Loving You 2: Wanita Pengganti

Loving You 2: Wanita Pengganti
Maaf


__ADS_3

Alden mengepalkan tangannya saat melihat Airin keluar dari rumah sakit dengan seorang pria, dan di gandeng lembut untuk Airin dan memasuki sebuah mobil.


Rahang Alden semakin mengeras saat Airin tersenyum ketika pria itu mengusak rambutnya.


Siapa pria itu, apa hubungan mereka?.


Apa ini alasan Airin tak ingin kembali padanya, selain karena kesalah fahaman mereka.. bagaimana mungkin secepat ini Airin menggantikannya dengan pria lain, Alden mengikuti mobil yang membawa Airin, dan terus memperhatikan semua interaksi Airin dan pria itu, jendela kaca Airin yang terbuka membuat Alden bisa melihat Airin yang sesekali menanggapi ucapan pria tersebut dengan senyuman.


.


.


.


"Mau mampir dulu membeli makanan yang kau suka?" Airin menggeleng, mereka dalam perjalanan pulang, setelah satu bulan ini Airin di rawat di rumah sakit, karena kehilangan bayinya dan juga beberapa alasan untuk pemulihan kondisi Airin pasca operasi.


"Mommy pasti sudah menunggu kita An.."


"Ya kau benar, tadinya aku ingin kita lebih dekat, aku bahkan tidak tahu apa kesukaanmu.." Airin lagi- lagi tersenyum.


"Aku akan mengatakannya nanti, jadi bersiap saja kamu harus membelikan apa saja yang aku sukai." Andi mengusak rambut Airin, dan membuat Airin tersenyum namun tak lama matanya menatap kosong.


"Jangan terlalu memikirkan apapun okay, semuanya akan baik- baik saja.."


"Aku baik- baik saja An.." Andi mengangguk, Andi tahu Airin masih menyimpan kesedihan, dan tentu saja Andi tahu dari tubuh adiknya yang semakin ringkih Airin menyimpan lukanya di hati.


...


"Kamu terlalu banyak tersenyum padanya Baby.." Alden bergumam dengan tangan terkepal erat.


Alden terus mengikuti hingga mobil yang di tumpangi Airin berhenti di sebuah rumah dan di sambut oleh seorang wanita yang memeluk Airin.


Sepanjang jalan Alden terus memperhatikan Airin dari jendela kacanya dan Airin terus menatap kosong, meski sesekali menanggapi pria di sebelahnya namun Alden bisa melihat mata Airin menampakan kesedihan, apa yang dia sembunyikan selain telah kehilangan bayi mereka.


Mengapa Alden seolah merasakan pilu atas kesedihan Airin.


..


Alden menatap sebuah berkas di tangannya berisi data diri dari pria dan wanita paruh baya yang di temui Airin..


Alden menghela nafasnya untuk meredakan amarahnya, bagaimana bisa Airin menjalani hidupnya sendirian sedangkan, saudara dan ibunya hidup berkecukupan bahkan lebih, oh Airin yang malang setelah kehidupan yang begitu kejam di buang ibu sendiri, dan kini Alden pun ikut menorehkan luka padanya.


Alden menyadari dari sekian hari Airin bersamanya Airin lebih banyak sakit hati, dari pada bahagia.. namun tidak kali ini, dia tidak akan menyiakan waktunya lagi untuk membahagiakan Airin, seberapapun Airin menolaknya akan terus dia jelaskan kesalah fahaman ini.


"Kau tidak bisa menemukan catatan medisnya?"

__ADS_1


"Maafkan aku tuan, pihak rumah sakit merahasiakannya karena Andi adalah wakil ketua rumah sakit tersebut.." Alden menghela nafasnya saat menutup laporan mengenai Airin.


.


.


.


Alden menatap rumah yang kemarin di masuki Airin, menghela nafas untuk meredakan detak jantungnya yang berdebar kencang sebentar lagi dia akan bertemu gadis yang amat dia cintai, dan betapa dia menyadari jika Airin begitu berarti.


Alden sudah beberapa kali melihat penampilannya hari ini, sudah layak di sebut manusia tidak seperti kemarin, kali ini Alden rasa Airin akan semakin terpesona karena semakin tampan dengan jambang yang tercukur habis dan rambut yang terpotong rapi, membuatnya lebih segar, dan percaya diri.


Setelah menekan bel pintu Alden menunggu beberapa saat hingga pintu terbuka dan menemukan Airin yang terpaku menatapnya, Alden tersenyum melihat Airin tak sepucat kemarin, mungkin Airin sudah membaik..


"Baby.."


Brak, pintu kembali tertutup bahkan Alden belum mengucapkan satu katapun..


"Baby, dengarkan aku.. aku tahu kau masih di sana.." Alden menyentuh pintu kayu yang di tutup Airin dari dalam "Aku minta maaf, karena telah menyakitimu.."


"Maafkan aku untuk semua kesalah fahaman ini.."


