Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Perubahan Airin


__ADS_3

Alden tertegun saat keluar dari kamarnya dan melihat Airin tengah berkutat di dapurnya, masih dengan gaun tidur gadis itu dengan cekatan memasak untuk sarapan paginya.


Alden menelan ludahnya saat melihat bayangan di balik gaun tidur tipis, dua potong pakaian dalam yang membuat Alden menegang..


Sial..


Semalam Airin langsung masuk ke kamarnya dan tak keluar lagi, hingga Alden tak mengganggunya, dia tahu Airin membutuhkan waktu untuk sendiri.


Alden berjalan mendekat dan berdiri tepat di belakang Airin "Eh.. kau sudah bangun?"


"Hmmm.." Alden memeluk Airin entah pemikiran apa yang membuatnya melakukan itu, yang jelas Alden melakukannya begitu saja.


Perlakuan Alden membuat Airin tersipu sekaligus berdebar "Apa yang kau lakukan sepagi ini?"


"Aku memasak.." Airin tersenyum, tentu saja Alden tahu, dia juga melihatnya, namun basa basi itu perlu bukan? "Ini baru saja matang, mau mencobanya?" Airin memberikan satu sendok yang sudah dia tiup sebelumnya. "Cobalah.."


Alden membuka mulutnya "Hmmm ini enak, aku baru tahu kau pintar memasak"


Airin semakin tersipu "Tentu saja.."


"Jika begitu aku tak perlu memanggil pelayan lain untuk memasak untukku"


"Aku tidak keberatan.."


"Benarkah? bagus sekali itu artinya kita hanya akan berdua disini" Alden mengecup bahu Airin yang terbalut gaun tipis, beruntung gaun itu berlengan jika tidak Airin akan merasakan basah di pundaknya akibat kecupan pria itu, namun meski begitu jantung Airin tetap saja menggila.


Dan jika mereka hanya berdua bukankah akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama.


"Ini sudah selesai aku akan mandi dulu.." Airin akan pergi namun Alden menahannya.. "Mau mandi bersama?" tentu saja tanpa perlu mendengar jawaban Airin, Alden tahu dia bisa melakukannya, bukankah ini kesepakatannya.


Airin tahu mandi yang Alden maksud bukan hanya sekedar mandi, harusnya dia menggerutu dengan pemikiran mesum pria itu, namun kali ini Airin akan melakukannya sepenuh hati "Baiklah.."


Alden tak menyangka Airin akan berkata dengan tersenyum, apa itu? senyuman indah itu terlihat tulus dan membuatnya merasa bersalah.


Alden sempat tertegun saat mendengar Airin mengiyakan bahkan tanpa malu Airin melakukan apa yang mereka lakukan saat ini Alden duduk di dalam bathub lalu Airin pun duduk menghadapnya, bukan tepatnya Airin duduk di pangkuannya.


Alden menelan ludahnya bukan karena Airin yang sudah telan jang, bukan. Airin bahkan masih mengenakan gaun tidurnya, namun itu terlihat lebih seksii karena pakaian tipis yang kini basah itu mencetak kulit Airin.

__ADS_1


Alden menyeringai saat Airin menunduk "Kau sengaja melakukan ini?"


Airin mendongak sambil mengerutkan keningnya "Kau terlihat seksii saat masuk dengan gaun ini" Alden mengelus pinggang berbalut kain tipis itu, namun lembutnya permukaan kain membuat Alden semakin memanas.


"Lalu berkeliaran di rumah dengan dengan gaun tipis.." Airin tersipu.


"Bu..bukan, itu karena aku takut terlambat menyiapkan sarapan, jadi ketika bangun aku langsung ke dapur, lagipula semua gaun tidur yang ada di lemari semuanya tipis.. " Alden terkekeh melihat Airin bersemu malu, gaun- gaun itu memang sudah ada di sana bahkan sebelum ada Airin, karena Alden yang biasanya membawa wanita ke apartemennya, membuat Alden sengaja mempersiapkan gaun- gaun seksii untuk para wanita itu, dan kini gaun itu melekat di tubuh Airin terlihat pas dan lebih menggairahkan.


"Tapi aku menyukainya, tentu saja.. kau sangat cantik.." Airin tersenyum semakin tersipu, membuat Alden semakin gemas.


Airin mengalungkan tangannya di leher Alden, lalu memandang pria itu satu tangannya dia gerakan mengelus rahang Alden, Jika Alden menyukainya mengenakan pakaian seperti sekarang maka Airin akan terus menggunakannya "Tuan?"


