LOVELESS MARRIAGE

LOVELESS MARRIAGE
polisi palsu


__ADS_3

awalnya Casis mengantarkan Luna ke apartemennya lalu pulang bersama Casis ke villa


" tuan, apa yang tuan lakukan semalam?" tanya Casis


" apa lagi memangnya " sahut Lucas


" saya hanya merasa kasihan pada nona" ucap Casis


" memangnya kenapa dengan Liliana ? apa yang harus di kasihaninya?" tanya Lucas


" nona berbicara sambil menangis katanya itu menyakitkan" ucap Casis


" kamu akan mengetahuinya suatu saat nanti" seru Lucas


" satu hal lagi tuan" ucap Casis


" apa lagi?" tanya Lucas


" apa nona tidak mengetahui selama ini yang tidur dengan nya adalah suaminya" tanya Casis


"jangan beritahukan apapun padanya" sahut lucas


" dan cari tahu satu bulan yang lalu Liliana bertemu dengan siapa saja? lalu apa yang mereka lakukan?" ucap Lucas


" baik tuan" sahut Casis


" apa aku benar- benar terlalu kasar? tapi malam tadi adalah malam yang memuaskan" gumam Lucas yang sedang berendam


di tempat lain


" Jess lili pulang ya" ucap Liliana


" iya, hati- hati di jalan" seru Jessy


di tengah perjalanan


" nona maaf anda kami tahan " ucap beberapa pria berpakaian polisi

__ADS_1


" tapi… saya tidak melakukan kesalahan" seru Liliana dengan tenang


" ada yang melapor kepada kami anda telah melanggar beberapa peraturan " ucap pria


" baik saya akan iku" seru Liliana


mereka berjalan jauh semakin lama semakin tidak beres


" ini bukan jalan kantor polisi, mereka terlihat semakin mencurigakan " gumam Liliana


" saya ingin buang air dulu" ucap Liliana


" diam bentar lagi sampai" seru dua pria


" Lucas aku harus menelpon nya sekarang!!" gumam Liliana sambil membuka handphone nya dan terus melihat ke depan


Lucas mengangkat telpon dari Liliana namun detik berikutnya telpon itu terputus karna dua polisi jadi- jadian itu mengambilnya


" berikan hp mu sini!" ucap pria


" ah tidak ada hal seperti itu" ucap pria sambil mengambil hp nya dengan paksa


" siapa kalian?" teriak Liliana


" bukankah sudah terlihat jelas hanya dengan melihat pakaian kami" ucap pria


"bohong!!, kalian berbohong" sontak Liliana


Liliana membuka kaca mobil terbuka namun dengan cepat si pria menutup dan menguncinya dari depan


" sebenarnya siapa yang memiliki dendam pada ku sampai- sampai membuatku berada dalam keadaan seperti ini" gumam Liliana


setelah beberapa menit mereka berhenti di gedung tua bekas sebuah bang, dua pria itu memegang tangan Liliana dengan sangat kencang


" ayo, ayo pikirkan sesuatu Liliana jika kamu melawan itu hanya akan membuat tenaga mu habis dan hanya sia- sia" gumam Liliana


" kami sudah membawanya" ucap pria

__ADS_1


Liliana melihat orang yang berdiri dengan tegak di depan nya


" ternyata itu kamu!" ucap Liliana


" benar ini memang aku! kamu masih ingat apa yang terjadi di pesta bukan? dan yang terjadi kemarin malam?" seru Bella


" apa yang kamu inginkan? lepaskan saya!" sontak Liliana


" yang aku inginkan! adalah suamimu!" ucap Bella sambil membisikan nya pada Liliana, seketika mata Liliana terbuka lebar


" kamu melakukan hal seperti ini hanya karna menginginkan suami orang lain?" seru Liliana


" bawa dia masuk" ucap Bella


"baik" saut pria


mereka terus berjalan hingga akhirnya mereka berdiri di depan lemari besi bank itu


" masukkan dia!" ucap Bella


dua pria itu memasukkannya kedalam dengan cara melemparnya sampai rok Liliana sobek dan membuat mereka bernafsu


" apa kita bisa melakukan s*x sebelum mengurungnya" ucap pria


" lakukan jika kalian ingin mati membeku bersama jal*Ng sial*n itu" ucap Bella


" ah tidak, kami masih menyayangi nyawa kami" seru pria


mereka menutup lemari besi bang itu dan menyalakan AC yang di pasang Bella pagi tadi, di tempat itu ada empat AC dan semuanya dinyalakan maximal


"buka pintunya! buka!" teriak Liliana


" kita pergi, tinggalkan saja tempat ini!" ucap Bella


"dingin, di sini sangat dingin!" gumam Liliana yang sudah mulai kedinginan


^^^the next chapter…😉^^^

__ADS_1


__ADS_2