"Aku tahu.. harusnya aku tidak melakukannya sendiri.. benar, harusnya aku mengatakannya dari awal jika aku memang sengaja melakukan itu untuk menjebak Gres, tapi aku tidak tahu kamu mendengar ucapanku pada Cassandra dan membuat kamu salah faham,, maaf.."


"Aku hanya takut jika melibatkan kamu, Gres akan menyeret dan menyakiti kamu.. apalagi saat aku tahu kamu sedang mengandung, aku semakin takut Gres melakukan hal yang buruk padamu.."


"Maaf karena tidak bisa menjaga bayi kita.."


Airin menangis, di balik pintu.. benar Airin masih di sana, dan Airin bisa mendengar betapa menyesalnya Alden, tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur dan Airin tak bisa kembali ke masa lalu..


"Aku tahu kamu mendengarku..


"Aku tidak akan menyerah, hingga kamu kembali padaku, Airin..


"Aku tidak bisa tanpa kamu, aku akan gila.. jika sebentar lagi aku tidak melihatmu.."


"Baby.."


Airin menghapus air matanya saat melihat Ibunya menghampiri "Siapa yang datang..?"


Airin menggeleng "Tidak ada.." Airin memilih pergi dan naik menuju kamarnya.


Ibu Airin mengeryit jelas sekali bahwa tadi dia mendengar bell berbunyi, Ibu Airin memutar tubuhnya untuk pergi namun bisikan dari luar pintu terdengar olehnya.


"Aku mencintaimu Airin.. kembalilah, maafkan aku.."

__ADS_1


Ibu Airin mendongak melihat kemana Airin pergi, lalu menghela nafasnya, dia sendiri belum bisa mengambil hati Airin tapi masih bagus Airin mau tinggal di rumahnya, dan sedikit demi sedikit meraih kepercayaan nya dan Andi, gadis yang malang tak hanya tersakiti oleh ibunya, dia juga tersakiti oleh kekasihnya, lalu sekarang Airin juga kehilangan harapannya...


Jika boleh dirinya meminta, biarlah untuk selanjutnya dia yang menggantikan kesakitan Airin, anaknya yang malang..


...


"Makanlah yang banyak"


Airin tersenyum "Terimakasih Mom.."


"Hmm" Airin merasakan tangan lembut ibunya mengusap rambutnya, saat mulai menyuapkan makanannya.


"Kalian makan tanpa aku..?" Andi meletakkan tas kerjanya di atas meja.


"Kami baru mulai kak.."


"Cuci tanganmu lebih dulu, aku heran denganmu kau dokter tapi tidak menjaga kebersihan.."


"Ayolah Mom, tanganku sudah penuh dengan antiseptik.. ah iya, aku melihat mobil asing di depan rumah..siapa yang data.." Andi menghentikan ucapannya saat melihat Mommynya mengedipkan matanya, lalu melihat ke arah Airin yang tertegun..


Lalu suasananya menjadi hening beberapa saat hingga Airin tersenyum lalu melihat Mommynya "Mom, bolehkah aku minta lagi supnya.. ini sangat enak.." Airin menyodorkan mangkuk kecil.


"Tentu, Mom sengaja membuatnya untukmu.."


Andi menipiskan bibirnya lalu duduk di kursi makan "Jadi Mom hanya membuat untuk Airin, lalu aku..?"


"Aiishh kamu itu, bahkan tidak suka sup meski Mom membuatnya, kau tidak pernah memakannya.."


"Kakak tidak suka sup?"


Andi meringis "Jika itu sup daging akan aku makan, tidak dengan lobak.."


"Wahhh dokter apa yang tidak suka sayur.."


"Oh, ayolah aku bahkan menjadi dokter bedah termuda di rumah sakit, jadi jangan remehkan aku..'


"Jika begitu, kakak harus makan ini.." Airin menyendok sup lobak yang ada di mangkuknya, sup lobak yang hangat sengaja Mommynya buatkan untuk memulihkan tubuh Airin setelah menjalani operasi.


"Ah.. aku sungguh tidak suka lobak..ini pahit.." Airin tertawa melihat Andi berlari ke arah wastafel memuntahkan supnya.


Mommy Airin melihat kedua saudara itu mulai lebih akrab, dan menambah kehangatan di dalam rumah mereka, Mommy Airin melihat ke arah jendela dimana di sana masih terparkir sebuah mobil, dia yakin pria itu pasti kedinginan, karena cuaca diluar sedang dingin, apa kah dia yakin akan bertahan semalaman, dia tak mungkin membujuk Airin untuk menemui pria itu, sedangkan dia belum tahu apa kesalahan pria itu, hingga Airin begitu menghindarinya, meski Mommy Airin tahu putrinya menyembunyikan cintanya pada pria itu, terlihat jelas meski Airin sedang bercanda dengan Andi, namun sesekali matanya melihat ke jendela, dimana mengarah ke halaman rumah mereka.


...


Like..

__ADS_1


Komen..


Vote..


__ADS_2