"Ya"


"Mulai sekarang aku akan melayani mu dengan baik, hingga kontrak kita berakhir.." Alden menghentikan gerakannya di punggung Airin, dan menatap lekat Airin yang tersenyum..


"Apa..?"


Airin menggeleng "Tidak.. sudah saatnya aku berterimakasih" Airin mungkin tidak akan menahan hatinya untuk mencintai Alden, tapi Airin tidak akan mengatakannya, akan Airin tunjukkan segala perhatiannya, berharap Alden juga akan melihatnya tapi jika tidak mungkin disanalah batasnya dan Airin akan berhenti.


...


Begitulah Airin menjalani harinya, selalu melakukan tugasnya dengan senang hati, melayani Alden dengan penuh cinta dan entah Alden merasakannya atau tidak.


Alden selalu pulang meski tak jarang dia akan pulang menjelang subuh, atau bahkan tak pulang hingga pagi, entah kemana dia semalaman, Airin bahkan selalu mencium wangi parfum berbeda setiap hari dari kemeja Alden.. tentu saja Alden mungkin menghabiskan malamnya dengan wanita lain.


Namun Airin menutup matanya karena dia mencintai Alden, dan akan berusaha menunjukan cintanya.


..


Alden bukan tak tahu apa yang Airin lakukan di apartemennya, memasak, mengerjakan pekerjaan rumah bahkan menyiapkan sarapan untuknya, meski dia tak pulang hingga pagi, tapi Airin selalu menunggunya, dia bahkan tak perlu repot memberi kabar dia pulang terlambat.


Airin selalu berdandan sangat cantik, Alden bahkan tak mengerti mengapa Airin berubah menempel padanya, bahkan keanehan yang lainnya adalah Airin mengenakan pakaian-pakaian yang tak biasa dia kenakan, pakaian yang minim dan seksii, seperti para pela*ur.


Namun entah mengapa terlihat indah di tubuh Airin.


Alden masih menatap datar layar cctv di ruang kerjanya, lalu memejamkan matanya dan bangkit menuju ruangan Roland.

__ADS_1


Dia butuh pengalihan..


Alden penasaran dengan Roland, kali ini desas desus di kantor mengatakan bahwa Roland datang dengan seorang wanita cantik, dan pasti dia adalah Anna, maid yang baru di penthouse nya.


Sejak Alden tahu bahwa Roland punya maid baru yang ternyata menarik dan cantik meski dengan pakaian tertutup tapi terlihat jelas gadis itu memang sempurna dalam bentuk tubuh.


Sayangnya gadis itu sangat menghindari dan terlihat tak menyukai mereka sang casanova.


Dan dia tahu Roland pun merasakan hal yang sama, karena itu mereka melakukan taruhan jika Roland bisa mendapatkan gadis itu dalam satu bulan, maka akan dia berikan jet pribadi nya yang baru beberapa minggu ini dia beli.


Saat tiba di depan ruangan Roland, Alden bertemu Ben yang juga akan melihat Roland "Oh.. kau juga penasaran.."


"Ya, jika benar apakah aku harus siap melepas jet ku.." Alden tertawa, Alden tak peduli dengan jet nya, hanya saja Alden membutuhkan pengalihan fikiran dari Airin yang berubah akhir- akhir ini.


Kedua lelaki itu membuka pintu ruangan Roland dan tertegun, saat melihat Roland mencium seorang gadis yang tertidur..


"Wow.. sorry" Alden dan Ben berkata bersamaan tak percaya apa yang baru mereka lihat


"Sh it.." Alden ingin tergelak mendengar umpatan dari mulut Roland.


"Owhh.. kau mencuri ciuman dari gadis yang tertidur" ejek Alden, melihat Roland yang memerah, entah karena marah atau malu, siapa sangka Roland si casanova dan tak terkalahkan, mencuri ciuman dari gadis yang sedang tertidur.


"Bisakah kalian ketuk pintu sebelum masuk, dan jangan berisik" Roland melihat kearah Anna yang masih terlelap.


Ben dan Alden menahan tawanya melihat Roland untuk pertama kalinya peduli dengan seorang wanita yang tertidur.


....


Udah tau adegan ini, Roland si pencuri ciuman? yang belum tahu cus baca Loving You🤗.. (Roland dan Anna)🥰


...


Like...


Komen...


Vote...

__ADS_1


__ADS_2