumah sakit jiwa maksud mu?" tanya Lucas


" iya, nona bilang tuan sedang sakit jadi saya harus mengawasi tuan takut tuan salah makan obat lagi!" saut Casis


" enak aja, saya masih waras" ucap Lucas


" iya tuan saya tahu itu, tapi entah karna apa sampai-sampai nona mengatakan kalo tuan salah minum obat" saut Casis

__ADS_1


" panggilkan nona kemari" ucap Lucas


" baik tuan akan saya panggilkan" saut Casis yang langsung pergi


" maafkan saya nona" gumam Casis


tok tok tok


" buka saja, tidak di kunci" ucap Liliana yang sedang membaca buku di atas tempat tidur nya


" aku tau kenapa akhir-akhir ini tuan berubah, itu karna nona sangat menggoda" gumam Casis


" Casis ada apa?" tanya Liliana


" saya kemari karna tuan menyuruh nona untuk datang ke ruang kerjanya" ucap Casis


" aku akan ke ruangannya sekarang" saut Liliana yang turun dan berjalan melewati Casis


" nona… itu… kalau bisa…" ucap Casis


"bukan apa-apa" saut Casis yang berjalan di belakangnya sambil menelan ludah


Liliana masuk ke ruang kerja Lucas dan Casis yangn peka meninggalkan ruangan itu pergi ke ruangan lain


" apa aku datang untuk menggoda mu?" tanya Lucas yang langsung melepas kacamatanya dan menekan Liliana di atas kursi


" tidak" saut Liliana


" lalu kenapa kamu memakai baju seperti ini?" tanya Lucas


" ini kan hanya piama" saut Liliana


" apa kamu tadi berjalan bareng Casis memakai pakaian ini?" tanya Lucas


" iya memangnya kenapa?" tanya Liliana

__ADS_1


"coba lihat pusar mu terlihat kemana-mana" ucap Lucas


" pantas saja tadi aku merasa kalau Casis itu terasa lebih canggung" gumam Liliana sambil melihat ke tubuhnya



"diam di sana jangan kemana-mana" ucap Lucas


" di sini?" tanya Liliana


" ya" saut Lucas


" apa hanya diam saja?" tanya Liliana


" iya" saut Lucas


setelah beberapa lama Lucas sudah menyelesaikan beberapa tinggal beberapa lagi dan Liliana sudah mulai mengantuk


"hoaahmm, apa masih lama? " tanya Liliana


tidak ada jawaban dari Lucas


" kalo memang masih lama hoaaahhm aku bisa pergi tidur duluan kan?" tanya liliana


" diam di sana" ucap Lucas


" memangnya masih berapa banyak? aku bantu boleh?" tanya Liliana


" kamu bisa?" tanya Lucas


" aku bisa mencobanya" saut Liliana


Liliana memeriksa dokumen itu dan menyalinnya membetulkan semua data yang salah dengan wajah seriusnya, daripada itu Lucas hanya terfokus pada Liliana yang sedang fokus bekerja


" ini sudah selesai, aku akan tidur, sudah tidak bisa di tahan lagi" ucap Liliana yang langsung tertidur di kursi

__ADS_1


__ADS_2